
“Hhh. Aku akan bicara langsung ke intinya saja. Keluarlah dari rumahnya. Kau dan kakakmu. Jangan tinggal disana.”
“Kenapa aku harus menurutimu?” tanya Michael.
“Karena seharusnya akulah yang berada di rumah itu. Kau tak akan pernah bisa mengurusnya. Tak semua orang bisa.
Aku sudah menahan segalanya dan menurutinya selama sepuluh tahun. Aku sudah mempertaruhkan hidupku, bahkan menjual jiwaku hanya untuk menjaganya, saat dia membuat masalah.”
“Kenapa kau lakukan itu? Untuk apa?”
“Tentu, karena aku peduli dengannya, dan….”
“Uang? Kau dapat banyak uang dari penjualan buku, bukan? ” potong Michael.
“Kau mendapatkan bayaran karena itu. Kenapa bicara seolah-olah kau telah berkorban?” Michael malah memojokkan Tom yang membuat Tom emosi.
“Apa maksudmu? Jaga ucapanmu! Jika aku hanya memanfaatkannya untuk mencari uang, aku sudah membuangnya sebelum perusahaanku bangkrut.”
“Hubunganku dan Ella bukan semata masalah uang. Hubungan kami tak semudah yang kau bayangkan! Hubungan kami tak seperti yang kau bayangkan!
“Lalu apa?” tanya Michael.
“Bagi Ella, aku adalah penerbit, guru, CEO, kakak, dan pria miliknya!”
“Huft,” Feli pun menertawai Tom saat mendengar ucapannya itu.
Dengan muka yang sedikit malu, Tom melanjutkan omongannya.
“Intinya, kau telah mencuri posisiku, jadi, silahkan menyingkir.”
“Aku tak mau pergi. Siapa kau berani menyuruhku?”
__ADS_1
Michael dengan santainya membantah ucapan Tom.
Tom sangat marah saat mendengar jawaban dari Michael. Ia sangat ingin memukul wajah Michael, akan tetapi ia sadar postur tubuhnya lebih kecil daripada Michael.
Karena kesal, Tom pun pergi dari sana meninggalkan Michael.
***
Malam harinya, terlihat Ella yang sudah berbaring di tempat tidurnya.
Setelah selesai mengisi kelas sastra di rumah sakit OLDER, Ella pulang lebih dulu, tanpa Michael dan Marco.
Ella sedang berbaring dan merenung memikirkan sesuatu.
Di luar kamar Ella, Michael telah membawakan makanan untuk Ella yang belum makan malam.
Michael pun mencoba untuk mengetuk kamar Ella,
*DOK DOK DOK!
“Kau meninggalkan ponselmu di rumah sakit. Ponselmu ada bersamaku saat ini.”
Ella pun tak menjawab sama sekali, dan terus melamun sendirian.
“Apa kau tidur?”
Setelah tak mendapat jawaban dari Ella, Michael pun meninggalkan sup dan nasi yang telah di tutup, di depan pintu kamar Ella.
Setelah sekian lama Ella melamun di kamarnya, ia pun tertidur.
Ella pun kembali mengalami kejadian mistis, seperti sebelumnya.
__ADS_1
Ella terbangun dari tidurnya dan tak bisa menggerakkan semua badannya, hanya dapat membuka matanya.
Ella kembali melihat sosok peremuan yang persis seperti ibunnya sedang menempel di atap kamarnya dan mulai mendekatinya.
Ella pun merasa sangat ketakutan dan akan menangis, tapi tak bisa berbuat apa-apa selain melihat sosok wanita itu.
Sosok itu berkata,
“Aku sudah memperingatkanmu, bukan?. Aku akan membunuh pangeran yang datang menyelamatkanmu. Kenapa kau malah membawanya kemari?”
*WHUSSS!!!
Bayangan itu menghilang seketika.
“MICHAEL!!!!! LARI!!!!!!”
Ella berteriak dan menangis sekencang-kencangnya.
Ella terus menangis seketika, saat sosok itu telah menghilang dari kamarnya.
Michael yang belum tidur pun mendengar Ella yang berteriak dan menangis.
“Ella!”
Michael berteriak dan bergegas menuju ke kamar Ella.
Saat Michael membuka pintu kamar Ella, ia melihat Ella dengan kondisi yang sangat acak-acakan dan menangis terisak–isak.
Dengan cepat, Michael menyadarkan Ella yang semakin menangis di kasurnya.
“Ella! Sadarlah!”
__ADS_1
Michael menopang tubuh Ella untuk duduk.
Ella malah semakin berteriak dan menjerit, lalu menyuruh Michael untuk segera pergi dari kastelnya.