ELLA & MICHAEL

ELLA & MICHAEL
Kenapa Terkejut, Pembunuh!


__ADS_3

Michael pun melepas tangannya dari lengan Ella yang tertahan di tembok, saat mendengar ucapan Ella, mengatakan bahwa dirinya munafik.


“Hahahaha. Kenapa kau terkejut? Aku tak menyebutmu seorang pembunuh, padahal.”


Wajah Michael yang semakin merah dan tak karuan pun, membuat Ella semakin senang.


“Lihatlah wajahmu. Ada apa dengan ekspresimu? Orang akan mengira, semua yang kukatakan itu benar.”


“Semua orang munafik. Mereka hidup dengan penuh kebencian, lalu pura-pura tak benci.”


Michael pun teringat pada Marco yang selalu menyusahkannya, saat Ella mengucapkan hal itu.


Ella pun mendekatkan wajahnya ke Michael dan,


“Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini Michael.”


Ella pun pergi meninggalkan Michael di ruangan itu.


Saat Ella berjalan melewati ruangan lain, Ella melihat ayahnya yang tak berdaya sedang duduk di kursi roda, ditemani oleh salah satu perawat di rumah sakit itu.


Saat Ella terus berjalan dan akan melewati ayahnya yang sedang duduk di kursi roda, Ella teringat saat masa kecilnya.


Ella pernah hampir dibunuh oleh ayahnya sendiri dengan mencekik leher Ella dengan kencang.


Dan Ella melihat luka di tangan ayahnya yang ia buat, saat berusaha melepaskan diri dari ayahnya yang sedang mencekik.


Ayah Ella yang sadar melihat Ella pun mulai mengangkat tangannya dan menunjuk-nunjuk Ella.


“Aa… Aaa… AAA!!!”


Roy berusaha untuk menunjuk, dan mengatakan bahwa ia melihat Ella.

__ADS_1


“Pak Roy!!”


“Pak Roy, ada apa?”


Salah satu perawat menghampiri Roy dan bertanya.


Tanpa memperdulikan ayahnya, Ella terus berjalan melewati, menuju ke lantai utama.


Di tempat resepsionis, terlihat Marco yang sedang bingung dan mondar mandir, mencari Michael.


Marco mencoba menghubungi Michael dengan ponsel jadul yang selalu dikalungi olehnya.


Tetap saja Michael tak bisa dihubungi olehnya.


Saat Marco melihat ke pintu keluar, ia melihat Ella yang baru keluar dari sana meninggalkan rumah sakit.


Marco pun bergegas berjalan, dan mengikuti Ella yang dilihatnya sekilas.


“Ohh.”


“Penulis Ella.”


Marco yang sudah sampai halaman rumah sakit melihat sekelilingnya dan mencari Ella.


“Hei. Apa kalian melihat Penulis Ella? Penulis Ella.”


Marco bertanya-tanya pada pasien yang sedang bersantai di halaman luar.


“Penulis Ella. Dimana kamu? Aduh.”


Maro terus berjalan dan melihat sekelilingnya, hingga Michael datang menghampirinya.

__ADS_1


“Kak!”


“Penulis Ella.”


“Kenapa kau berada disini? Aku mencarimu sejak tadi.”


“Penulis Ella ada di sini. Aku tadi melihatnya sekilas. Kemana perginya? Apa kau melihatnya?”


“Kau salah lihat, Kak. Wanita itu tidak disini.”


“Bukan ‘wanita itu’ tapi Penulis Ella.”


“Ya. Terserah kamu saja. Untuk apa memang Penulis Ella kemari? Kau pasti salah lihat.”


Michael berbohong dan meyakinkan Marco.


“Ayo ikut aku. Kau pasti salah lihat. Kau sudah terlambat. Direktur sudah menunggumu.”


Michael menarik tangan Marco untuk kembali masuk ke dalam rumah sakit.


“Aku yakin melihat Penulis Ella.”


“Setelah kau di ruang direktur, kau harus bersikap sopan padanya. Kau mengerti, Kak?”


“Ya. Aku harus sopan disana.”


Michael ingin membawa kakaknya pada direktur rumah sakit OLDER yang juga pernah menjadi dokter tentang kejiwaan.


Sesampainya mereka di depan ruang direktur, Michael menyuruh Marco masuk kedalam ruangan, sedangkan Michael akan menunggunya di luar.


“Oh. Kau datang. Duduklah.”

__ADS_1


Direktur menyambut Marco dan menyuruhnya untuk duduk.


Dengan muka yang bingung, Marco hanya menuruti direktur dan duduk di kursi yang telah disediakan.


__ADS_2