
“Kulihat dia pergi dengan Penulis Ella, saat sore tadi. Apa kau tak bisa menghubungi kakakmu?”
Michael pun menggelengkan kepalanya dan,
Perawat itu pun kembali meneruskan langkahnya.
Begitupun Michael yang langsung mengeluarkan ponsel dan mencoba menghubungi Ella.
Ella pun mengangkat telepon dari Michael.
“Dimana kakakku?” tanya Michael.
“Dia ada bersamaku,” jawab Ella dari telepon.
“Aku sudah memperingatkanmu untuk menjauhi kakakku.”
“Aku hanya memaninya karena bosan. Kau mau menjemputnya?”
“Dimana kau?”
“Di kastel terkutuk.”
“Baiklah. Aku akan segera kesana.”
“Apa kau tahu tempatnya?”
“Ya.”
“Bagaimana kau bisa tahu?”
“Aku pernah kesana. Saat aku melarikan diri, setelah kau menyelamatkanku kala itu.”
__ADS_1
Ternyata benar, Michael pernah pergi ke rumah itu saat ia masih kecil.
Michael pun langsung melarikan diri dari rumah itu, saat melihat Ella yang membelah kupu-kupu menjadi dua.
“Apa kau sudah tahu sebelumnya? Sejak kapan kau mengetahui itu?
Ella pun juga kaget, bahwa Michael telah mengetahui semua.
“Kita bertemu disana,” ucap Michael yang lalu menutup teleponnya.
Michael pun bergegas pergi ke kastel terkutuk, tempat Ella tinggal.
Di dalam kastel, terlihat Marco yang sudah teler setengah sadar di meja makan, akibat terlalu banyak bir yang ia habiskan.
Ella yang duduk disamping Marco pun mulai bercerita untuk Marco yang setengah sadar.
“Kak. Mau mendengar sebuah cerita lama?”
“Ya,” jawab Marco dengan mata sayup.
“Sang ibu selalu mengatakan kepadanya putrinya, bahwa dia terlalu istimewa untuk hidup bersama orang lain di luar kastel.”
“Sang ibu menyuruhnya tinggal di kastel itu selamanya. Bagi Sang Gadis, kastel itu seperti penjara.”
“Dia selalu berdoa kepada bulan. ‘Tolong kirimkan pangeran tampan untuk menyelamatkanku.’ Apa ia akan datang hari malam ini? Apa dia akan datang esok hari?”
“Sang Gadis terus menunggu kedatangannya.”
***
Beberapa saat kemudian, Michael telah sampai di gerbang depan kastel.
__ADS_1
Michael berhenti sejenak dan kembali mengingat masa kecilnya, yang pernah kabur dari sana, karena ketakutan melihat Ella membelah kupu-kupu.
Michael pun membuka pintu gerbang, lalu masuk berjalan ke dalamnya.
Saat Michael telah sampai tepat di depan kastel, ia melihat Ella yang berdiri di balkon kastel nya memakai gaun serba putih, layaknya bidadari.
Mereka pun saling bertatap-tatapan memandangi satu sama lain.
Tanpa pikir panjang, Michael pun masuk kedalam kastel dan menyusul Ella yang sedang berdiri sendirian di balkon.
Michael memasuki rumah dan menaiki tangga, menuju tempat Ella berdiri.
Sesampainya Michael disana, ia langsung ditanya oleh Ella yang telah menunggunya.
“Sejak kapan kau tahu? Kapan kau tahu diriku yang sebenarnya?”
“Mungkin aku mengetahuinya, sejak pertama kali aku menatap matamu,” jawab Michael.
“Waaah!!!! Kemampuan aktingmu sungguh membuatku merinding. Kau pantas mendapatkan piala Oscar.”
“Apakah menyenangkan bagimu? Kau jahat sekali saat berpura-pura tak mengenalku. Apa kau berani mempermainkanku?”
Ella terus bertanya dan memojokkan Michael.
“Kau pun juga sama….”
“Aku?” potong Ella.
“Aku tak berpura-pura tidak mengenalmu.”
“Aku tahu itu. Kau hanya ingin perhatianku, tapi aku yang menghindar. Aku ingin pura-pura tak mengenal dan mengabaikanmu,” tegas Michael.
__ADS_1
“Kenapa kau melakukan itu?” tanya Ella.
“Bukankah aku sudah bilang malam itu? ‘Dia menyelamatkanku, tapi aku yang malah kabur. Seperti pengecut’ Setelah itu, aku terus melarikan diri darimu.”