
“Sial! Rupanya banyak sekali ****** gila yang berada di rumah sakit jiwa ini.”
Pria itu pun mulai mendekati Ella.
“Kau mau dirawat di sini juga? Dasar bajingan gila,” ucap Ella tanpa rasa takut.
*PLASSS!!!!
“SIALAN!”
Pria itu menampar wajah Ella hingga tersungkur jatuh ke tanah.
“Berdiri kau ******. Kau tak bisa berdiri? Kubilang berdiri. Cepat berdiri!”
*BUKKKK!!!!!!
Sebelum pria itu menarik baju Ella dan memaksanya untuk berdiri, tiba-tiba Michael datang dari belakang, menarik baju pria itu, lalu meninju wajahnya dengan keras hingga terjatuh.
Tinjuan keras dari Michael membuat pria itu terbaring tak berdaya di tanah.
Michael yang masih belum puas memberinya pelajaran pun mendekatinya dan akan memukulinya kembali.
“Michael!! Hentikan! Itu tidak benar.”
Salah satu perawat pria lainnya menahan tangan Michael yang sudah siap menghantam pria yang memukul Ella.
Michael pun menurunkan tangannya dan menarik nafas dalam-dalam.
Michael berdiri dan menghampiri Ella yang masih terduduk di tanah.
__ADS_1
“Kau tak apa?”
Michael membantu Ella untuk berdiri.
“Tidak. Sakit. Sangat sakit.”
Ella mulai menangis saat Michael bertanya keadaannya.
Michael memegang pipi Ella yang memerah akibat ditampar dan mengusap air matanya.
Setelah kejadian itu, Michael dipanggil ke ruang direktur. Disana terlihat Michael, Marco, Rose dan direktur sendiri.
“Apa tindakanmu, Pak, atas semua kekacauan ini?” tanya Rose.
“Secara teknis, ini pembelaan diri…”
Rose tak setuju dengan direktur yang akan memberikan permintaan maaf pada Michael.
Sepertinya Rose juga sangat ingin Michael tak bekerja lagi di rumah sakit itu.
“Ini bukan hanya soal perawat Michael, tapi kehormatan RSJ OLDER..”
“Kalian dengar itu? Cari solusinya sendiri,” potong direktur yang sudah mulai malas menanggapi Rose.
“Maafkan adikku. Maafkan aku. Adikku.. Maaf… Aku kakaknya. Aku akan bicara dengannya.”
Marco terbata-bata menjawab direktur.
“Aku akan menerima hukuman. Apa pun itu,” ucap Michael dengan lantang.
__ADS_1
“Memecatmu mungkin berlebihan, tapi menegur juga tidak cukup.”
“Kau harus diskors. Kau juga tidak digaji selama diskors. Kemasi barangmu.”
Direktur pun memutuskan untuk memberikan hukuman dengan menskors Michael.
Sebenarnya, si direktur tak ingin memecat Michael, akan tetapi ada Rose disampingnya, yang tak setuju jika ia hanya memaafkan Michael.
Michael melepas kartu perawatnya dan meletakkannya di meja direktur, lalu keluar pergi dari sana.
Saat akan mengemasi barangnya, Michael bertemu Jane yang sedang berada di lobi.
“Kau sungguh ingin pergi begitu saja? Bisakah kau meminta maaf saja dan mengatakan itu tidak sengaja?”
Jane berusaha agar Michael tak jadi meninggalkan RSJ.
“Itu disengaja, Jane. Maafkan aku.”
Michael pun meninggalkan Jane dan bergegas mengemasi barangnya.
Para pasien lain pun ikut bersedih saat ia mendapat hukuman skors. Semua pasien membanggakan sosok Michael yang berani membela salah satu teman pasien mereka.
Setelah selesai mengemasi barang-barangnya, Michael berlari keluar dari rumah sakit dan menemui Ella yang menunggunya di taman.
Ella berlari dan tersenyum gembira, saat ia menghampiri Ella. Akhirnya, ia dapat melepaskan amarah yang selama ini ditahan olehnya.
“Aku diskors. Mereka juga tak menggajiku selama skors. Aku kemungkinan akan dituntut atas hal ini. Semuanya begitu kacau.”
Michael meletakkan ranselnya di depan Ella dengan tersenyum, menunjukkan rasa kepuasan di dalam dirinya.
__ADS_1