
Ponsel Ella pun berbunyi. Ella melihat siapa yang menelponnya melalui bluetooth yang tersambung di mobilnya.
Ternyata, itu telepon dari Tom.
Ella pun mengangkat telepon itu.
“Dimana kau, Ella? Katakan dimana kau!!!”
Ella hanya tersenyum saat mendengar Tom yang berteriak.
“Apa kau tahu ‘The Red Shoes’ karya Hans Christian Andersen?”
“Apa yang sedang kau bicarakan? Aku bertanya, dimana kau sekarang?”
Tom bingung dengan ucapan Ella yang jauh dari topik.
“Seorang gadis kecil memakai sepatu merah kemanapun ia pergi, walaupun pergi ke tempat yang khusyuk dan takzim.”
“Sekali memakai sepatu itu, kakinya mulai bergerak dan menari dengan sendirinya. Dia tak bisa menari tanpa henti, ataupun melepaskan sepatu itu.”
“Walaupun begitu, sang gadis tak mau melepaskan sepatu merah itu.”
“Walaupun pada akhirnya algojo maju dan memotong pergelangan kaki sang gadis, kedua kakinya yang terputus terus menari tanpa henti.”
“Kaki itu terus menari dengan tetap menggunakan sepatu merah itu.”
“Ada beberapa hal yang tak bisa terpisahkan, walaupun dipisahkan secara paksa.”
“Astaga. Kau malah membuat dongeng sendiri, saat aku sedang bertanya dimana kau berada. Jangan-jangan……”
__ADS_1
Tom pun sudah mulai curiga, jika Ella akan berangkat ke kota Las Vegas dan menemui Michael yang telah pindah lebih dahulu.
“Itulah sebabnya, obsesi itu sangat agung dan indah.”
“Dan pada akhirnya, aku akan segera menemukan sepatu merahku.”
*TUUUT!!!!
Ella pun langsung mematikan teleponnya saat itu.
Ella menambah kecepatan mobilnya lebih cepat lagi agar sampai di Las Vegas, di rumah sakit panti jompo OLDER, lebih tepatnya.
Entah dari mana Ella mengetahui, bahwa Michael akan bekerja disana.
Beberapa jam kemudian, Ella telah sampai di rumah sakit panti jompo OLDER.
*JEDARRRR!!!!
Suara petir pun terdengar sangat keras, saat mobil Ella berhenti tepat di halaman rumah sakit.
Tapi petir bukanlah hal yang menakutkan bagi perempuan seperti Ella.
Tepat sebelum Ella keluar dari mobilnya,
*BYURRR!!!
Hujan pun turun yang langsung membasahi taman-taman sekitar rumah sakit.
Ella mengambil payung berwarna hitam di baris bangku kedua, lalu keluar dari mobilnya menggunakan payung itu.
__ADS_1
Ella berjalan dengan santainya dibawah payung, menuju rumah sakit panti jompo OLDER.
Para pasien pun terlihat ada yang berjalan bersama para perawat untuk segera kembali ke dalam rumah sakit, setelah bermain di taman.
Ella terus meneruskan langkahnya hingga ia sampai di depan pintu masuk rumah sakit.
Dengan santainya, Ella melemparkan payungnya ke halaman luar, lalu bergegas masuk ke dalam rumah sakit itu.
Ella berjalan melewati lorong rumah sakit yang terlihat sepi, karena semua perawat sedang membantu para pasien untuk kembali ke kamarnya masing-masing.
Saat Ella telah sampai di resepsionis, ia melihat Michael yang sedang menerima telepon di meja resepsionis.
Ella tersenyum, dan terus berjalan mendekat kearah Michael.
Setelah Michael selesai menerima telepon, ia sangat terkejut saat melihat Ella yang telah berada disana dan berjalan mendekatinya.
Sekarang, mereka berdua pun saling berdiri berhadapan dan menatap satu sama lain.
“Kenapa… Kenapa kau ada disini?”
Ella pun tersenyum dan menjawab,
“Menurutmu sendiri, Kenapa aku bisa kemari? Tentu saja karena aku sangat merindukanmu.”
Michael langsung terdiam, saat mendengar ucapan Ella itu.
Mereka saling bertatapan sejenak, sebelum Michael mengajak Ella pergi ke suatu tempat.
“Ikut aku!”
__ADS_1