
“Ella apa kamu sakit ? Kau tak lapar ? Aku membawakanmu bubur” ucap Marco dengan gaya bicaranya yang aneh seperti anak kecil sembari meletakkan nampan yang berisi bubur di samping Ella.
Ella tak mau melihat Marco, ia akan semakin merasa bersalah padanya.
“Pergilah. Pergilah dari sini kak” ucap Ella.
Marco yang tak menghiraukan ucapan Ella, ia malah duduk di samping Ella berniat untuk menyuapi Ella.
“Kau harus makan buburnya supaya cepat membaik. Aku akan menyuapimu” ucap Marco
“Kak, maafkan aku. Aku bersalah. Tolong maafkan aku. Aku sungguh minta maaf” ucap Ella sambil menahan isak tangisnya.
“Minta maaf ? Saat meminta maaf tak boleh memalingkan muka. Tidak sopan jika kau memalingkan muka” ucap Marco pada Ella
Ella kemudian menghadap dan menatap Marco, ia semakin menangis ketika melihat Marco yang menyuapinya seperti anak kecil.
“Tolong maafkan aku” ucap Ella dengan tangisnya yang semakin menjadi.
“Ya, aku akan memaafkanmu jika kamu makan ini. Ayo makanlah. Nanti kau akan tambah sakit jika tak mau makan. Aaaaaak!” ucap Marco sambil menyodorkan makanan ke mulut Ella.
Ella yang masih terus menangis di depan Marco tak ingin membuka mulutnya.
__ADS_1
“Ella bukalah mulutmu. Tanganku pegal ini. Ayo dimakan” ucap Marco dengan polosnya.
Akhirnya Ella membuka mulutnya dan memakan makanan yang disiapkan Marco.
“Horee.. baguss.. kamu pintar sekali Ella” ucap Marco pada Ella yang dianggap seperti anak bayi yang sedang sakit.
Marco semakin menyuapi Ella. Ella masih menangis sambil mengunyah makanannya.
“Berbaikanlah pada Michael. Jangan bertengkar lagi. Lebih baik ciuman daripada bertengkar. Kau mengerti ?” ucap Marco seakan-akan sedang menasehati anak kecil.
Ella yang mendengarnya semakin menangis dengan kencang. Marco yang melihatnya berusaha mengusap air mata Ella.
Marco terus menyuapi Ella hingga buburnya habis. Tak lupa Ella selalu mengucapkan maaf di tengah-tengah suapan dari Marco.
“Kupu-kupu itu digambar di mural Marco. Ella yang kabur ketakutan setelah melihat lukisan kupu-kupu itu. Sedangkan kau terus berada di sampingnya dengan wajah yang tampak khawatir” ucap Jim kepada Michael
“Apakah kupu-kupu itu Ibu Ella ?” tebak Jim kepada Michael.
Jim yang sudah curiga sejak kejadian itu, akhirnya menanyakan langsung pada Michael.
Michael yang mendengar perkataan Jim langsung menatapnya
__ADS_1
“Jangan biarkan Marco tahu soal ini” ucap Michael pada Jim
“Kau pikir aku sebodoh itu ?” jawab Jim
“Terimakasih dan maafkan aku telah menyembunyikannya darimu” ucap Michael lirih
“Michael, akuilah, akuilah bahwa kau lemah. Kau dan Ella sama-sama lemah. Maka dari itu kalian bersatulah agar kalian tak terkalahkan” ucap Jim kepada Michael, ia ingin memberi semangat pada sahabatnya. Ia tak ingin melihat Michael terus-terusan lemah seperti ini.
“Terimakasih, aku akan selalu mengingat ucapanmu” balas Michael pada Jim sambil tersenyum.
Marco datang menemui Michael.
“Ella sudah memakan buburnya. Aku menyuapinya” adu Marco pada adiknya
“Terimakasih kak. Kamu hebat” ucap Michael pada kakaknya.
“Apakah Ella melakukan banyak kesalahan ? Mengapa ia selalu meminta maaf padaku sambil menangis ?” tanya Marco pada adiknya.
“Aku mengatakan akan memaafkannya jika ia makan buburnya. Dan dia memakannya dengan lahap. Jadi aku memaafkannya” imbuh Marco
“Begitukah kak? Kau memaafkannya?” ucap Michael pada kakaknya, matanya berkaca-kaca menandakan ia akan menangis.
__ADS_1