
“Baiklah. Aku tak akan memarahinya.”
Di tempat yang sama, Jane melihat Ayah Jack yang sedang syok, dibawa ke mobil ambulan bersama para keluarga yang mendampinginya.
Jane pun menghampiri rombongan itu, untuk menyampaikan bahwa, harus ada salah satu keluarga yang mendampingi Jack kembali ke rumah sakit.
“Permisi, salah satu anggota keluarga harus ikut kami ke Rumah Sakit.”
Jane yang menyapa keluarga Jack, yang sedang mendampingi Robert menuju mobil ambulan
“Apa kau sudah gila? Kenapa kami harus pergi ke Rumah Sakit?”
Kakak Jack langsung tak terima, saat Jane berkata.
“Kalian pergilah temani ayah kalian. Biar aku yang menghampirinya.”
Ibu Jack pun pergi bersama Jane, untuk menemui Jack.
“Jack!”
Jane memanggil Jack dari kejauhan bersama ibu Jack.
Jack didampingi Michael untuk menaiki mobilnya.
Jack yang akan menaiki mobil pun, kembali membalikkan badannya dan tersenyum saat melihat ibunya yang datang.
“Ibu. Aku sudah membaik…”
__ADS_1
*PLASSSS!!!!
Ibu Jack malah menampar Jack di depan umum, Michael dan Jane sangat kaget, ibunya malah menampar Jack.
“Apa kau sudah lega setelah mempermalukan keluarga kita di depan umum?”
“Setelah mempermalukan ayahmu yang paling kau benci, kau sudah merasa puas dengan itu?”
“Ibu. Aku hanya…”
Ibu Jack pun mulai menangis dan,
“Kenapa kau harus lahir dari rahimku, dengan penuh kekurangan dan dilecehkan? Kenapa kau selalu bertingkah dan menghancurkan hatiku?”
“Seharusnya kau pura-pura mati saja! Kenapa kau terus membawa masalah dan membuat keributan, dasar bodoh! Kenapa?”
Sungguh malang sekali nasib Jack. Walau ia terlahir dari keluarga yang cukup kaya, ia harus menerima kenyataan, bahwa keluarganya pun tak sudi untuk mengakuinya.
Setelah berhenti dari tangisannya, Ibu Jack pun pergi dari sana meninggalkan Jack.
Jack yang baru ditampar oleh ibunya sendiri pun, mengelus-elus pipinya dan,
“Ibu ku bahkan tak peduli denganku. Ia hanya memperhatikan kakak, dan adik-adik ku.”
“Huft. Astaga. Setelah ditampar, aku bisa merasakannya. Kak, Ibuku tak membenciku. Dia sangat menyayangiku.” ucap Jack pada Michael.
“Bagaimana kau bisa berpikir begitu, setelah apa yang dilakukan oleh ibumu?”
__ADS_1
“Orang yang kena pukul bisa merasakan. Anehnya, saat dipukul dengan penuh kasih sayang, kau tidak merasa kesal sedikit pun.”
Michael hanya tersenyum pada Jack. Michael tak menyangka, bahwa orang yang mempunyai gangguan jiwa seperti Jack, dapat berkata seperti itu.
“Baiklah. Kau harus segera kembali ke rumah sakit, Jack. Jaga dirimu baik-baik.”
Jack hanya mengangguk, lalu masuk ke dalam mobil bersama para perawat yang sudah menunggunya dari tadi.
Mobil ambulan yang membawa Jack pun pergi meninggalkan Jane dan Michael yang masih disana.
“Kita harus pergi juga, Michael,” ucap Jane.
“Tidak, Jane. Kau bisa pergi dulu tanpaku. Aku akan menaiki mobil bersama wanita itu.”
Michael melihat ke arah Ella yang menunggu dari kejauhan.
“Kenapa?”
“Aku merasa dia tak boleh menyetir sendiri. Bukankah kau melihat apa yang dilakukannya tadi? Dia hampir membuat celaka seorang pasien.”
Jane hanya menganggukkan kepalanya, walau ia merasa sangat kecewa dengan ucapan Michael. Michael lebih memilih bersama Ella dibanding bersamanya.
“Baiklah, kalau begitu. Aku pergi dulu.”
Jane pun bergegas kembali ke mobilnya, lalu pergi meninggalkan Michael.
Begitupun Michael yang kembali dan menghampiri Ella yang telah lama menunggunya.
__ADS_1