ELLA & MICHAEL

ELLA & MICHAEL
Astaga, Itu Stegosaurus Sungguhan!


__ADS_3

Para antrian pun merasa terganggu, saat Marco berjalan melewati.


“Astaga, itu Stegosaurus. Itu Stegosaurus sungguhan. Stegosaurus.”


Marco telah sampai mendekat ke anak itu, lalu menyentuh ekor dari kostum yang dipakai.


“Astaga!”


Orang tua anak itu pun kaget seketika, saat ada orang yang tak dikenalnya memegang kostum anaknya.


“Ini Stegosaurus yang artinya, ‘Kadal Beratap’. Sisik. Ciri khas Stegosaurus adalah sisik di punggungnya. Diperkirakan hidup selama akhir masa Jura.”


Marco terus mengoceh sendiri, hingga membuat semua orang yang berada di gedung itu melihatnya.


“Dia kenapa?”


“Apa dia gila?”


“Kenapa orang gila bisa masuk kemari?”


Orang-orang mulai berkerumun dan bertanya-tanya satu sama lain.


Begitupun dengan orang tua dari anak yang memakai kostum dinosaurus, juga ikut bingung saat melihat Marco yang mnegoceh sendiri.


“Apa-apaan kau? Apa kau gila?’


Ayah dari anak itu membentak Marco.


“Astaga, Stegosaurus sangatlah besar.”


Tak peduli dengan omongan orang lain, Marco malah semakin mendekat pada anak yang mengenakan kostum dinosaurus itu, lalu memegangnya.


“Otaknya sangat kecil, walau tubuhnya…”


*BRAKKKK!!!


“Enyahlah kau, brengsek!!!”


Ayah dari anak itu mendorong tubuh Marco hingga menabrak rak, yang membuat rak itu terguling.


“Aduhhh.”

__ADS_1


“Astaga!!”


“Apa yang terjadi?”


Orang-orang mulai terlihat bingung dengan situasi yang terjadi di gedung itu.


“Aku punya boneka yang serupa dengan itu. Aku punya boneka yang serupa. Stegosaurus.”


Tanpa rasa malu, Marco kembali bangkit saat terjatuh dan mulai mengoceh kembali, tentang dinosaurus.


Marco pun juga mengeluarkan boneka kecil yang selalu ia bawa di tasnya.


“Ini dia. Aku beri nama dia….”


*WUTT!!!!


“Aduh rambutku!”


Ayah dari anak itu menjambak rambut bagian kepala belakang Marco, dan menariknya dengan keras.


“Dasar bodoh!!! Apa kau masih belum mengerti? Enyahlah!!”


“Pergi kau brengsek! Enyahlah dari hadapanku. Pergi!!”


Ayah dari anak itu semakin menjambak rambut Marco dengan keras, dan berusaha mengusir Marco dari gedung.


Begitupun dengan Marco yang berusaha melepaskan dirinya dari jambakan.


“Jangan! Rambutku! Jangan sentuh! Jangan sentuh rambutku!!!!!!”


Marco berteriak kencang dan berhasil lepas dari jambakan ayah anak yang memakai kostum dinosaurus.


“Rambutku… Jangan sentuh rambutku!”


“Rambutku… Jangan menyentuh rambutku!”


“Jangan sentuh rambutku!!!”


“Rambutku… Jangan Sentuh!!!”


“Pergi kalian semua!!! Jangan menyentuh rambutku!!

__ADS_1


Marco menangis dan berteriak histeris di gudang itu, hingga membuat seluruh mata tertuju padanya.


Sepertinya, Marco mempunyai bom waktu yang terletak di bagian kepala belakangnya.


“Jangan sentuh rambutku!!!! Pergi kalian semua!!! Pergi!!!!”


Marco berteriak semakin keras dan menangis dengan histeris, sambil memukuli kepalanya sendiri.


Orang-orang yang berada di sana pun tak tahu harus berbuat apa.


Michael yang menunggu di luar pun sampai mendengar teriakan dan tangisan Marco.


Michael bergegas masuk ke dalam gedung, untuk menenangkan Marco.


“Permisi! Permisi!”


Michael datang melalui orang-orang yang sedang mengerumuni Marco.


“Tenanglah, Kak. Maafkan aku, karena tak mendampingimu.”


“Rambutku…. Dia menjambak…”


“Maafkan aku, Kak. Tenanglah. Aku sudah disini.”


Ella yang melihat kejadian itu dari atas panggung, masih diam dan bergumam sendirian, apakah ia akan membantu mereka atau hanya diam saja.


*TUK TUK TUK


“Bantu? Tidak? Bantu? Tidak? Bantu? Tidak?”


Ella terus bergumam dengan mengetukkan pulpennya ke meja.


Saat Michael berdiri dan akan meminta maaf kepada keluarga anak yang memakai kostum dinosaurus,


“Hei!”


Ella turun dari panggung bersama para pengawalnya mendekati tempat keributan.


“Minta maaflah!”


“Cepat!”

__ADS_1


__ADS_2