
Si Direktur menjawab karena agak kesal dengan ucapan Ella.
“Duduklah, Nona. Aku mau memberitahumu sesuatu.”
Ella pun duduk di kursi yang ada di ruangan.
Rose yang sedang berdiri mengambil sebuah kertas dan memberikannya pada Ella.
“Ini.”
Rose memberikan kertas itu, lalu duduk di sebelah direktur.
Kertas itu bertuliskan, ‘Program Terapi Kelompok OLDER’.
Ella yang membaca kertas dan gambar itu mulai bingung dan bertanya,
“Apa ini?”
“Itu resep yang aku sebutkan tadi.” jawab Direktur.
“Ini program terapi kelompok yang diadakan di rumah sakit kami.” Rose ikut menjelaskan.
“Seperti yang bisa kau lihat di kertas itu. Kelas memasak, seni, musik, meditasi, dan berkebun. Kami mempunyai kelas setiap bidang yang dibutuhkan, untuk perawatan para pasien.”
“Namun, kami belum menemukan ahli di bidang sastra. Padahal dalam psikiatri, keseimbangan ini sangatlah penting.”
Sepertinya, Direktur berencana mengajak Ella untuk mengisi di kelas sastra di rumah sakit itu.
“Lalu?” tanya Ella yang masih tak tahu tujuan direktur memberitahunya hal itu.
“Anggap saja untuk menyumbangkan bakatmu. Bisa tentang menulis atau membaca. Dua kali seminggu, dan tiap pertemuan berlangsung selama satu jam.”
__ADS_1
“Tolonglah untuk mengajar di kelas kami, Penulis Ella.”
Direktur akhirnya mengatakan permintaannya pada Ella.
“Namun, ada syarat perekrutan, jika kau mau berada disini. Tiap kau datang untuk mengajar, kau harus mengajak ayahmu jalan-jalan di taman selama 30 menit.”
Ella tersenyum sinis dan,
“Bukankah aku yang seharusnya memberi persyaratan?”
Si Direktur pun menghela nafasnya dan mencari alasan lain.
“Inilah yang direkomendasikan kepada pasien dan walinya.”
Saat mendengar itu, Ella beranjak berdiri, lalu menyobek kertas yang diberi oleh Rose.
Kemudian, Ella berjalan pergi keluar meninggalkan ruang direktur, dan membuang sobekan kertas yang di sobeknya di tempat sampah.
“Woaahhh. Sikapnya liar sekali.” gumam Direktur di depan Rose.
“Jika dalam keadaan seperti itu dia rela datang ke sini, aku yakin ada sesuatu yang dia inginkan disini.” ucap Direktur.
***
Kembali pada Michael yang sedang berada di ruang ganti baju khusus staff.
Michael akan berganti pakaian dan pulang, karena waktu shifnya telah usai.
Saat ia membuka baju seragamnya,
*KLEK
__ADS_1
Dengan seenaknya sendiri, Ella membuka pintu ruang ganti dan masuk kedalam.
Ella yang melihat Michael telanjang dada pun terkagum dengan badan atletis yang dimiliki Michael.
“Waahhhh!!!!”
Ella mendekati Michael dan memegang perut sixpack milik Michael.
*PLAKKK!!!
“Sedang apa kau disini?”
Michael menyingkirkan tangan Ella dari perutnya.
“Bukankah aku tadi mengajakmu untuk makan?”
Ella masih berusaha mengulurkan tangannya untuk memegang perut Michael.
“Cepat keluar!”
Michael memutar badan Ella dan memaksanya untuk keluar dari ruang ganti.
“Kenapa? Ayo makan denganku. Astaga. Jangan mendorongku.”
“Sudah. Keluar saja dulu.”
Michael terus berusaha mendorong Ella agar keluar dari ruang gantinya.
Begitupun Ella yang berusaha membalikkan badannya agar dapat menyentuh dada Michael yang berotot.
Saat Michael berhasil telah membawa Ella ke luar ruang ganti, disaat itu juga Jane sedang berjalan melewati depan ruang ganti, dan melihat mereka berdua seakan-akan saling berpelukan.
__ADS_1
Michael pun segera melepaskan tangan Ella dari dadanya, lalu kembali masuk kedalam ruangan dan menutup pintu.
Ella pun tersenyum pada Jane yang melihat mereka berdua.