
Siang itu Mario mendapatkan SMS dari nomor asing, bahwa Angel berada dalam bahaya dan memintanya untuk datang ke sebuah kamar hotel yang ada di pusat kota.
" Sayang aku dalam bahaya, tolong aku sayang. Mereka menyekapku di hotel x nomor 5460, cepatlah sayang, tolong aku! Mereka bilang akan memperkosaku kalau kau tidak mau datang ke mari. Tolong aku sayang, Aku mohon! Cepat kau kemari dan tolong aku! Sayang aku sangat takut sekali! Tolong aku!!"
Karena merasa khawatir Mario terus berusaha untuk menghubungi Angel. Tetapi nomor telepon istrinya malahan tidak aktif sehingga membuat Mario benar-benar panik dan khawatir.
Mario menghubungi ibunya dan juga Tasya bertanya tentang keberadaan Angel saat ini.
" Angel tidak ada di sini, kenapa? Apa ada masalah?" tanya Tasya yang mulai khawatir dengan Angel.
" Tidak Mah, saya tutup dulu ya Mah!" Mario langsung menutup panggilan tersebut.
Setelah Mario merasa yakin bahwa Angel tidak ada bersama mereka berdua. Membuat Mario semakin panik dan khawatir dengan keberadaan Angel.
" Kamu di mana Sayang? Kenapa kamu tidak ada di manapun juga dan siapa yang tadi menghubungiku dengan nomor asing dan mengaku sebagai dirimu?" Monolog Mario yang mulai panik.
Mario kemudian mencoba untuk menghubungi nomor yang tadi telah mengirimkan SMS kepadanya. Tetapi nomor itu sudah tidak aktif lagi sekarang, sehingga membuat Mario kesal dan panik di buatnya.
Dengan kecepatan tinggi Mario langsung menggeber mobilnya untuk segera sampai ke hotel yang tadi diberitahukan alamatnya oleh orang yang mengirimkan SMS dengan nomor asing ke ponselnya.
Begitu sampai di hotel, Mario langsung menuju ke kamar yang diberitahukan orang asing tadi.
__ADS_1
Walaupun sebenarnya Mario tidak percaya, akan tetapi dia tidak mau mengambil resiko dengan kehormatan dan keselamatan Angel.
Dengan tergesa-gesa Mario masuk ke dalam kamar hotel yang tadi diberikan oleh orang yang mengirim SMS dan mengaku sebagai Angel dan meminta pertolongan darinya.
Kamar itu remang-remang dan tidak ada siapapun di dalamnya. Sehingga membuat Mario kesulitan untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam ruangan itu.
Saat Mario hendak mengaktifkan ponselnya untuk bisa menyalakan senter. Tiba-tiba saja mulut Mario sudah dibekap dari arah belakang oleh seseorang yang tidak tahu siapa itu dengan menggunakan sapu tangan yang memiliki obat bius sehingga akhirnya Mario pun pingsan seketika.
Setelah melihat Mario pingsan orang itu kemudian menyalakan lampu sehingga kamar itu menjadi terang dan benderang.
Ternyata orang yang sudah menjebak Mario adalah Rossa dan juga Andien.
Rossa dan Andien tertawa bahagia. Karena rencananya berhasil sudah membuat Mario berada di tangan mereka sekarang.
Mereka berdua kemudian bahu-membahu untuk mengangkat tubuh Mario yang berat.
" Hapus dulu chat yang tadi kita kirim di ponselnya sayang, agar tidak ada jejak kalau kita telah menjebak dia!" perintah Andien kepada Rossa yang langsung menurut dengan perintah ibunya.
Setelah melaksanakan perintah Andien, Rossa sekarang mulai membuka pakaian Mario dan juga pakaiannya. Andien kemudian mengambil foto dan video di saat Rossa sedang melakukan hal yang tidak senonoh ke atas tubuh Mario yang tidak berdaya karena pengaruh obat bius.
Rossa sangat bahagia sekali karena akhirnya dia bisa mencicipi tubuh indah Mario yang sudah sangat lama dia impikan. Entah terbuat dari apa hati Andien, dia berada di dalam kamar itu dan menyaksikan semua show life yang di lakukan oleh Rossa kepada Mario tanpa merasa malu ataupun canggung.
__ADS_1
Ambisa, cita-cita dan keinginan mereka untuk bisa menghancurkan keluarga Bagaskara dan bisa merebut seorang Mario dari tangan Angel. Benar-benar telah menutup hati nurani mereka berdua untuk berperilaku layaknya manusia yang normal yang punya hati.
Setelah selesai dengan semua yang dilakukan oleh Rossa kepada Mario, Andien pun kemudian meninggalkan putrinya untuk tidur bersama dengan Mario dalam pelukan pria tampan pujaannya yang sekarang ada dalam genggamannya.
Sementara itu Andien yang sekarang sudah berada di luar kamar hotel dia langsung menghubungi Angel dengan nomor yang tadi dia gunakan untuk menjebak Mario agar datang ke hotel itu.
" Sayang aku dalam bahaya, tolong aku sayang. Mereka menyekapku di hotel x nomor 5460, cepatlah sayang, tolong aku! Mereka bilang akan membunuhku kalau kau tidak mau datang ke mari. Tolong aku sayang, Aku mohon! Cepat kau kemari dan tolong aku! Sayang aku sangat takut sekali! Tolong aku!!"
Setelah mengirimkan isi pesan itu kepada Angel, Andien pun langsung membuang nomor telepon yang tadi dia gunakan ke tempat sampah.
" Sekarang mari kita ulang sejarah 25 tahun yang lalu. Kita akan lihat, kekuatan cintamu terhadap Mario. Apakah sama lemahnya dengan kekuatan cinta dari ayahmu kepada ibumu yang bodoh itu? Hahaha! Betapa menyenangkannya aku bermain lagi dengan anak beranak itu yang mulai sekarang pasti akan mulai hidup menderita karena setiap hari hidup mereka akan terus digerogoti oleh perasaan cemburu dan ketidakpercayaan terhadap pasangan mereka!" Andien tertawa begitu senang karena membayangkan Rencananya akan berhasil tanpa hambatan.
Akan tetapi Andien lupa untuk memastikan bahwa pesan yang tadi dia kirim sudah benar-benar terkirim kepada Angel, sebelum dia menghapus jejak di dalam ponselnya.
Sementara tuh Angel yang saat ini sedang bermain dengan Steven dan Bryan tampak frustasi karena melihat ponselnya yang tanpa sengaja telah terlempar oleh Steven ke kolam renang. Sehingga membuat ponsel itu akhirnya mati dan tidak bisa diselamatkan lagi karena terlalu lama dalam air.
" Maafkan aku Kak, aku benar-benar tidak sengaja!" ucap Steven sambil menundukkan kepalanya. Dia merasa takut sekali kalau dimarahi oleh Angel yang katanya adalah ibu kandungnya sendiri.
Dengan perlahan Angel mendekati Steven kemudian memeluk anak yang tampak sedang gemetar ketakutan itu.
" Sudahlah sayang, tidak apa-apa. Biar nanti mama membeli ponsel yang baru. Sekarang kau gantilah pakaianmu dulu dan kita kembali ke Mansion nenek dan kakek. Mereka pasti mengkhawatirkan kalian karena sudah sore masih juga belum kembali ke sana!" ucap Angel pelan.
__ADS_1
Angel mencium kening Steven yang begitu terpesona melihat Angel tidak marah sama sekali kepadanya dengan perbuatannya yang tanpa sengaja tadi.
Tadinya mereka berebutan ponsel karena Steven bersikeras ingin melihat foto-foto Angel bersama Mario saat berpacaran dulu. Siapa yang menyangka kalau ternyata ponsel itu malah melompat ke kolam renang dan akhirnya mati karena terlalu lama tidak di ambil oleh pegawainya yang kesulitan mencari keberadaan ponsel itu di dalam kolam renang yang begitu besar.