Genggam Tanganku Sayang Selamanya

Genggam Tanganku Sayang Selamanya
34. Kesal


__ADS_3

Setelah Rossa pindah ke jok belakang, Mario kemudian menancap gasnya untuk segera mengantarkan ibunya ke kediaman utama.


" Nanti antarkan dulu tante Andin dan Rossa ke kediaman mereka. Baru setelah itu kau antarkan Mama ke rumah!" perintah ibunya yang saat ini sedang duduk di sebelahnya.


Mario yang pada dasarnya sangat malas untuk melayani keinginan ibunya untuk mengenal Rossa. Dia hanya bisa terdiam dan mengikutinya tanpa banyak protes hanya agar tidak terlalu banyak ribut dengan sang ibu.


" Mama serius ingin menjodohkan mu dengan Rossa. Kau pikirkanlah baik-baik!" ucap ibunya Mario ketika mereka berpisah di kediaman utama.


Mario hanya diam saja dan langsung pergi meninggalkan sang ibu yang tampak misuh-misuh dengan kelakuan bar-barnya.


" Punya anak hebat tetapi sangat sulit sekali untuk dikendalikan benar-benar bikin kesel!" rutuk sang Ibu sambil masuk ke dalam rumah dan pergi menemui suaminya.


" Aku harus bicara dengan suamiku untuk memberikan perintahnya kepada Mario agar mau menerima perjodohan dengan Rosa!" ucap ibunya Mario dengan penuh percaya diri dia pergi mencari sang suami yang saat ini sedang bekerja di ruang kerjanya.


" Kenapa sih Mama kebiasaan sekali kalau masuk ke dalam ruangan kerja papa tidak pernah mau mengetuk pintu!" tegur sang suami kepada istrinya.


" Ketuk pintu segala! Memangnya Papa sedang melakukan apa sih? Apa Papa sedang berselingkuh di belakang Mama?" semprot sang istri sambil menatap suaminya dengan tajam.


" Mama ini bicara apa sih datang-datang sudah ngelindur nggak jelas Papa ini sejak tadi terus bekerja sedang mengurus proyek kita yang ada di Swiss yang sangat membutuhkan perhatian Papa!" ucap sang suami sambil memperlihatkan file-file yang ada di tangannya.


" Minggu depan Mario akan Papa Kirim ke Swiss untuk menyelesaikan semua ini!" ucap suaminya sambil bangkit dari tempat duduknya dan mendekati sang istri yang sejak tadi terus menunggunya.


" Ada masalah apa?" sang suami sambil menatap istrinya dengan lekat.


Ibunya Mario terdiam. Dia tampak berpikir untuk membuat sebuah kalimat yang bisa menyentuh hati Sang suami, agar mau mengikuti keinginannya untuk membujuk Mario agar mau dijodohkan dengan Rossa.


" Mario itu sudah harus menikah. Usianya sudah tidak muda lagi. Sebagai orang tuanya, kita tidak boleh membiarkan dia hanya sibuk dengan pekerjaan dan berpetualang di luar sana menebar benih di mana-mana! Mama ingin kita segera mengatur Perjodohan untuk Mario!" ucap sang istri sambil menggenggam tangan suaminya dan menatapnya dengan lembut penuh pesona.


Ibunya Mario tahu kalau suaminya paling lemah dengan dirinya.


" Baiklah besok papa akan mengundang Mario untuk datang ke kediaman utama. Mari kita bicarakan masalah itu pada acara tersebut. Sekarang sebaiknya Mari kita makan malam karena Papa benar-benar sangat lapar!" ucap ayahnya Mario sambil menggenggam tangan istrinya.


Walaupun usia mereka sudah tak mudah lagi tetapi mereka selalu tampak mesra dan akur di manapun mereka berada.

__ADS_1


" Kita hanya memiliki satu anak laki-laki, pewaris keluarga kita. Akan tetapi dia sangat bengal dan sangat sulit sekali diatur! Tadi Mama memperkenalkannya dengan wanita yang akan Mama jodohkan dengan dia. Akan tetapi dia benar-benar tidak peduli sama sekali bahkan meliriknya saja dia tidak mau. Mama benar-benar sangat frustasi untuk mengatur kehidupan Mario!" keluh ibunya Mario kepada sang suami setelah mereka selesai makan malam bersama.


" Mario itu sudah dewasa. Biarkan saja dia menjalani kehidupannya sendiri tanpa harus kita atur-atur seperti itu. Papa hanya khawatir kalau nanti Mario menjadi pemberontak dan tidak mau lagi menganggap kita sebagai kedua orang tuanya!" ucap ayahnya Mario.


Surya Dirgantara adalah seorang pengusaha yang sangat sukses. Dia memiliki banyak apartemen serta gedung perkantoran yang disewakan kepada yang membutuhkan.


Tapi dia selalu berusaha untuk menjadi orang yang tidak sombong dan selalu menjaga hubungannya dengan putranya satu-satunya.


Mario sangat segan terhadap ayahnya. Walaupun sedikit bicara tetapi Mario akan langsung bisa mengerti apa yang diinginkan oleh ayahnya.


Sama halnya seperti saat ini ketika Surya dan juga Mario bertemu di dalam satu ruangan.


" Apakah keinginan ibumu untuk melihatmu menikah adalah sesuatu yang muluk-muluk?" ucap Surya ketika dia memulai pembicaraan dengan putranya.


Mario meraup wajahnya dengan kasar dan dia berusaha untuk bisa menahan emosi saat berbicara dengan ayahnya yang sangat dia hormati sejak dulu.


" Tapi saya Memiliki seseorang yang saya cintai dan saya berniat untuk melamar dia!" ucap Mario kepada ayahnya.


" Siapakah wanita beruntung yang sudah berhasil mencuri hatimu?" tanya sang ayah sambil tersenyum kepada Mario yang sedang menatapnya.


" Papa tahu tidak mudah untukmu dapat menyerahkan cinta kepada seorang perempuan. Papa sangat percaya bahwa wanita itu pasti adalah wanita yang baik!" ucap ayahnya sambil terus menatap Mario yang masih tersipu.


Di saat ayah dan anak itu sibuk berdiskusi, tiba-tiba saja Carherine masuk ke dalam ruangan itu dengan wajah cerahnya.


" Benar Pah! Wanita yang dicintai oleh kak Mario itu sangat cantik dan juga sangat pintar. Papa mau lihat ndak fotonya?" Catherine kemudian membuka ponselnya dan mengingat untuk menunjukkan foto yang diambil ketika di pesawat namun belum sampai Catherine memberikan ponsel tersebut Mario sudah berhasil menyitanya.


Catherine sampai tertawa geli melihat kelakuan kakaknya yang seperti merasa terancam dengan foto yang ada di tangannya.


" Kau jangan sembarangan menyebarkan foto kami berdua atau aku akan menuntutmu!" ancam Mario sambil menatap tajam kepada Catherine yang sedang tertawa karena merasa lucu dengan reaksi sang kakak yang terlalu berlebihan.


" Lihatlah Pah kakakku ini begitu melindungi wanitanya dia sampai rela menyita ponselku hanya karena sebuah foto!" ucap Catherine sambil tertawa ketika melihat kakaknya yang sekarang sibuk mengotak-atik ponselnya.


" Silahkan saja Kakak hapus, toh aku sudah mempunyai banyak salinannya di laptopku!" ucap Catherine sambil tersenyum penuh kemenangan. Ketika dia berhasil menggoda kakaknya yang mulai misuh-misuh kepada nya.

__ADS_1


" Kakak serius! Jangan pernah kau tunjukkan foto itu kepada siapapun!" ucap Mario sambil meninggalkan kantor ayahnya.


Catherine mengikuti Mario ke ruangannya karena dia membutuhkan ponselnya untuk dikembalikan.


" kakak baru akan mengembalikan ponselmu setelah kau menghapus semua salinan dari foto ini di manapun kau menyimpannya!" ucap Mario sambil memasukkan ponsel catering ke laci miliknya.


" Kakak jangan kayak gitu dong itu namanya semena-mena! Lagi pula itu kan foto aku yang mengambilnya. Jadi itu adalah milikku. Kakak tidak punya hak untuk mengaturku seperti itu!" ucapkan train sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


" Tapi yang jelas, kakak tidak suka kalau sampai kedekatan Kakak dengan Angel menjadi konsumsi publik. Kakak ingin hubungan kami menjadi manis karena hanya kami yang merasakannya!" ucap Mario sambil tersenyum kepada Catherine.


Catherine kemudian duduk di sofa yang ada di hadapan sang kakak dia menatap kakaknya yang sekarang telah banyak perubahan.


" yang kudengar kemarin kakak membuat kegaduhan di klub malam. Apa yang terjadi?" tanya Catherine kepada kakaknya.


Mario kemudian bangkit dari duduknya dia melihat ke sekeliling.


" Kenapa? Memangnya Kakak membuat masalah lagi?" tanya Catherine dengan tatapan penuh curiga.


Mario mendekati adiknya kemudian dia berbisik di telinga Catherine.


" Sebentar lagi aku akan melamar Angel untuk menjadi istriku!" ucap Mario sambil tersenyum kepada Catherine.


Catherine tampak terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh kakaknya yang sangat luar biasa.


" Kakak tidak bisa sembarangan melamar anak orang. Kakak kan belum tahu seperti apa Angel, bukan? Kakak baru mengenalnya beberapa hari Kak. Pernikahan bukan hal yang bisa dilakukan secara gegabah!" ucap Catherine berusaha menasehati kakaknya.


" Ayolah kakakmu ini bukan anak kecil yang tidak tahu perasaanku sendiri. Aku yakin kalau Angel adalah jodohku dan aku pasti akan memperjuangkan dia untuk menjadi istriku!" ucap Mario dengan penuh kemantapan.


" Tapi Kakak belum mengenal siapa itu Angel keluarganya maupun kepribadiannya. Selidikilah dulu Kak jangan sampai nanti kakak menyesali apa yang sudah terjadi!" Catherine tetap berusaha untuk meyakinkan kakaknya agar tidak berbuat gegabah untuk sembarangan melamar Angel yang baru dia kenal beberapa hari.


" Aku memang tahu kalau Angel seorang gadis yang baik. Tapi tetap saja, kalau harus melamarnya sekarang itu terlalu berlebihan!" ucap Catherine tidak setuju dengan keinginan kakaknya.


Mario kemudian menyuruh Catherine untuk keluar dari ruangannya karena dia merasa kesal kepada adiknya yang tidak mendukung dirinya untuk memperjuangkan Angel sebagai calon istrinya.

__ADS_1


" Walaupun kau tidak mau mendukungku, tapi aku pasti akan terus berjuang mendapatkan cinta dalam hidupku!" ucap Mario dengan penuh kemantapan.


__ADS_2