
“Apa kau sudah lelah berpura-pura? Kenapa tiba-tiba kau mau membuka diri dan mengaku?” lanjut Ella.
Michael pun melangkah mendekat Ella dan,
“Aku mau selesai baik-baik. Terima kasih telah menyelamatkanku dari sungai es di hari itu. Maafkan aku telah menyukaimu terlebih dahulu, lalu melarikan diri. Aku langsung menyesalinya…..”
“Hentikan ucapanmu!”
Ella memotong perkataan Michael, karena Ella merasa itu adalah ucapan perpisahan dari Michael untuknya.
“Aku tak sempat menjelaskannya, saat kemari waktu itu.”
“CUKUP!!!” Ella berteriak karena Michael tetap saja melanjutkan perkataannya.
“Aku masih menyesalinya, dan tidak bisa melupakanmu,” lanjut Michael.
“Kau sudah tak menyukaiku?” tanya Ella.
“Kakakku saja, sudah sangat cukup bagiku. Dia lebih dari cukup.”
Saat Michael akan pergi masuk ke dalam kastel, Ella menahan tangan Michael dan,
“Kakakmu bisa, kenapa aku tidak? Kau harus bertanggung jawab. Aku sangat membutuhkanmu.”
Michael melepas tangan Ella yang menahannya dan,
“Aku tak ingin menjadi seseorang yang dibutuhkan orang lain lagi.”
Michael pun masuk kedalam dan meninggalkan Ella yang masih berdiri di balkon.
Ella pun menyusul Michael yang telah turun ke lantai satu.
“Hei! Kau tak bisa menolakku begitu saja. Aku sudah menyelamatkan hidupmu waktu itu.”
Ella kembali menahan pundak Michael, dan berdiri di depannya.
“Aku sudah berterimakasih padamu, bukan? Karena bantuanmu saat itu, aku telah hidup sebagai pecundang.”
Michael pun kembali meninggalkan Ella yang berdiri di hadapannya.
__ADS_1
Ella mengejar Michael dan menarik tangannya,
“Jika berani pergi, akan kubunuh kau disini! Kau tak bisa melarikan diri! Kau milikku!”
Michael kembali melepas tangan Ella dan berjalan menuruni tangga.
Saat Ella mengikuti Michael menuruni tangga
*KLEK
*WUUT!!!
Kaki Ella terpeleset di tangga yang membuatnya hampir terjatuh, jika Michael tak memeluk dan menopang tubuhnya.
“Apa kau sudah gila? Kau ingin mati?” Michael memarahi Ella karena kecerobohannya.
Ella mencengkram kerah jaket Michael dan,
“Jangan pergi. Ayo tinggal bersama.”
“Lepaskan!”
Marco menyapa disaat mereka berdua sedang adu mulut.
“Kak.”
Michael melepas tangan Ella, lalu menuruni tangga dan menghampiri kakaknya.
“Kau tak apa? Apa kau baik-baik saja?”
Marco hanya menganggukkan kepalanya.
“Kau tidak boleh minum miras, Kak. Mari kita pulang.”
“Ini. Ini rumahku sekarang.”
“Apa?” tanya Michael yang bingung.
“Aku harus tinggal di sini mulai sekarang. Aku sudah berjanji.”
__ADS_1
“Apa maksudmu, Kak?”
“Aku dan Penulis Ella… Aku…”
Marco mengeluarkan kertas perjanjian yang telah ditandatanganinya, tentang kontrak kerja, dan meunjukkannya pada Michael.
“Aku seorang ilustrator sekarang. Penulis Ella menjadikanku sebagai pegawainya.”
“Berikan padaku.”
“Tak boleh. Ini milikku.”
“Dia sudah menekan kontrak. Dia sudah ku angkat menjadi ilustrator buku dongeng ku. Dia akan bekerja dan tinggal di sini,” sahut Ella.
“Pegawai akan tinggal di studio perekrut dan menggambar ilustrasi di sana,” timpal Michael.
“Sudah kubilang, bukan? Kau tak bisa lari dariku,” lanjut Ella.
Michael pun berusaha meminta kembali kertas yang dibawanya.
“Berikan itu padaku, Kak.”
“Tak mau. Ini milikku.”
“Itu tidak baik untukmu. Kau ditipu dengannya, Kak. Cepat berikan padaku!”
Marco mulai berjalan menjauhi Michael dan,
“Aku tak mau. Ini milikku. Aku mau menjadi ilustrator untuk Penulis Ella. Aku mau disini”
Michael pun berjalan mendekati kakaknya yang berjalan menjauh.
“Berikan!”
“Kak!”
“Ini akan menjadi rumah kita sekarang,” ucap Marco.
“INI BUKAN RUMAH KITA!”
__ADS_1