ELLA & MICHAEL

ELLA & MICHAEL
Dia Terus Mengikuti Kita!


__ADS_3

Pria gila yang bersama Ella pun merasa senang, karena Ella mengendarai mobilnya dengan kencang.


“Lihatlah! Dia terus mengikuti kita. Lebih cepat! Dia sudah semakin mendekat!”


Ella memang sengaja memperlambat laju mobilnya, agar dapat melihat Michael dari samping.


*TIIN!!!


*TIIN!!!


Michael membunyikan klakson mobilnya, yang sudah berjalan berdampingan dengan mobil Ella.


“Lihat itu. Hai, Sobat!!”


Pria gila itu malah tertawa dan menyapa Michael.


Michael membuka kaca jendelanya dan berteriak,


“Cepat menepi! Menepi sekarang!”


Ella malah menjulurkan lidahnya pada Michael dan,


“Aku tak mau.”


Ella kembali menginjak pedal gasnya dengan kencang, hingga membuat mobil Michael tertinggal cukup jauh.

__ADS_1


Michael pun terus berusaha mengejar mobil Ella, walau kecepatan mobilnya tak mampu mengejar mobil Ella.


Mobil Ella pun menuju ke suatu tempat, dimana ayah dari pria yang gila sedang melakukan pawai bersama para krunya.


Mereka melakukan pawai di tengah-tengah kota, agar seluruh masyarakat dapat memilih calon walikota yang baru, yang merupakan ayah dari seorang pria yang memiliki gangguan jiwa.


Saat mobil Ella sampai di tempat pawai, pria gila itu mengeluarkan setengah badannya melalui sunroof mobil, dan berteriak kepada seluruh masyarakat yang melihat pawai.


“Masyarakat kota Las Vegas!! Jangan memilih kandidat nomor dua!”


“Dia munafik dan suka mendiskriminasi! Aku mengetahui hal itu, karena aku anak bungsunya yang tak dianggap! Jangan pilih dia!”


Pria gila itu berteriak-teriak dari sunroof mobil, dengan mobil Ella yang masih memutari tempat pawai itu.


*NINU NINU!!!


Mobil Ella pun berhenti di tempat di sebelah panggung, tempat ayah dari seorang pria melakukan bagi-bagi makanan.


“Hei, burung kecil! Ayo bermain disini!”


Pria gila itu tersenyum pada Ella, lalu turun dari mobilnya.


Kemudian, pria gila itu berlari di antara masyarakat kota yang sedang mengantri untuk mendapatkan sembako dari calon wali kota.


Pria gila itu naik keatas panggung dan menuju mimbar, tempat calon walikota memberi sambutan.

__ADS_1


“Check. Check. Tes satu, dua, tiga.”


Pria itu mengambil mic dan,


“Halo, hadirin! Namaku Jack. Aku adalah anak bungsu dari calon kandidat walikota, Robert. Dia adalah ayah kandungku.”


Semua orang yang berada disekitar itu pun mulai mendekat ke panggung dan mulai mengambil foto dan video.


“Aku adalah pasien dengan gangguan jiwa. Benar. Aku adalah Itik Buruk Rupa dalam keluarga kami.”


Robert pun pingsan saat membagikan sembako, karena syok saat melihat anaknya yang tiba-tiba muncul di atas panggung.


“Aku adalah aib keluarga kami.”


Jack terus berbicara dengan keras diatas panggung menggunakan mic yang ada.


Ella yang melihat aksi pria itu dari kejauhan, hanya tersenyum dan menikmati pertunjukannya.


Begitupun dengan Michael yang baru datang, Michael bergegas turun, keluar dari mobilnya dan melihat aksi pria gila yang berada di atas panggung.


“Seperti yang kalian lihat, seluruh keluargaku, termasuk Ibu, Ayah, kakak-kakakku, bahkan sepupu sampai keponakan, mereka lulusan Universitas terbaik di kota ini.”


“Hanya aku yang bodoh di keluargaku. Meskipun begitu, itu bukan sepenuhnya salahku.”


“Aku hanya terlahir dengan sedikit kekurangan. Aku dipukul karena nilaiku buruk. Diabaikan karena tak pandai belajar. Dikurung karena membuat masalah.”

__ADS_1


Michael yang mendengar perkataan Jack itu ikut terharu dengan kehidupan yang dialaminya, dia menghargai itu.


__ADS_2