Fate Or Destiny

Fate Or Destiny
Eps. 49. Mencintai atau Dicintai


__ADS_3

Malam sudah datang sepenuhnya, terang yang ada sekarang adalah lampu-lampu besar di sekeliling kafe itu serta lampu kelap-kelip di area taman yang penuh dengan bunga hortensia. Keke duduk berhadapan dengan Inge di sebuah meja di bagian dalam kafe, dekat meja kasir. Inge baru istirahat setelah tadi ikut membantu melayani tamu-tamu yang datang lumayan banyak, satu bus pariwisata penuh. Setelah puas berfoto-foto mereka mencari makanan, mulai dari yang ringan sampai yang berat. Keke juga sempat membantu sebentar tapi kemudian dilarang Inge.


Ben bertemu kenalan di sini, 2 pria dan 3 wanita. Katanya partner kerja dulu saat dulu Ben ditugaskan boss Nico di Balikpapan, kurang jelas siapa di antara mereka yang dikenal Benaya. Mereka sedang duduk bercakap di sebuah meja agak jauh dari Keke dan Inge di bagian luar kafe.


Ternyata Inge seseorang yang begitu menyenangkan, ramah dan ceria. Keke bisa dengan cepat merasa nyaman, berasa mendapat seorang teman. Selama ini yang jadi teman-temannya adalah pasukan di dapurnya. Keke tak terhubung lagi dengan teman-teman semasa SMA-nya.


"Kak Benaya, pacarnya Renske ya?"


"Iya kak Inge..."


Keke menjawab dengan senyum.


"Dia ganteng..."


"Oh ya...?"


Keke tertawa pelan. Inge memperhatikan Ben dari tempat duduknya.


"Beneran Ke... dari angle manapun dia ganteng banget... sumpah."


"Kak Inge... dia biasa aja kok."


"Eh... dibilangin gak percaya, emang waktu pertama ngeliat si kak Benaya gimana Ke?"


"Biasa aja..."


Jawaban Keke beda sama apa yang di hati, dia senang juga pacarnya dipuji-puji.


"Eh bus et ni cewek, gak normal mata kamu Ke... Tau gak... tadi waktu kak Benaya masuk mata aku langsung auto melotot gak berkedip ngikutin kak Benaya, gil a... ganteng banget tuh cowok..."


"Kak Inge bisa aja..."


"Hehehe... tanya deh anak buah aku gimana reaksi aku. Sampe punggung aku ditepokin sama si Mima, ya kan Mim..."


Yemima karyawan di bagian kasir keluar dari mejanya kemudian menirukan gaya bossnya tadi bahkan didramatisir, mata melotot mengikuti Arthur salah satu karyawan yang sedang lewat dengan posisi tubuh agak membungkuk dengan kedua telapak tangan dekat mulutnya yang menganga.


Keke tertawa melihat aksi si Mima. Inge berdiri dan menoyor kepala Mima. Mima tertawa-tawa dan kembali ke mejanya.


"Gak segitunya kalee..."

__ADS_1


Keke suka situasi yang dibangun Inge dengan karyawannya, begitu akrab tapi saling membantu, solid. Etos kerja juga sangat baik, cekatan dan sigap.


"Eh... tapi Ke... gak silau kamu tiap hari lihat kak Benaya?"


"Gak, udah dari kecil kenal kak Bens, gak ada yang menyilaukan... emang bohlam 100 watt atau lampu neon... malah aku jarang liatin dia..."


"Hahh...? Kalau aku jadi kamu, wahhh... aku liatin terus, mau aku kekepin aja terus, mau aku belai terus pipinya, dagunya..."


Keke tertawa melihat sepupunya yang menopang dagu dengan kedua tangannya, dengan ekspresi seperti sedang menghayal.


"Boss... sadar... sadar, yang boss mimpiin pacarnya ada di depan boss, sepupu itu sepupu..."


Yemima datang lagi dan mengguncang lengan bossnya. Inge tertawa dengan kelucuan yang dibuatnya, Keke juga ikut tertawa. Tapi beneran sih si Benaya ganteng...


"Kalau si Lola Ding Dong ngeliat ekspresi bu boss tadi, pasti deh dia cemburu abisss, hehehe..."


"Lola siapa?"


"Itu kak Renske... si kak Lody yang ngeselin itu, bikin emosi, pengen aku tabok..."


"Mima!"


"Kak Inge pacaran sama kak Lody?"


Akhirnya pertanyaan itu keluar dari mulut Keke. Ungkapan tante Noniek waktu itu serta penyangkalan Lody dan penjelasan papa membuat dia penasaran. Tawa sudah menghilang dari mulut Inge, dan menjawab pelan...


"Aku, gak tahu..."


"Bu boss... pindahin aja rasa hati bu boss ke yang laen, banyak kok cowok yang suka bu boss... lupakan si cowok lalod itu biar tau rasa dia, masak anak orang digantungin muluu..."


Mima mendekat lagi, kali ini duduk di sebelah bossnya yang kini gak bersuara. Keke jadi merasa tidak enak menanyakan sesuatu yang akhirnya membuat keceriaan si Inge menghilang.


"Maaf kak Inge, aku hanya ingin tahu, malah membuat kak Inge sedih..."


"Gak papa, Ke..."


Inge menatap Keke sendu. Selama ini dia menutupi kesedihannya terhadap sikap Lody yang tidak jelas. Jika dia dekat atau didekati cowok lain Lody jadi posesif padanya, memperlakukan dirinya dengan sayang. Tapi kadang tanpa sebab menjauh dan tidak mengacuhkan dirinya. Sekarang dia lelah bertahan tanpa kejelasan.


"Kalau aku bilang sih... di sini egoisnya kak Lody. Sorry bu boss aku ngomong ini... kak Lody saat lihat cewek lain suka terobsesi, tertantang untuk ngejar dan menakhlukan cewek itu, setelah itu udah... balik ke bu boss lagi, terus jenuh lagi berasa gak ada greget gitu dengan hubungan kalian... lihat ada yang baru ngejar lagi. Kayak gitu aku bilang sih siklus hubungan kalian..."

__ADS_1


Si Mima bicara panjang lebar. Dia sudah sejak awal kerja di sini, jadi sedikitnya tahu hubungan Inge dengan Lody. Dia ikut merasakan kegalauan hati boss yang juga seperti teman buat dirinya.


"Ya... makanya aku sempat singgung ke dia soal komitmen dia dengan hubungan kami... eh... udah ahh kok aku jadi curhat..."


Inge mencoba tertawa walau terdengar sumbang.


"Bu boss... udah... dituntasin aja perasaannya toh kak Lody plin-plan gitu, gak tegas. Kak Lody itu emang kemaruk sih, buaya darat, semua dideketin... Manda, Lony, entah siapa lagi. Nyakitin kan depan mata dia seperti itu ganjenin cewek-cewek... parah banget..."


"Udah ihh... Mima, kok kamu yang jadi marah-marah di sini..."


"Kesel... bu boss udah tau cowoknya kayak gitu masih aja cinta. Mmmh memang gitu kayaknya ya... cinta itu sangat sulit tuk dimengerti, bikin melow bikin galau... hadeeh aku malas pacaran jadinya..."


Inge sayang sama Lody, dan karenanya banyak bertoleransi dengan sikap Lody. Tapi kali ini dia mungkin sudah sampai pada batasnya.


"Udaaah sana kerja lagi... tuh ada yang mau minta bill kayaknya..."


"Iya iya... bu boss."


Mima pindah ke kursi kebesarannya. Keke yang sejak tadi menyimak, menjadi terganggu dengan fakta yang dia dengar soal Lody. Apa Lody juga sedang mengejar dirinya? Kan itu memungkinkan dari sudut pandang manapun, Lody gak resmi diadopsi papa kan, jadi hubungan kakak-adik itu bisa saja jadi tameng si Lody, tapi... dia kan udah ketemu kak Bens... Keke terdiam dalam pusaran pikirannya. Inge juga diam di depan Keke.


Benar jika cinta itu penuh rahasia, rumit dan pelik, tidak mudah digapai atau dikuasai. Di lain pihak semua kisah cinta juga berisi bahagia, ada dua kekasih yang saling peduli, saling memberi, saling sayang, ada percikan rasa yang kadang melumpuhkan semua indra dalam getar dan nada bahagia.


Dicintai orang secara mendalam memberi anda kekuatan, dan mencintai orang secara mendalam memberi anda keberanian ~Lao Tzu~


Banyak yang memilih dicintai dari pada mencintai. Tapi saat kita memilih dicintai itu berarti kita tidak mengembangkan kemampuan besar dalam hidup kita untuk menjadi kuat dalam hidup.


Memilih mencintai membuat kita mengikis ego dan tidak berpusat pada diri sendiri, dan membuat diri kita jauh lebih kuat dan memiliki kebesaran hati.


Tapi terserah... pilihan selalu di tangan kita...


I lv yu all 😚😘


.


Note...


Kk tersayang, aku meminjam komen kalian ya jadi isi cerita part ini, tapi aku sedikit mengubahnya sesuai alur, gak papa kan.... makasih sudah memberi inspirasi 👍👍👍🙏🙏🙏


💚

__ADS_1



__ADS_2