ELLA & MICHAEL

ELLA & MICHAEL
Tapi Aku Yang Melunasi Setengah.


__ADS_3

Jane pun kaget, saat melihat Tom dan ibunya yang sedang makan bersama di kantin.


Jane menghampiri ibunya, lalu mengajaknya berbicara di dapur.


Ternyata Ibu Jane berniat mengajak Tom dan Feli untuk tinggal bersama di rumahnya.


Entah bagaimana cara Tom membujuk Ibu Jane, hingga ia mau mengizinkan Tom dan Feli untuk tinggal di rumahnya.


“Aku tak mau. Ayolah. Tidak boleh.”


Jane membujuk ibunya dan tak setuju, jika mereka harus tinggal di rumahnya.


“Memangnya kenapa kalau kau tak suka? Aku yang memiliki rumah itu.”


“Tapi aku yang melunasi separuh hipotetiknya, Ibu.”


“Astaga. Cobalah berbaik hati. Dia kasihan sekali. Tak ada kenalan di Kota Las Vegas. Bahkan tak punya uang karena usahanya bangkrut.”


“Kenapa Ibu mau membantu dia? Itu bukan urusan kita.”


“Kenapa begitu? Dia mantan CEO perusahaan penerbit tempat Marco sekarang membuat ilustrasi.”


“Tapi kita tidak mempunyai kamar kosong.”


“Ibu…”


“Jangan bilang Ibu akan memberikan kamar lantai dua, tempat Michael dan Marco tinggal sebelumnya.”


“Bagi dua.”


“Apa maksudmu, Bu?”


“Kita bisa menempatkan Tom dikamar Jim, dan Feli akan tinggal denganmu, dia bisa tidur di bawah, dan kau di ranjang.”


Dengan berat hati, Jane mengiyakan permintaan ibunya.


Setelah beibicara dengan Ibu Jane, Tom pun kembali ke mobilnya.

__ADS_1


Saat akan masuk kedalam mobil, Michael yang baru sampai dari luar pun menghampiri Tom.


“Hei!”


Tom yang melihat Michael mendatanginya pun bergegas membuka pintu dan memasuki mobil.


*BRAKK!!


Michael menendang pintu mobil Tom dan menutupnya kembali, sebelum Tom memasukinya.


“Kenapa kau? Ada apa? Kau mau mengusirku dari sini juga?”


Tom terus mengomel saat Michael menghampirinya.


“Katamu tiap Ella tersenyum, dia menjual satu buku. Penulis hanya perlu menulis. Dia bukan pesohor atau apa pun itu. Kenapa dia harus berlebihan menghibur penggemar?”


“Karena cara berbisnismu yang rendahan itu, dia memuji keren kepada sembarang orang, dan membuat hati dengan jarinya.”


“Bahkan membiarkan pinggangnya disentuh dan makan dengan pria yang baru dikenal!”


“Karena dipaksa tersenyum, hanya ujung mulutnya saja yang naik. Dia lebih mirip seperti joker.”


“Apa maksud pembicaraanmu?” tanya Tom.


“Sial! Lakukan saja pekerjaanmu dengan benar!”


Michael pun kembali ke rumah sakit setelah puas memaki Tom.


***


Malam hari di kastel Ella, terlihat Ella yang sedang duduk sendirian dan melihat referensi buku untuk dijadikan dongeng terbarunya.


*KLEK!!!


“Aku pulang!!!!”


Marco membuka datang membuka pintu dan bergegas menuju kamarnya.

__ADS_1


“Halo, Kak!” sapa Ella.


“Sial! Aku sedang malas menulis.”


Ella kembali meletakkan buku dan pulpennya dan memegang boneka kecil yang diberi oleh Michael semalam.


“Aku sangat bosan!” gumam Ella.


Ella pun pergi ke kamar Marco untuk mengajaknya bermain.


*BRAK


“KAK!”


Ella membuka pintu Marco tanpa mengetuknya dahulu.


“Ketuk pintu. Seharusnya mengetuk pintu.”


“Ayo main denganku. Kau bisa bermain poker?”


“Itu…. Itu. Itu Mozza.”


Marco menunjuk boneka kecil yang dibawa Ella.


“Bukan. Aku mengajakmu bermain poker, bukan Mozza.”


“Itu Mozza, milikku.”


“Sekarang milikku. Michael memberikanku ini.”


“Tidak! Mozza… Pada Mei 2000, Michael membuatkannya untukku. Mozza memakan mimpi buruk. Aku…”


“Pada Juni 2020, aku mengadopsi Mozza. Sekarang dia menjadi milikku.”


“Tak bisa. Aku tak pernah melepasnya. Kenapa bisa mengadopsi? Mozza milikku.”


Marco berusaha merebut boneka kecil itu dari tangan Ella.

__ADS_1


“Milikku.”


“Tidak. Itu milikku.”


__ADS_2