
Michael diam dan tak bisa menjawab perkataan Ella.
“Baiklah, kalau begitu. Ayo berpacaran.”
Ella merayu Michael agar mau berpacaran dengannya.
“KELUAR DARI SINI!”
“LARI!”
“Apa kau tahu berapa kali kau mengatakan itu, saat kau bermimpi buruk kemarin malam?”
“Lalu?”
“Bagiku terdengar seperti kau tak ingin kau pergi. Meski sebelumnya aku kabur, tapi kini, aku merasa harus menemanimu. Sebatas itu saja.”
Karena waktu sudah mulai malam, Michael mengajak Ella menuju mobil, untuk kembali pulang ke kastel.
Di dalam mobil, Ella terlihat senang dan tersenyum-senyum dengan sendirinya, hingga membuat Michael bertanya,
“Kenapa?”
“Tidak. Aku hanya senang. Sangat senang.”
Ella pun menggambar emoticon tersenyum di kaca mobilnya yang mulai berembun.
“Kemarin, aku bermimpi buruk. Ibuku selalu muncul dalam mimpi burukku.”
“Setelah mimpi itu, aku selalu merasa seperti sampah. Namun hari ini, aku merasa lebih baik. Sangat baik, bahkan.”
Michael pun ikut senang dan tersenyum, karena melihat keadaan Ella yang telah membaik.
__ADS_1
***
Pagi hari di rumah sakit OLDER, terlihat Michael telah datang sendirian, tanpa Ella dan Marco.
Michael berangkat sendiri karena, Ella dan Marco sedang bekerja membuat ilustrasi baru, untuk buku dongeng Ella yang akan ditulis.
Para pasien yang ada di rumah sakit itu sedang berkumpul dan terlihat murung.
Mereka murung karena kelas sastra Ella, telah ditiadakan.
Sepertinya, para pasien di sana telah menyukai Ella saat ia mengajar di kelas sastra, dan mereka semua berharap agar kelas itu diadakan kembali.
Direktur rumah sakit sendiri lah yang meniadakan kelas sastra Ella.
Entah apa alasan Si Direktur meniadakan kelas sastra. Ia juga tak memberitahu Ella sebelumnya, jika ia telah meniadakan kelasnya.
Direktur menyuruh salah satu perawat untuk memanggil Michael, agar menemuinya di ruang direktur.
Beberapa saat kemudian, Michael telah datang ke depan ruang direktur.
“Masuklah.”
Michael pun masuk ke dalam dan,
“Ada apa, Pak? Kudengar kau mencariku kemarin.”
“Ya. Duduklah. Ada yang ingin kutanyakan padamu.”
Mereka berdua pun duduk di sofa ruang direktur.
“Apa penulis Ella mempunyai pacar?” tanya direktur.
__ADS_1
“Aku tak tahu.”
Michael kaget karena direktur tiba-tiba menanyakan hal itu.
“Aku punya anak bungsu yang paling muda. Aku ingin memperkenalkan mereka. Tenang saja. Walau dia pria, dia lebih mirip ibunya yang cantik, daripada aku.”
“Bagaimana menurutmu, Michael? Kenalkan atau tidak?”
“Kenapa kau menanyakan hal itu padaku, Pak?”
Michael tak menyadari jika si direktur sedang mengetesnya saja dengan perkataan itu.
“Bukankah kalian tinggal bersama?”
Michael semakin kaget, saat direktur telah mengetahui, jika mereka tinggal bersama.
Ternyata, direktur melihat saat Michael dan Marco menuruni mobil Ella tempo hari.
Dari sana direktur menyimpulkan bahwa mereka telah tinggal di satu rumah.
“Hahahaha. Aku sudah lama menganalisis kejiwaan seseorang. Aku bisa membaca pikiran orang hanya dari tatapannya. Omong-omong, kenapa kau kemarin ambil cuti?”
“Tidak enak badan,” jawab Michael.
“Maksudmu Ella? Apa dia yang sakit?”
“Ya,” akhirnya Michael mengaku.
Direktur pun mulai bercerita tentang ibu kandung Ella yang telah lama menghilang, pada Michael.
“Ibu kandung dari Penulis Ella adalah Penulis Ecca. Dia menghilang tanpa jejak saat menulis seri fiksi untuk jilid terakhirnya.”
__ADS_1
“Lalu dilaporkan meninggal setelah menghilang selama lima tahun.”
“Beberapa orang, ada yang masih percaya dia masih hidup. Mereka berdua sama-sama terkenal pada zamannya masing-masing.”