ELLA & MICHAEL

ELLA & MICHAEL
Maafkan Aku! Tak Akan Kuulangi!


__ADS_3

Marco pun ikut mengejar direktur yang kabur.


“Maafkan aku, Marco. Tak akan kuulangi.”


“Kau harus diberi pelajaran. Kemarilah!”


Marco terus mengejar direktur sambil membawa ember cat lukis.


Mereka berdua saling kejar-kejaran di lobi rumah sakit, yang membuat semua pasien dan perawat melihat mereka berdua.


***


Saat sore dan waktu istirahat para perawat telah tiba, Jane melihat Michael yang sedang berdiri sendirian di lantai paling atas rumah sakit.


Jane pun menaiki tangga dan menyusul Michael yang sedang berdiri, melamun sendirian.


Mereka berdua pun berdiri berdampingan, menatap fajar yang akan terbenam.


“Ini mengingatkanku pada masa lalu. Apa kau mengingat ucapanmu? Saat aku menangis di atap, karena dipukul oleh pasien di rumah sakit pertama kali kita bekerja.”


Jane memulai percakapan.


“‘Kenapa tak pukul aku agar kau merasa lega?’ Tak kusangka kau memukulku saat itu juga. Hahaha,” ucap Michael yang tertawa.


Jane pun ikut tersenyum dan,


“Aku pasti sudah gila saat itu. Aku tak tahu alasan, mengapa aku memukulmu.”


“Tapi berkat itu, kita menjadi lebih dekat, bukan?” tanya Jane yang menoleh pada Michael.

__ADS_1


Michael hanya diam saja, saat Jane menanyakan hal itu.


“Apa aku salah? Apa kita tak dekat?” lanjut Jane.


“Nona, Jane. Apa kau mau menamparku lagi?” tanya Michael.


“Kenapa kau berkata begitu?”


“Karena kurasa kau akan kecewa, jika mengharapkan sesuatu dariku.”


“Apa ini… Apa kau menolak cintaku, Michael?”


“Jangan pernah menaruh perasaan apapun kepadaku, Jane. Aku tak pantas untuk kau sukai.”


“Apa karena kau akan pergi?” tanya Jane yang mulai berkaca-kaca.


“Aku akan tetap menyukaimu, Michael. Itu sudah menjadi pilihanku.”


“Tolong turuti aku. Aku berharap kau tidak menjauhiku karena merasa terbebani oleh rasaku padamu.”


“Jika begitu, aku akan merasa malang dan sangat menyedihkan.”


Jane mulai meneteskan air matanya dan,


“Selama di kota Las Vegas, tetaplah tinggal di rumahku. Ibuku sangat menyukaimu dan Kak Marco.”


“Selain itu, Kak Marco juga senang tinggal di rumahku. Tolong turuti permintaanku.”


Michael pun menatap Jane dan menganggukkan kepalanya tanpa sepatah kata pun.

__ADS_1


Ternyata, Ella sedang berdiri di pintu balkon rumah sakit, di belakang Michael dan Jane berdiri, dan mendengar apa yang telah dibicarakan oleh mereka berdua.


Ella mempunyai ide untuk menghancurkan harapan Jane, dengan berpindahnya Michael dari rumahnya.


Ella berniat menggunakan Marco, agar Michael tak menetap di rumah Jane.


Ella beranjak pergi dari tempat itu, dan menghampiri Marco yang masih sibuk memikirkan, apa yang akan ia lukis pertama di dinding rumah sakit.


Marco pun masih ngedumel sendiri pada direktur yang telah mencoret dinding yang akan di lukisnya.


“Direktur nakal. Direktur. Direktur.. Direktur sangat nakal. Walau seorang dokter, dia jahat dan nakal. Dia berlari sangat cepat.”


“Dia harus menjaga sopan santun. Orang Las Vegas harus bersikap sopan.”


“AAaa…”


Marco terdiam saat ia melihat Ella yang tiba-tiba sudah berdiri di belakangnya.


“Kak Marco! Apa kau mau bermain denganku?”


“Ya,” jawab Marco tanpa berpikir panjang.


Ella hanya tersenyum dan,


“Baiklah. Ikutlah denganku.”


Marco menyingkirkan semua peralatan melukisnya di suatu tempat dan mengikuti Ella yang berjalan keluar dari rumah sakit, menuju mobilnya.


Sore itu, Marco menaiki mobil Ella menuju kastil milik Ella yang berada di tengah hutan.

__ADS_1


__ADS_2