
“Lari!!! Lari. Cepat Lari dari sini, Michael!”
“Tak apa-apa, Ella. Tenanglah.”
“Lari… Cepatlah lari! Cepat keluar dari sini!!!”
Ella mencengkram kaos yang dipakai Michael dengan kencang.
Michael memegang pundak Ella dan,
“Tak apa, Ella. Itu hanya mimpi.
Michael yang tak tega melihat Ella pun langsung memeluknya, saat ia masih berteriak dan menangis terisak-isak.
“Baiklah. Aku tak akan pergi. Aku akan tetap disini bersamamu, Ella.”
Michael mengelus-elus kepala Ella untuk menenangkannya, dan agar berhenti dari tangisannya.
Ella pun mulai tenang dan berhenti menangis, saat Michael memberikan pelukan hangatnya.
Michael terus memeluk Ella dan menyandarkan kepala Ella di dadanya.
Ella berada dipelukan Michael hingga ia tertidur.
Michael pun menidurkan Ella kembali di kasurnya, dan menutup tubuhnya menggunakan selimut agar tak kedinginan.
Saat Michael akan kembali ke kamarnya, ia tak tega melihat Ella yang tertidur sendirian.
__ADS_1
Michael pun mengambil kursi dan diletakkan disamping ranjang Ella, lalu tidur dengan posisi duduk, menemani Ella.
Keesokan harinya, Saat Michael terbangun dari tidurnya, ia melihat Ella yang bangun lebih dulu dan duduk di kasur melihat Michael yang baru bangun.
Michael pun juga kaget melihat Ella yang telah bangun dahulu.
“Kenapa kau ada disini?” tanya Ella.
Sepertinya Ella belum sepenuhnya tersadar, atas apa yang menimpanya tadi malam.
“Semalam kau berteriak seperti orang kesurupan, dan suhu tubuhmu sangat panas.”
“Lantas? Kau merawatku dan menidurkanku?”
Michael pun berdiri dan,
“Istrirahatlah. Aku akan membelikan obat untukmu setelah mengantar kakakku.”
Michael kembali ke kamarnya dan akan menemani Marco untuk mendatangi rumah makan milik Jim, sekaligus membeli obat untuk Ella.
Marco juga bekerja di tempat Jim, saat ia mempunyai waktu luang.
Marco membantu Jim membuatkan pizza yang berbentuk sebuah gambar dan Jim akan membayarnya.
“Hari ini, aku akan mengantarmu ke restauran Jim. Kita bisa pergi bersama, Kak.”
“Tak perlu. Aku bisa pergi sendiri. Sendiri. Aku sudah hafal tempatnya.”
__ADS_1
“Tak apa, Kak. Aku juga akan keluar untuk mengurus sesuatu di dekat sana.”
“Kau tak pergi ke rumah sakit hari ini?” tanya Marco.
“Tidak. Hari ini, aku mau bolos kerja,” jawab Michael.
Setelah keluar dari hutan, mereka langsung mendapatkan bus yang menuju ke arah tujuan.
Di dalam bus, Michael usul pada marco agar ia tak lagi bekerja di tempat Jim.
“Kak. Bagaimana kau kau berhenti bekerja di restoran Jim? Setelah kita pindah ke sini, kau melakukan banyak pekerjaan.”
“Kau menggambar dan melukis mural di rumah sakit OLDER, membantu Jim menjual pizza di restorannya, dan menjadi seorang ilustrator Penulis Ella. Kau akan sibuk sekali dengan itu.”
“Tidak ada salahnya sibuk,” jawab Marco.
“Kau benar. Tidak salah. Namun, kau bisa saja sakit karena terlalu capek. Seluruh tubuhmu akan pegal….”
“Seperti anak anjing,” potong Marco.
“Ha? Apa maksudmu, Kak?”
“Kau merengek seperti anjing kecil di malam hari. Aku tak pernah, tapi kau selalu merengek seperti anjing saat tidur.”
“Uk. Uk. Uk. Ngiikk.”
“Apa? Benarkah aku tidur seperti itu? Itu aneh sekali. Padahal aku tak merasa sakit sama sekali, saat aku tidur. Aku merasa sangat bugar sekali, bahkan.”
__ADS_1
“Hatimu yang sakit. Tubuhmu. Tubuh tidak bisa berbohong. Saat terluka, tubuh akan menangis.”
“Namun, hati bisa berbohong. Saat terluka, hati mampu untuk diam dan menahannya. Itu sebabnya saat kau tertidur, kau akan terdengar menangis dan merengek seperti anjing kecil.”