ELLA & MICHAEL

ELLA & MICHAEL
Aku Melihat Kau Sangat Dicintai.


__ADS_3

Ella pun menaruh sumpit di meja, lalu menjulurkan tangannya, dan mengelus-elus rambut Michael.


“Karena, aku melihat kau sangat ingin dicintai.”


Michael pun merasa terenyuh hatinya, saat mendengar ucapan Ella yang sedang mengelus rambutnya.


*JEDARRRR!!!!


*BYUURRRR!!!!


Suara petir pun muncul yang disertai hujan.


Tanpa menghiraukan hujan yang turun di luar, Ella dan Michael saling bertatapan satu sama lain di dalam supermarket.


Saat hujan telah reda, Ella dan Michael pun kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan.


Saat di dalam mobil, Michael berniat ingin memutar radio di dalam mobil Ella.


*PLAKKK!!!!


“Jangan!”


Ella menepis tangan Michael yang ingin menekan tombol radio.


“Aku sangat benci mendengar orang berbicara. Aku mau mendengar suaramu saja. Katakanlah sesuatu.”


“Itu….”


Ella menoleh ke Michael dan,


“Ada yang ingin kau sampaikan?” tanya Ella.


“Kenapa kau tak mau mengajak ayahmu jalan-jalan? Bukankah kau sudah berjanji untuk itu?”


“Hahaha. Janji? Janji itu seperti tisu bekas yang dibuang, setelah digunakan untuk mengelap ingus.”

__ADS_1


“Dia pasien Demensia. Jiwanya sudah tiada. Tubuhnya seperti cangkang tanpa jiwa. Kenapa aku harus direpotkan dengan mengajaknya berjalan-jalan? Lebih baik jika dia mati saja.”


Michael kaget mendengar ucapan Ella yang terdengar keji itu.


“Omong-omong, kenapa orang tuamu bisa meninggal?”


“Bagaimana… Bagaimana kau bisa tahu, jika kedua orang tuaku sudah meninggal?”


Michael semakin terkejut, saat Ella telah mengetahui bahwa orang tuanya telah meninggal.


“Aku sempat menyelidiki tentangmu,” jawab Ella.


Ella pun tersenyum dan menoleh ke Michael.


“Tenang saja. Hanya penyelidikan ringan. Seperti memeriksa tanggal kadaluarsa sebelum membeli barang. Hanya itu. Aku tak lebih mencari tahu dirimu lebih dalam lagi.”


“Barang? Bagaimana kau bisa menyamakan manusia dengan barang?”


“Apa bedanya? Jika orang tua sudah semakin tua dan melemah, anaknya akan menelantarkannya.”


Michael yang mendengar pun hanya menghela nafas, lalu menyuruh Ella menghentikan mobilnya.


“Berhenti!”


“Kenapa? Apa? Kenapa kau menyuruhku berhenti?”


“Hentikan saja mobilnya, jika kubilang berhenti.”


“Kenapa? Kau ingin buang air kecil?”


*NGIIIKK!!!!


Michael menarik setir mobil Ella menuju pinggir jalan, hingga mau tak mau, Ella harus menginjak pedal remnya agar tak menabrak trotoar.


Michael pun turun dari mobil dan berjalan pergi.

__ADS_1


“Ada apa denganmu? Kenapa kau marah? Apa alasannya? Beritahu aku! Hei!”


Ella mengejar Michael yang berjalan pergi meninggalkannya, lalu menarik lengan dan menghadangnya.


“Kenapa kau marah?”


Ella terus bertanya alasan, mengapa Michael marah. Raut muka Ella yang judes pun berubah, saat tak mengetahui alasan mengapa Michael tiba-tiba marah. Dia sangat kebingungan akan hal itu.


“Aku… Aku hanya lupa.” jawab Michael.


“Lupa apa?”


“Aku sempat lupa bahwa kau berbeda dengan orang lain. Tanpa kusadari, aku telah mengharapkan sesuatu darimu.”


“Apa yang kau harapkan dariku? Katakan! Apa yang kau harapkan?”


Michael hanya menggelengkan kepalanya dan,


“Lupakan saja. Sekarang sudah tak ada yang ku harapkan.”


Michael pun melepas tangan Ella dan melanjutkan langkah nya, pergi meninggalkan Ella.


“Aku mencintaimu.”


Michael pun menghentikan langkahnya, saat mendengar ucapan Ella.


“Aku mencintaimu, Michael.”


Ella kembali mengatakan ucapan itu yang membuat Michael menghela nafas panjang, lalu meneruskan langkahnya tanpa memperdulikan ucapan Ella.


“Aku mencintaimu!”


“Aku sungguh mencintaimu!”


“Aku benar-benar mencintaimu!”

__ADS_1


“Kau kabur lagi?”


__ADS_2