ELLA & MICHAEL

ELLA & MICHAEL
Kau Akan Kabur Bersamaku, Kan?


__ADS_3

“Kau pernah bilang, kau ingin kabur bersamaku kapan pun aku mau. Aku ingin berpergian denganmu sekarang juga.”


Michael mengulurkan tangannya pada Ella yang sedang duduk di bangku taman.


“Ayo!”


Dengan wajah yang penuh harapan, Ella meraih tangan Michael yang mengajaknya.


Mereka berdua pulang menaiki mobil Ella dan disetir oleh Ella sendiri.


Di dalam mobil, tiba-tiba wajah Michael berubah seperti memikirkan sesuatu dan tampak beda dari sebelumnya.


“Kita mau pergi kemana? Apakah lebih baik ke luar negeri? Korea atau Jepang juga bagus.”


“Atau yang lebih panas. Bagaimana kalau Afrika? Taman Nasional Serengeti. Bagaimana?”


Michael masih melamun dan terdiam, saat Ella sedang berucap.


Ella menoleh pada Michael dan melihat ada yang berbeda dari tatapannya.


“Apa kau menyesal? Kau telah memukul pria itu?”


Michael pun menoleh saat Ella menanyakan itu.


“Tidak. Bukan begitu,” jawab Michael.


“Memang seharusnya jangan begitu. Kau membuatku kagum dengan memukul pria itu, dan mengajakku bepergian. Jangan bilang kau menyesal.”


“Tidak. Bukan begitu. Aku tak menyesal.”


“Baguslah. Kalau begitu, ayo pergi ke Serengeti.”


“Aku tak punya paspor.”

__ADS_1


“Memangnya kau dari planet lain? Zaman sekarang tak punya paspor?”


Ella kaget saat mengetahui Michael yang tak mempunyai paspor.


‘Ya. Benar. Aku memang tak punya.”


“Kalau begitu, ayo kita pergi ke Meksiko.”


“Mustahil jika kesana hanya sehari.”


“Sehari? Apa kau bercanda?” Ella yang mulai tanya dengan nada tinggi.


“Kau pernah mengajakku ke gunung atau ladang. Sehari cukup, kan?” tanya Michael dan tak mau memancing emosi Ella.


“Baiklah. Kita akan pergi satu malam.”


“Jika bermalam, Marco harus ikut,” ucap Michael.


“SIAL!”


Ella membawa mobil itu dengan kencang, dan seperti akan menabrakkan mobilnya ke tepi jurang.


“Hei! Apa yang kau lakukan?”


Michael mulai panik karena Ella mengebut dan seperti akan menabrakkan mobilnya ke jurang tepi pantai.


“Pikirkan sebelum dijawab. Mau bepergian sehari atau bermalam denganku?”


“Hentikan Ella!”


“Pilih bermalam denganku, atau mati bersamaku?”


Mobil Ella semakin mendekati tepi jurang itu.

__ADS_1


“ELLA!!!!!!!!!!”


*CITTTTTTT!!!


Mobil Ella tepat berhenti di pagar pembatas jurang, dan hampir menabrak dan terjatuh bersama, jika Ella tak menginjak pedal rem.


Michael yang ketakutan pun membuka matanya, dan melihat mobil itu tak jadi menabrak dan terjatuh ke jurang.


“Kau gila? Jangan bercanda sambil mempertaruhkan nyawa!”


“Aku tak bercanda,” jawab Ella dengan muka sangat kesal dan emosi.


“Ayolah, Ella. setidaknya hitung sampai tiga sebelum kau bertindak impulsif!”


“Apa kau berhitung sampai tiga sebelum kau memukul pria itu?”


Ella membalikkan ucapan Michael yang membuat Michael terdiam.


“Turun! Turun dari mobilku! Tiap bersamamu, aku selalu ingin menabrakkan diriku dan mati bersamamu.”


Tanpa pikir panjang, Michael pun turun dari mobil Ella.


*BUKK!!


Ella membuang keluar tas Michael yang tertinggal di mobilnya.


Michael hanya tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya saat melihat Ella yang ngambek.


Ella pun pergi dengan mobilnya meninggalkan Michael di tepi jurang pantai.


Di dalam mobilnya, Ella masih marah-marah dan uring-uringan sendiri dengan Michael yang membuatnya kesal.


“Sialan! Michael bajingan! Dia bilang ingin mengajakku bepergian. Apa dia mempermainkanku? Sialan. Beraninya dia mempermainkanku. Aku akan membunuhnya!”

__ADS_1


Ella terus mengumpat dengan nafas yang terengal-engal karena kesal pada Michael.


__ADS_2