
Muncullah seorang pria tua gila, masuk ke dalam gedung itu yang sedang mencari anaknya.
Pria itu mendatangi setiap kursi dan melihat wajah anak-anak satu per satu.
Ella yang melihat itu dari atas panggung sangat kesal dengan pria itu, tapi ia tetap melanjutkan bercerita.
“Suatu malam, bulan darah memenuhi langit, dan penyihir muncul kembali di hadapannya, untuk menagih janji anak lelaki itu.”
“Dengan penuh kebencian, dia berteriak kepada penyihir ‘Semua kenangan burukku lenyap, tapi kenapa aku tidak bahagia?’”
“Namun, perjanjian tetaplah perjanjian. Penyihir mengambil jiwa anak itu, dan berkata…”
Tiba-tiba, semua lampu gedung dinyalakan dan para panitia memasuki gedung itu.
“Apa yang terjadi?” ucap Ella yang kaget.
Para panitia itu membubarkan acara mendongeng, dikarenakan seorang pria tua gila yang tiba-tiba masuk ke gedung itu.
Ketua panitia itu pun mengambil mic, lalu menaiki panggung dan berkata,
“Mohon maaf. Karena masalah internal, acara mendongeng harus dihentikan.”
“Para petugas medis dan wali pasien, segera bawa anak-anak ke bangsal!”
Mic yang digunakan Ella pun juga diambil oleh salah satu panitia.
Ella sangat marah karena acaranya dihentikan secara tiba-tiba.
__ADS_1
“Masih belum selesai. Tunggu, anak-anak.” ucap Ella yang melihat anak-anak mulai meninggalkan gedung itu.
Saat seluruh gedung hampir kosong, pria tua gila itu menemukan anaknya yang sedang duduk sendirian, lalu mengajak anaknya pergi dari sana.
“Sial!” umpat Ella
Ella sangat marah pada ketua panitia yang membubarkan acaranya secara tiba-tiba. Ella pun mendatangi ketua panitia dan,
“Hei. Kau pikir kau siapa? Bisa menghentikan acaraku begitu saja.”
“Maaf, Nona. Tapi…”
“Kau pikir bisa dihentikan sesukamu? Kembalikan anak-anak! Dongengnya masih tersisa beberapa baris lagi. Dengarkan sampai habis, baru anak-anak boleh pergi.”
Saat Ella mengomel pada ketua panitia, Ella melihat pria tua gila yang berhasil menemukan anaknya, lalu membawanya pergi ke suatu tempat.
Ella menyusul pria tua gila yang membawa anaknya itu ke belakang panggung dan mendengar seluruh ucapan pria itu pada anaknya.
“Astaga….” ucap Ella
Pria tua gila itu menoleh ke belakang dan melihat Ella yang berdiri disana.
“Omong kosong. Aku sudah lama tak bertemu orang yang lebih hina dari hewan. Lihatlah, wajahmu sangat memuakkan,” lanjut Ella.
“Siapa kau? Kau ingin mati?” ucap pria gila.
“Hhhh. Apakah kau pernah membunuh? Kau bahkan tak punya nyali untuk hidup, tapi tidak mau mati seorang diri.”
__ADS_1
“Jadi, kamu menggunakan anakmu yang masih kecil untuk membuka jalan kematian?”
Ella yang terus menghina dan memancing emosi pria tua gila itu.
“Apa katamu?” pria itu semakin marah.
“Jangan mati sebagai pecundang. Mati saja seorang diri, kalau kau ingin mati, jangan mengajak anakmu.”
“Dasar wanita gila!!!”
Pria tua gila itu berdiri dan berjalan mendekati Ella untuk menyakitinya.
*BUUUK!!
*PRAAK
Ella memukul pria tua gila itu menggunakan tasnya, hingga pria itu terjatuh.
Barang-barang yang ada di dalam tas Ella pun ikut terjatuh dari tasnya, termasuk pisau yang kemarin diambilnya dari restoran steak, tempo hari.
Pria tua gila yang melihat pisau yang terjatuh, langsung berusaha untuk mengambilnya.
“Arrrggghhh!!!!”
Saat tangan pria itu meraih pisau, Ella menginjak tangannya, hingga pria itu berteriak.
Ella menendang pisau agar tidak diambil oleh pria tua gila.
__ADS_1
“Bedebah gila!!”