
Deka tampak memandang ke arah Catherine yang saat ini sedang meneteskan air matanya karena melihat kebahagiaan di mata kedua orang tuanya ketika mengetahui Steven dan Bryan adalah putra dari Mario.
" Tampaknya kedua orang tuamu sangat senang karena mendapatkan kabar tentang memiliki seorang cucu!" bisik Deka di telinga Catherine dengan begitu lirih yang auto merinding ketika mendengarkannya.
Catherine melihat kepada Deka yang saat ini sedang tersenyum kepadanya.
" Bagaimana kalau kita berdua juga bersiap untuk memberikan satu untuk mereka berdua? Bukankah itu akan menyempurnakan kebahagiaan kedua orang tuamu?" tanya Deka lagi.
Catherine sampai tersedak mendengarkan perkataan Deka yang benar-benar sudah kelewatan menurutnya.
" Jangan bicara sembarangan!" ucapkan sambil menginjak telapak kaki Deka dengan hak sepatunya yang tinggi yang embat Deka langsung kesakitan dan melotot kepada Catherine yang benar-benar sudah sukses menyiksanya malam ini.
Dion benar-benar merasa cemburu melihat interaksi Deka dan Catherine yang selama ini tidak pernah dia dapatkan dari wanita itu yang selama 5 tahun berstatus sebagai istrinya.
Selama ini Catherine selalu cuek dan acuh kepadanya bahkan bisa dikatakan Catherine tidak peduli dengan apapun yang dilakukan oleh Dion. Bahkan ketika laki-laki itu berselingkuh dengan Susan dihadapannya pun Catherine tampak anteng dan tidak mengatakan apapun.
Setidaknya itulah yang ada di dalam kepala Dion mengenai Mantan istrinya.
Dion tidak pernah tahu bahwa selama 5 tahun Catherine selalu menangis dalam sepinya. Selalu menyembunyikan air matanya di dalam kecuekan dan juga ketidakpeduliannya.
Hari ini Dion melihat Catherine yang tertawa begitu lepas tetapi sayang tawa itu bukanlah untuknya. Tetapi untuk orang lain dan itu benar-benar sangat menyakiti hati Dion sebagai seorang laki-laki.
' Kenapa aku baru menyadari sekarang bahwa Catherine begitu sangat cantik ketika dia sedang tertawa seperti itu?' bathin Dion benar-benar sudah tidak mampu lagi untuk melihat keakraban yang begitu kentara antara Deka Yamada dan Catherine.
Deka kemudian berpamitan kepada semua orang yang ada di dalam ruangan Angel. Karena hari sudah semakin malam dan dia tidak mungkin ada di rumah sakit sepanjang malam.
Akhirnya Deka dan Catherin pun pulang dan kembali ke apartemen mereka. Dion terlihat begitu tidak merelakan kepergian Catherine yang diantar oleh Deka dengan menggunakan mobilnya.
Sebenarnya Dion ingin sekali mengantarkan Catherine. Karena dia merasa sangat penasaran di mana tempat tinggal Catherine yang baru setelah Catherine memutuskan untuk keluar dari rumah bersama mereka.
__ADS_1
Mario terus memperhatikan interaksi antara catherine dan Deka. Dia merasa senang karena akhirnya adiknya bisa menemukan kebahagiaan setelah disia-siakan oleh Dion begitu saja selama lima tahun jadi istrinya.
Awalnya Mario pun tidak percaya kalau Dion bisa menyakiti adiknya. Tetapi semua bukti dan juga kenyataan yang ada di hadapannya tidak bisa dibantah sama sekali.
Mario menyadari kalau Dion melakukan semua itu kepada adiknya adalah karena merasa marah dan juga sakit hati kepada diri Mario yang sudah menyakiti Angel.
Dion sangat menyayangi Angel. Selama ini baginya Angel adalah dunianya. Jadi Dion merasa sangat sakit hati ketika mengetahui Mario yang sudah memanfaatkan Angel hanya untuk kepentingannya saja.
Perasaan sakit hati itulah yang memicu akhirnya Dion memberikan banyak luka untuk Catherine dan Dion terlambat menyadari bahwa sebenarnya dia pun telah jatuh cinta kepada Catherine.
Mario merasa senang ketika dia melihat istrinya mulai membuka matanya.
" Sayang apakah kau baik-baik saja?" tanya Mario sambil menggenggam telapak tangan Angel yang terasa begitu dingin.
Angel tersenyum begitu bahagia ketika melihat semua keluarganya hadir di ruangan itu dan tampak akur.
Bryan dan Steven tanpa ketakutan untuk mendekat ke arah ibunya. Karena bagaimanapun mereka merasa bersalah sudah membuat Ibu mereka jatuh dari tangga gara-gara mereka yang bermain terlalu nakal.
" Mama maafkan kami karena kami sudah membuat Mama menjadi seperti ini!" ucap Bryan dengan mata berkaca-kaca.
Angel terlihat menggelengkan kepalanya kemudian dia tersenyum kepada kedua putranya yang sangat dia rindukan.
" Tidak apa-apa sayang. Jangan sedih ya? Mama tidak kenapa-napa ko, semuanya pasti akan baik-baik saja!" ucap Angel sambil mengelus kepala kedua putranya dengan begitu lembut.
Steven dan Bryan Langsung menangis di pelukan Angel. Karena bagaimanapun mereka yang telah menjadi penyebab dari ibu mereka sekarang berada di rumah sakit.
Kedua orang tua Mario memperhatikan Angel yang tampak terlihat masih begitu lemah.
" Istirahatlah kami berdua akan merawat Brian dan Steven kau bisa beristirahat dan pastikan cucu yang ada di dalam kandunganmu terlahir dengan selamat!" Angel benar-benar terkejut mendengarkan perkataan Ibu mertuanya tadi.
__ADS_1
" Cucu? Apa maksud Mama?" tanya Angel seperti yang bingung dengan apa yang sedang terjadi kepada dirinya.
Mario kemudian mencium telapak tangan istrinya menyalurkan perasaan cinta dan juga rasa syukur atas keselamatan sang istri dan juga anak yang ada di dalam kandungannya.
" Ya sayang. Kita sebentar lagi akan memiliki anak lagi. Brian dan Steven akan segera memiliki adik!" ucap Mario sambil memeluk Angel yang begitu excited mendengarkan kabar tersebut.
Angel bahkan menangis di dalam pelukan Mario mendengarkan kabar yang sangat mengejutkan baginya.
Sungguh sebuah keajaiban besar bayinya masih bisa selamat di dalam kandungannya. Walaupun dia telah terjatuh dari lantai dua.
" Aku bahagia sekali sayang. Karena Allah masih memberikan keselamatan untukku dan juga untuk anak kita berdua. Walaupun aku telah terjatuh dari lantai dua." Angel sampai berkaca-kaca tidak ada hentinya dia terus mengucapkan rasa syukur atas berkah dan karunia yang diberikan oleh Allah begitu banyak terhadap keluarganya.
Setelah melihat Angel yang sekarang sudah mulai siuman dan tampak baik-baik saja kedua orang tua Mario kemudian berpamitan kepada mereka untuk beristirahat dan mereka juga meminta izin untuk membawa Steven dan Bryan ke rumah mereka.
" Apakah kami diperbolehkan untuk membawa Steven dan Bryan? Bagaimanapun kami harus berkenalan dan saling mengenal satu sama lain bukan?" tanya ibunya Mario kepada semua orang yang ada di dalam ruangan.
Terlihat Brian yang langsung meloncat ke pangkuan sang nenek yang tampak begitu gembira melihat dirinya diterima oleh sang cucu yang sudah sangat lama dia idam-idamkan.
" Baiklah tidak masalah toh kami juga sudah kenyang merawat Brian dan Steven hampir 5 tahun lamanya. Tetapi anda nanti jangan kaget ya ketika melihat dua anak pecicilan ini begitu nakal di rumah kalian!" ucap Tasya ketika dia menggoda cucunya yang langsung cemberut. Karena sudah dinistakan oleh neneknya sendiri di hadapan neneknya yang lain.
" Tenang saja Jeng saya pasti akan menjaga mereka dan saya akan membuat mereka betah di rumah saya!" ucapnya senang.
" Tidak bisa Mah. Mereka akan tinggal bersama Mario dan Angel. Setelah Angel sembuh mereka akan segera pindah ke kediaman kami!" ucap Mario kesal.
Akan tetapi ibunya Mario tidak mau mengalah dia bersikeras akan merawat cucunya di kediaman Dirgantara. Dengan tangan mereka sendiri tampa memberi kesempatan kepada Mario untuk membantah lagi.
Si kembar tampak marah kepada nenek barunya. Akan tetapi kemarahan Steven dan Bryan tidak pernah berlangsung lama.
Dua bocah itu sudah kembali tertawa ketika mereka sudah berada di dalam mobil kedua orang tua Mario yang sangat memanjakan mereka berdua dengan semua fasilitas dan banyak sekali mainan yang mendadak diberikan oleh kedua orang tua Mario demi kedua cucunya betah tinggal bersama mereka berdua di kediaman Dirgantara.
__ADS_1