ELLA & MICHAEL

ELLA & MICHAEL
Matilah Kau Dasar Monster Sial!


__ADS_3

Ella pun berniat ingin menangkap kupu-kupu itu. Akan tetapi, kupu-kupu itu telah pergi sebelum Ella berhasil menangkapnya.


“Sial!!” umpat Ella sendirian.


“Ehm.”


Tiba-tiba Jane muncul dari belakang dengan mendorong Roy yang sedang berada di kursi roda.


Ella pun membalikkan badannya dan melihat mereka berdua yang datang.


“Untuk berjaga-jaga, aku akan menemanimu,” ucap Jane.


Ella pun berjalan mendekat pada Roy yang sedang duduk di kursi roda.


“Apa benar semua ingatanmu tentangku menghilang? Apa kau sedang berpura-pura?” tanya Ella.


“Jangan memprovokasi pasien!” Jane memperingatkan.


Ella hanya tersenyum sinis pada Jane, lalu membungkukkan dirinya dan membisikkan sesuatu pada Roy yang duduk di kursi roda.


“Benarkah kau sudah melupakan aku, Ayah?”


Ella pun duduk berjongkok dan menatap mata Roy yang sedang menunduk.


“Kau….”


“Kenapa kau….”


“Kenapa kau masih hidup?” tanya Roy yang terbata-bata.


Ella pun terkejut saat tahu, ternyata ayahnya masih mengingatnya.

__ADS_1


Itu menandakan, Roy masih mengingat dengan jelas, saat ia hampir membunuh anaknya sendiri dengan mencekiknya saat kecil.


Roy yang berada di kursi roda pun mulai mengulurkan tangannya untuk meraih Ella yang sedang berjongkok di depannya.


“Mati,” ucap Roy yang memegang pipi Ella.


Tiba-tiba, Roy mengulurkan kedua tangannya dan mencekik leher Ella yang sedang berjongkok di depannya.


*BRAKKK!!!


“Matilah kau! Dasar monster!”


“Matilah… Dasar monster!”


Roy terjatuh dari kursi rodanya demi untuk mencekik Ella.


Ella pun hanya diam saat dicekik Roy, karena, mungkin tangan Roy tak mungkin bisa sekuat dahulu saat ia masih sehat, hingga Ella tak merasa kesakitan sedikitpun.


“Hentikan, Pak Roy! Tolong!!!”


Para perawat lain pun datang, setelah Jane berteriak meminta tolong.


Perawat laki-laki yang pertama datang pun langsung menarik tubuh Roy yang sedang menindih dan mencekik Ella.


“Cepat tenangkan pasien dan segera bawa dia kembali ke kamarnya.”


Rose pun juga ikut datang dan membantu.


Ella hanya tersenyum sinis, lalu berdiri dan berjalan pergi meninggalkan rumah sakit.


Saat Ella berjalan meninggalkan rumah sakit, dari kejauhan Rose, kepala rumah sakit melihat Ella dari lantai dua dan bergumam sendirian.

__ADS_1


“Rasakan itu. Kau tak seharusnya berada disini.”


Ternyata, itu semua adalah ulah Rose.


Rose sengaja mempertemukan Roy dan Ella disana, agar Roy mencekiknya kembali.


Entah siapa Rose ini sebenarnya, sepertinya Rose mengetahui kehidupan pribadi Ella, hingga mempertemukan dengan ayahnya sendiri yang pernah mencekiknya dahulu.


Di dalam rumah sakit, terlihat Michael yang baru selesai dengan jam kerjanya, dan sedang bersiap kembali.


Michael teringat pada Marco yang baru ia bentak.


Michael berusaha menghubungi lewat ponselnya, tapi tak diangkat oleh Marco.


Michael teringat dengan kebiasaan Marco, ia pasti sedang bersembunyi di suatu tempat, karena ia telah membentaknya.


Dan benar saja, Marco sedang berada di ruang dapur para pasien dan bersembunyi di bawah meja.


“Tidak suka. Bagaimana ini? Jangan… Tidak.”


“Lihatlah aku. Ekspresi menunjukkan emosi. Dia kesal.”


Marco terus mengoceh dan kembali membayangkan saat Michael membentaknya di taman.


“Kesal… Dia kesal padaku. Dia… membenciku”


“Dia membenciku. Tidak boleh. Bagaimana ini?”


“Kenapa…”


“Kelinci?”

__ADS_1


Datang seorang wanita yang membawa boneka kelinci dan memperlihatkannya pada Marco yang sedang bersembunyi di bawah meja.


Wanita itu adalah ibu Jane. Ibu Jane juga bekerja di rumah sakit OLDER sebagai staff dapur.


__ADS_2