ELLA & MICHAEL

ELLA & MICHAEL
Akhir Bahagia sebuah Dongeng.


__ADS_3

“Apakah dia akan baik-baik saja ?” tanya Ella khawatir


“Ya! Dia hanya sedang tertidur karena efek obat yang disuntikkan padanya” jawab Direktur RS yang sekaligus dokter.


Hari sudah larut malam. Michael terbaring sendirian di kamar Ella. Tak lama kemudian ia sadarkan diri.


Ia melihat sekelilingnya kosong tak ada siapapun. Ia langsung teringat kakaknya. Ia keluar menuju kamar kakaknya. Dan dilihatnya kakaknya sedang tidur dengan tenang.


Saat ia berbalik, muncullah Ella di hadapannya.


“Kau sudah bangun?” tanya Ella


“Ya, aku merasa cukup lama tidur. Aku mengalami mimpi buruk” jawab Michael


“Itu semua bukan mimpi, namun kenyataan yang telah terjadi beberapa jam yang lalu,” jawab Ella.


Pagi ini Michael, Marco dan Ella sedang sarapan pagi di kastilnya. Hanya ada keheningan diantara mereka karena masih mengingat-ingat kejadian kemarin yang hampir menghabisi nyawa mereka.

__ADS_1


Ella memulai pembicaraan.


“Sepertinya lebih baik aku pergi dan menjauh dari kalian, karena jika kalian terus bersamaku, maka kalian akan selalu mengalami hal buruk dan menderita” ucap Ella lirih pada mereka


“Tidak, tidak, kau tidak boleh pergi. Kita harus selalu bersama. Kita adalah adik-kakak” ucap Marco yang tidak ingin Ella pergi


“Ya, betul kata Kak Marco. Apapun yang terjadi nantinya, kita akan selalu bersama dan saling melindungi” imbuh Michael


Mendengar hal itu, Ella juga sebenarnya tidak tega jika berpisah dengan mereka.


“Baiklah. Kita akan tetap bersama. Aku akan melanjutkan akhir cerita dongeng Penyihir dari Barat” ucap Ella dengan semangat.


Kini Marco sudah tidak merasa takut lagi untuk menggambar kupu-kupu. Lukisannya semakin sempurna.


Keesokan harinya, Marco keluar kastil menuju halaman kastil untuk menghirup udara segar. Namun, saat ia keluar, ia melihat sebuah mobil campervan. Ia sangat senang sekali.


Mobil itu berwarna putih, lengkap dengan fasilitas-fasilitas mewah di dalamnya.

__ADS_1


Ada dapur minimalis, toilet kecil yang cukup untuk diisi 1 orang, tentunya ada ranjang yang pas untuk sekedar merebahkan tubuh, ada televisi di dalamnya.


Atap mobilnya yang bisa dibuka, menandakan kita dapat melihat pemandangan dari atasnya.


“Wahhh, ini mobil yang aku inginkan. Mobil yang seperti ada di buku dongeng yang aku baca. Aku ingin piknik. Aku ingin berkemah di tepi pantai bersama adik-adikku” ucap Marco dengan sangat gembira.


Datanglah Ella bersama Michael. Michael juga terkejut melihat campervan yang ada di depannya. Ella hanya tersenyum bahagia melihat ini.


Ya, dia sengaja membelikan campervan untuk digunakan berkemah bersama Michael dan Marco.


“Mari kita bersenang-senang. Seperti akhir yang bahagia pada dongeng Penyihir dari Barat.”


“Ayo kita siapkan barang-barang dan kita pergi ke Incline Beach. Kita akan bersenang-senang di sana” ajak Ella kepada Michael dan marco


Akhirnya mereka berangkat menuju Incline Beach. Di sepanjang perjalanan mereka menikmati pemandangan-pemandangan indah. Tak lupa Marco mengabadikan setiap momen di ponselnya.


“Aku sangat senang kita bisa jalan-jalan seperti ini. Kita adalah keluarga” ucap Marco bahagia.

__ADS_1


“Terimakasih Ella, kau telah membuat hidupku dan Kak Marco menjadi lebih indah” ucap Michael pada Ella sambil memeluk pundaknya dan membawa dirinya agar bersandar di bahu Michael.


“Selalu temani aku apapun yang terjadi, Michael. Jangan pernah kamu lari dariku” balas Ella dengan kecupan kecil yang mendarat di pipi Michael.


__ADS_2