ELLA & MICHAEL

ELLA & MICHAEL
Ini Mobil Dua Ratus Ribu Dolar?!


__ADS_3

Di dalam mobil Ella, Marco bergumam dan mengagumi betapa mewahnya mobil Ella yang sedang ia naiki.


“Berapa.. Berapa ini. Berapa harga mobil ini? Lebih dari seratus ribu dollar? Apa dua ratus ribu dollar?”


Marco terus bertanya-tanya pada Ella yang sedang menyetir dan memegang semua yang ada di mobil, mulai dari, jendela, dasbor, hingga jok.


“Sekitar seribu kali lipat lebih dari yang kau sebutkan,” jawab Ella.


Marco hanya menunduk dan kembali bertanya.


“Penulis Ella mempunyai banyak uang? Ada berapa banyak?”


“Seribu kali lebih banyak dari yang kau punya, Kak. Uangku tak terbatas hingga tujuh turunan ku.”


“Aaaa….” Marco memalingkan wajahnya menghadap jendela, karena terkejut dengan ucapan Ella.


“Hahaha. Apa kau suka uang?” tanya Ella.


“Ya. Aku suka uang. Aku juga suka mobil. Aku juga suka dengan Penulis Ella, seratus hingga dua belas ribu kali lipat,” jawab Marco.


Ella hanya tersenyum mendengar ucapan konyol yang dilontarkan Marco.


“Kita mau pergi kemana? Gelap sekali jalanan ini.”


“Kita akan pergi ke kastel, tempatku tinggal. Katamu mau bermin denganku, bukan?”


“Ya. Aku mau bermain.”


Ella hanya tersenyum dan makin membawa mobilnya dengan kencang.


Beberapa saat kemudian, mereka telah sampai kastel yang berada di dalam hutan belantara.

__ADS_1


Marco mengikuti Ella yang berjalan masuk ke dalam kastenya.


Tak seperti orang pada umumnya yang takut saat masuk ke dalam kastel milik Ella, tanpa rasa takut sedikitpun Marco memasuki kastel itu.


Saat Marco telah berada di dalam kastel, pandangannya tertuju pada pajangan kepala rusa dan tanduk yang sangat besar.


Dengan melongo seperti orang autis pada umumnya, Marco terus memandangi pajangan yang megah itu.


“Apa aku boleh memegangmu?”


Marco bertanya pada pajangan kepala rusa, lalu memegangnya.


“Astaga!”


Marco menggaruk-garuk kepalanya sendiri, lalu kembali ke ruang tamu Ella yang sangat megah.


Sepertinya, Ella telah membersihkan seluruh rumahnya sebelum ia berniat mengundang Marco ke rumahnya.


“Wahhhh!!!”


Marco masih kagum dan melihat sekeliling kastel Ella.


“Kau suka tempat ini?” tanya Ella.


“Ya. Sangat suka.”


“Kau juga suka berada di sini?” lanjut Ella.


“Ya.”


“Kau mau tinggal disini denganku?”

__ADS_1


“Ya. Aku mau.”


Ella pun mengeluarkan kertas dan,


“Tanda tangan disini.”


“Ya.”


Marco mengambil kertas yang diberi Ella, lalu membacanya.


Kertas itu berisi kontrak kerja ilustrator. Ternyata, Ella berniat untuk mengangkat Marco menjadi ilustrator bagi buku dongengnya.


Dengan itu, Ella dapat mengajak Marco untuk tetap tinggal disana.


Dengan tinggalnya Marco di rumah itu, Ella yakin Michael pasti tak akan meninggalkan kakaknya, dan mau tidak mau, Michael harus tinggal di kastil bersama kakaknya.


“Mari ikut aku, Kak. Kita akan duduk bersama dan minum bir, sembari kau menandatangani kertas itu.”


Marco pun mengikuti Ella menuju meja makan yang cukup luas, yang diatasnya telah terdapat beberapa botol bir yang telah disediakan oleh Ella.


***


Malam harinya, terlihat Michael yang masih berada di rumah sakit pun bingung mencari kakaknya.


Michael mencoba menghubungi kakaknya berkali-kali, tapi tak diangkat sekalipun.


Saat ia mengelilingi rumah sakit, ia bertemu dengan salah satu seorang perawat, ia memberitahu Michael bahwa Marco pergi bersama Ella semenjak sore.


“Apa kau sedang mencari kakakmu, Michael?”


“Ya. Apa kau melihatnya?”

__ADS_1


__ADS_2