
Michael menggandeng tangan Ella menuju teras rumah sakit untuk berbicara.
Saat Michael menggandeng tangan Ella, Jane yang baru selesai mengurus pasien melihat mereka berdua berjalan bersama menuju teras.
Sesampainya di teras, Michael melepaskan tangannya dan,
“Bukankah sudah kubilang padamu, jangan sampai kita bertemu lagi?”
“Itu hanya komitmen yang kau buat sendiri, bukan komitmen yang kau buat bersamaku.”
Ella kembali melangkah, mendekatkan tubuhnya ke tubuh Michael.
“Kau mau apa?”
Michael yang tak tahu, apa yang akan dilakukan Ella.
“Aku hanya kagum. Kau tumbuh dengan baik. Ini bukan hanya pertumbuhan, tetapi evolusi.”
“Apa kau mengenalku?”
Michael masih bertanya karena memang benar-benar tak mengerti, apa maksud ucapan Ella.
“Aku mencoba lebih mengenalmu. Kapan kau selesai bekerja? Aku belum makan apapun sejak aku berangkat kemari. Aku sangat lapar sekali saat ini.”
“Kau mau apa dariku? Kau pasti tak mau pergi, sebelum kemauanmu terpenuhi. Cepat katakan! Kau mau apa?”
tanya Michael yang tak mau berbasa-basi.
“Apakah aku boleh mengambil dan meminta semauku, lalu pergi?”
__ADS_1
“Ya. Tentu. Kau boleh melakukan itu.”
“Dirimu! Akan kuambil dan pergi. Aku menginginkan dirimu, Michael.”
“Kenapa harus aku?”
“Karena aku terus menginginkanmu.”
“Apa alasanmu mengingi…..”
“Karena kau tampan.”
Ella menjawab dan memotong ucapan Michael yang membuat Michael kembali terdiam.
“Kau pasti sudah mengerti. Seperti baju, tas, mobil, dan sepatu. Jika mereka bagus, aku pasti menginginkannya.”
“Bukankah begitu? Haruskah ada alasan lain untuk menginginkan sesuatu?”
Ella pun bertanya balik pada Michael, yang membuat Michael tak bisa menjawab pertanyaan Ella.
“Nona Ella.”
Dari kejauhan, Rose yang merupakan senior Jane, sekaligus kepala perawat di rumah sakit itu memanggil Ella.
Ella pun menolehkan kepalanya, dan melihat siapa yang memanggilnya.
“Jika memungkinkan, Direktur ingin berbicara dengan wali pasien.”
Rose memanfaatkan momen itu, saat Ella datang ke rumah sakit, agar ia mau menemui Direktur, dan syukur-syukur, jika dia mau menemui ayahnya yang sedang dirawat disana.
__ADS_1
Ella pun menyetujui ucapan Rose, lalu berjalan mengikutinya menuju ruang direktur.
Begitupun dengan Michael yang menghela nafas panjang, karena terselamatkan dari pertanyaan Ella yang sangat menjebak.
Ella dan Rose pun telah memasuki ruang Direktur rumah sakit.
“Senang bertemu denganmu, Nona Ella. Silahkan duduk!”
“Tak perlu!”
Ella malah berjalan-jalan mengelilingi ruangan direktur itu, dan melihat-lihat beberapa patung dan lukisan yang berada disana.
“Intinya, kita harus menunggu proses penyembuhan pasien, Nona Ella.”
“Namun, karena kognitif pasien terganggu sejak awal, dia mungkin tidak mampu mengenalmu, meskipun kau putrinya.”
“Pasien yang mengalami gangguan mental dan tumor otak seperti ayahmu, sangat sulit untuk disembuhkan.”
“Meskipun tabib legendaris, Hua Tuo, bangkit dari kuburnya, tetap saja mustahil untuk menyembuhkannya.”
“Dia menderita gangguan memori, halusinasi, dan gangguan pendengaran. Dia juga ketakutan tanpa alasan. Bicaranya saja bahkan melantur. Gejala yang dialami pasien sangatlah buruk.”
“Seperti orang yang kesurupan.”
Ella menyahut perkataan direktur, saat ia masih melihat barang-barang yang terletak di ruang direktur.
“Apakah perlu aku memanggil seorang dukun untuk mengusir arwah?” lanjut Ella yang malah tak serius.
“Aku bisa menuliskan resep yang jauh lebih efektif daripada memanggil dukun untuk mengusir arwah.”
__ADS_1