
Ella berjalan mendekati Michael yang sedang menata kursi, lalu duduk di kursi yang telah ditata oleh Michael.
“Bagaimana penampilanku hari ini?” tanya Ella pada Michael.
Michael tak menjawab pertanyaan Ella dan terus menata semua kursi, seperti semula.
“Bagaimana? Jawablah!”
Ella yang kesal karena Michael tak menghiraukannya.
Michael menghela nafas dan,
“Hhhh. Kau berpikir begitu?”
“Berpikir apa?” tanya balik Ella.
“Apakah kita akan bahagia jika menerima kenyataan?”
“Ya. Tentu saja. Sudah pasti semua orang akan bahagia jika mereka menerima kenyataan. Inilah diriku dan itulah dirimu. Kita hanya perlu menerima.”
“Lantas jika mereka menerima, tapi seluruh dunia berpikir sebaliknya? Semuanya menolak meneri…..”
“Ggggghhhhhh.” Ella sengaja menguap dan memotong ucapan Michael.
Michael pun menoleh dan menatap Ella.
“Aduh. Maaf. Aku mengantuk, karena sangat membosankan.”
“Cepat keluar! Ruangan ini akan aku kunci.”
Michael bergegas berjalan keluar dari ruangan itu, diikuti oleh Ella yang mengikutinya.
Ella menunggu Michael mengunci pintu ruangan itu, lalu berjalan mengikuti Michael.
“Kau terima saja.”
__ADS_1
“Terima apa?” tanya Michael.
“Terima saja, bahwa kau tak puas.”
Michael menghentikan langkahnya, menghelas nafas dan menatap mata Ella.
“Lihatlah matamu. Mata itu dipenuhi dengan hasrat. Itu yang kusuka darimu. Kau angkuh, jual mahal, tapi dangkal, dan tak mau mengakuinya.”
“Dasar!” ucap Michael yang kembali meneruskan langkahnya.
Begitupun Ella yang tetap mengikuti
“Kulihat kau murah senyum dengan pasien. Kenapa kau sangat dingin padaku? Padahal malam hari sangat hangat.”
Michael yang berjalan sampai di lobi, menghentikan langkahnya dan memutar badannya menghadap Ella.
“Apa maksudmu?”
Michael bertanya tentang ucapan Ella.
“AW. AHHH. AW.”
Ella menirukan apa yang diajarkan oleh Michael dengan menutup mata, saat tak bisa menahan diri.
Michael bingung dan terlihat sangat malu, karena Ella menirukan apa yang diajarkan olehnya sendiri di saat para pasien dan perawat berkumpul di lobi.
“Kenapa kau bingung? Ya, aku sedang terangsang. Harus kuakui itu,” tambah Ella yang malah mengangkat tangannya dan mengaku disana.
*PLAKKK
“Pelankan suaramu!”
Michael menurunkan tangan Ella , dan menyuruhnya untuk diam.
“Hap.”
__ADS_1
Ella langsung menutup mulutnya.
Michael yang kesal dengan Ella pun langsung meninggalkan Ella disana, lalu pergi menuju lantai dua.
Sebelum Michael menaiki tangga, tiba-tiba Ella berteriak kepada Michael di depan para perawat dan pasien.
“Apa kau mau tidur denganku?!?!?”
Para pasien dan perawat yang sedang berada di lobi pun, mendengar ucapan Ella yang keras.
Semua pandangan tertuju pada Ella yang masih berdiri di lobi.
Begitupun dengan Michael yang kembali pada Ella, dan tak jadi menaiki tangga.
Michael langsung memegang lengan Ella dan menariknya ke suatu ruangan.
“Ikuti aku!!”
“Ahhh. Kenapa? Pelan-pelan.”
Michael membawa Ella di suatu ruangan yang sedang diperbaiki, agar tak seorangpun dapat melihat mereka berdua.
Michael menahan tubuh Ella menyandar di tembok, dengan memegang lengan nya dan,
“Sudah kubilang hentikan. Aku sudah muak dengan leluconmu. Aku tak punya waktu bermain-main denganmu.”
“Berarti kalau punya waktu, kau mau bermain-main denganku.” jawab Ella.
“Jangan artikan sesukamu.”
“Hhhh. Kenapa hidupmu sangat membosankan? Kau bisa sakit jika terus menahan diri. Jika mau bermain, bermainlah. Aku tahu kau mau bermain.”
“Apa yang kau tahu tentangku? Jangan berlagak sok tahu tentangku!”
“MUNAFIK.”
__ADS_1