
Ella disibukkan dengan para penggemarnya yang sedang mengantri, untuk berfoto dan meminta tanda tangan.
Raut muka Ella tampak berbeda, ia seperti sedang menunggu kedatangan Michael dan kakaknya.
Sebelum Marco memasuki gedung,
“Tunggu, Kak. Dengarkan aku baik-baik.”
“Ya.” jawab Marco dengan pandangan melihat ke dalam gedung.
“Kau bisa lihat toilet di ujung koridor?”
“Ya. Aku melihatnya.” Marco tetap menjawab iya, walau pandangannya menatap ke dalam gedung.
“Kau melihatnya?”
“Ya.”
Marco menjawab dengan nafas terengal-engal.
“Bagus. setelah kau menerima tanda tangan, aku akan melihatmu dari sana.”
“Setelah kau mendapatkan tanda tangannya dan berfoto bersama dengannya, datanglah padaku, lalu kita akan pulang bersama, dan kau akan kubelikan….”
“Buku Dinosaurus untukku.”
Marco memotong ucapan Michael dan berlari meninggalkan Michael untuk memasuki gedung itu.
“Kak. Jangan berlari! Pelan-pelan saja. Kau bisa terjatuh.”
__ADS_1
Michael akhirnya mengejar Marco yang berlari memasuki gedung.
Saat Marco melihat Ella yang tengah duduk di atas panggung, Marco bergegas untuk berlari mendekat.
Akan tetapi, Michael lebih dulu menahan tangan Marco agar tak menyerobot antrian yang sangat panjang.
“Tunggu, Kak.”
“Apalagi?”
“Kau harus mengantri. Jangan mendahului orang lain. Kau bisa saja dimaki oleh mereka.”
Michael kembali menarik tangan Marco dan menuntunnya ke belakang untuk berdiri dan mengantre.
“Berdiri dan mengantrelah disini! Aku akan menunggumu di tempat tadi. Kau mengerti?”
“Ya.”
Dari kejauhan, akhirnya Ella dapat melihat Michael yang pergi meninggalkan kakaknya, setelah sekian lama ia melihat ke seluruh sudut gedung.
Ella hanya tersenyum tipis, saat melihat bahwa Michael datang kesana.
Tom pun juga ikut hadir dalam acara itu. Tom terlihat sedang mengawasi kondisi gedung agar tetap kondusif.
Saat Tom sedang melihat buku-buku yang terpanjang di rak, seorang pria mendatanginya.
Pria itu adalah orang yang mengetahui seluk beluk tentang keluarga Ella, serta kepribadian Ella yang cenderung memiliki sifat psikopat.
“Ibunya, Ratu Fiksi Detektif. Anaknya, Ratu Dongeng Anak. Hebat sekali keluarga mereka.”
__ADS_1
Tom menoleh dan kaget melihat pria yang datang itu.
Tom sudah mengira bahwa pria itu akan meminta uang sogok untuk menutup mulutnya, karena telah mengetahui aib, dan seluk beluk keluarga Ella.
“Kenapa orang sibuk sepertimu bisa kemari?”
“Kudengar, kau meluncurkan buku baru. Aku datang kemari hanya untuk memberi selamat untukmu.”
“Aku secara khusus mengulas dan mengkritik buku-buku karya Penulis Ella.”
“Hahaha. Benar juga. Kau benar.”
“Tujuh buku karyanya masuk sepuluh besar, buku anak terlaris. Hebat sekali. Apakah itu karena wajah cantik yang ia miliki?”
“Ayolah. Bukan karena wajah cantiknya, tapi kemampuan menulisnya memang sangat luar biasa.”
Tom yang menyadari bahwa kedatangan pria itu hanya untuk meminta uang suap langsung mengajaknya keluar dari gedung itu, untuk memberi uang, lalu menyuruhnya pergi.
“Sebaiknya jangan mengobrol disini. Mari ikut denganku, sambil menikmati ‘Minuman Madu’.”
Tom menggandeng pria itu keluar agar tak membuat masalah disana.
Kembali ke Marco yang sedang berdiri mengantri dan telah sampai di tengah-tengah antrian.
Marco melihat seorang anak memakai kostum dinosaurus yang sedang mengantri jauh di depannya.
Anak itu sedang mengantri bersama kedua orang tuanya, untuk ikut berfoto dan meminta tanda tangan.
Marco yang sangat senang dan terobsesi dengan dinosaurus pun langsung berjalan melewati para antrian yang panjang, untuk menghampiri anak yang memakai kostum itu.
__ADS_1