ELLA & MICHAEL

ELLA & MICHAEL
Apa Yang Dimaksud Dongeng?


__ADS_3

Sesampainya Ella di rumah sakit, para pasien telah dalam satu ruangan untuk mengikuti kelas sastra.


Para pasien duduk di kursi dengan meja yang telah disediakan oleh para perawat.


Disana juga terlihat Michael, yang berdiri mendampingi para pasien untuk mengikuti kelas sastra.


Ella masuk ke dalam ruangan dan memulai kelas sastra.


“Halo semuanya. Aku Ella. Mulai hari ini, aku akan mengajar di kelas sastra ini.”


*PLOK! PLOK! PLOK! PLOK!


Para pasien pun mulai bertepuk tangan, karena penulis terkenal di Kota Texas mau mengajar di rumah sakit yang berada di lain kota.


Michael yang berdiri di belakang para pasien pun juga ikut tepuk tangan untuk Ella.


Ella mengambil kapur, lalu menulis di papan tulis yang telah disediakan.


‘DONGENG’ Ella menulis kalimat itu di papan tulis.


“Apa yang dimaksud dengan dongeng?”


“Dongeng adalah pernikahanku dengan Ariana Grande,” celetuk salah satu pasien yang masih terlihat muda dari yang lainnya.


“Astaga.”


“Dasar kau.”


“Berhentilah minum miras.”


“Apa kau sedang mabuk?”


“Dia mabuk lagi.”


“Dia kecanduan alkohol, Nona Ella.”


Semua pasien bergumam kepada orang yang nyeletuk.

__ADS_1


“Dia tak mabuk. Dia hanya bodoh,” ucap Ella yang mulai kesal.


“Dengarkan aku semuanya. Dongeng adalah fantasi kejam yang menggambarkan kebrutalan dan kekerasan dunia ini dalam bentuk paradoks,” Ella menjelaskan.


“Apa?”


“Fantasi?”


“Dia bilang apa?”


Para pasien yang masih tak mengerti dengan penjelasan Ella, mulai bergumam dengan teman di dekatnya.


Ella duduk di kursi dan,


“Mari kita ambil contoh. Apa pesan moral yang bisa kalian ambil dari Heungbu dan Nolbu?”


“Jika bersikap baik, kau akan menang lotre,” seorang pasien menjawabnya dengan melantur.


“HAHAHAHAHA!”


Pasien lain pun tertawa karena celetukan salah satu teman mereka.


“Salah. Heungbu miskin karena bukan putra sulung. Cerita itu mengkritik adat primogenitur, bahwa putra sulung berhak mewarisi segalanya.”


“Benarkah begitu?”


“Wahh. Hebat sekali.”


Para pasien kagum dengan penjelasan Ella.


“Dari kisah ‘Itik Buruk Rupa’? Apa kesimpulan kalian?”


Salah satu pasien mengangkat tangan dan,


“Ya, kamu,” Ella menunjuk pasien untuk menjawab.


“Jangan mendiskriminasi anak yang jelek.”

__ADS_1


“Salah! Pesan moralnya adalah, percuma membesarkan anak orang, jadi, lebih baik jaga anakmu sendiri.”


Ella terus memberi sebuah contoh dari dongeng, di kelas sastranya yang pertama.


Setelah satu jam lamanya Ella mengisi kelas sastra itu, Ella membuat kesimpulan dan menutup kelas.


“Jadi, kesimpulan dari kelas hari ini, dongeng bukanlah halusinogen yang menanamkan mimpi, tapi stimulan yang membuka realitas.”


“Aku berharap kalian banyak membaca sebuah dongeng apapun itu, lalu bangun dari mimpi kalian.”


“Jangan melihat bintang di langit yang indah, lihatlah kaki yang tersangkut di selokan.”


Ella berdiri dan menghapus tulisan di papan tulis dan berkata,


“Setelah kalian menyadari dan menerima kenyataan itu, kalian akan bahagia. Happy. Happy-happy.”


Para pasien pun mulai tertawa dan bergumam dengan teman-temannya.


“Hahaha.”


“Ya. Bahagia.”


“Kita akan bahagia.”


“Menjadi bahagia.”


“Aku sangat ingin bahagia.”


“Mari semua hidup bahagia.”


*BROK BROK BROK!!!


“Baiklah, semuanya. Sudah cukup untuk kelas hari ini. Selamat bertemu kembali di pekan depan. Kalian boleh kembali ke kamar masing-masing.”


Ella membubarkan kelas itu, lalu para pasien pun berhamburan keluar bersama para beberapa perawat yang telah menunggu diluar.


Kini di ruangan itu hanya Ella dan Michael yang masih menata ruang, seperti semula.

__ADS_1


__ADS_2