
Pagi itu Mario bangun dan wajah yang pertama kali dia lihat adalah wajah Angel yang terlihat begitu murung wajahnya. mata Gadis itu masih terpejam tetapi Mario bisa melihat bahwa Angel tidak senang hatinya.
Mario tetap menatap Angel hatinya merasa Iba melihat wanita yang dia cintai yang telah resmi menjadi tunangannya tadi malam mengalami kehidupan yang sangat sulit di masa kecilnya.
" Kamu adalah wanita hebat yang sanggup melewati kehidupan buruknya di masa kecil dan kau sukses untuk membangun kehidupanmu saat ini. Aku benar-benar sangat bangga kepadamu!" ucap Mario sambil mengecup kening Angel.
Mario kemudian bangkit dari tempat tidur dan Dia pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah itu dia pun melaksanakan salat subuh.
Setelah selesai Mario pun kemudian membangunkan Angel untuk melaksanakan kewajiban pagi sebagai seorang muslim.
" Bangunlah sayang, sudah pagi!" ucap Mario sambil mengecup bibir Angel.
Angel membuka matanya sejenak kemudian dia tersipu ketika melihat Mario yang saat ini sedang menatapnya dengan begitu terpesona.
" Apa yang sedang kau lihat apakah aku sejelek itu sampai kau tidak berkedip sama sekali?" tanya Angel sambil tersipu malu ketika melihat Mario yang sekarang bahkan mendekat ke arahnya.
" Aku mau pergi mandi dulu. Setelah itu aku akan shalat subuh. Kalau kau mau pulang ke rumahmu, pulanglah sana! Jangan sampai nanti orang rumahmu mengetahui kalau kau malam ini tinggal di sini!" ucap Angel dengan wajah memerah ketika dia mengingat bahwa tadi malam dirinya tidur satu ranjang bersama dengan Mario. Walaupun mereka tidak melakukan apapun, tetapi tetap saja Angel merasa risih ketika mengingat hal itu kembali.
" O Ayolah sayang! Kau jangan mengusirku seperti itu. Kau pergilah sana mandi kemudian Salat Subuh aku akan ke dapur untuk membuat sarapan buat kita berdua!" ucap Mario yang tidak mengindahkan perkataan Angel.
Sementara itu Angel yang berada di kamar mandi dia tampak sedang menatap cermin.
" Ya ampun! Betapa jeleknya wajahku ini. Aku bangun tidur seperti ini dan Dia melihatku? Oh Tuhan apa yang terjadi ini? Kenapa sih Dia pakai acara tidur di sini segala benar-benar bagongkan sekali!" ucap Angel sambil menepuk kedua pipinya dengan kedua tangan kemudian dia pun menyelesaikan acara mandi dan setelah itu melaksanakan salat shubuh.
Lama Angel meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslim. Akan tetapi Mario berhasil mengingatkan dirinya untuk kembali menjalankan perintah tersebut.
Setelah selesai salat Angel kemudian menggunakan pakaiannya. Angel kemudian pergi keluar dan dia mendapatkan seorang Mario yang sedang bersibaku di dapur membuat sarapan untuk mereka berdua!
Angel tampak terkesiap melihat kemahiran seorang Mario yang begitu cekatan memasak di dapur sungguh seorang manusia yang sangat langka dan menarik di mata Angel.
" Wah selain tampan, kaya raya dan juga keren. Ternyata kau juga pintar memasak ya?" ucap Angel sambil menatap Mario yang tersenyum kepadanya mendapatkan pujian dari wanita yang dia cintai.
" Terima kasih atas pujianmu dan semoga kau tidak akan menyesal dengan pujian tersebut!" ucap Mario mengoles senyum Dewi bernya yang membuat Angel seketika berdebar-debar jantungnya.
Angel kemudian memilih meninggalkan Mario di dapur dia ingin menyelamatkan jantungnya yang saat ini sedang berdegup kencang gara-gara Mario yang sejak tadi terus saja menatapnya dengan penuh cinta.
" Ya Tuhan tampaknya aku harus segera menyingkir dari sini. Kalau tidak, maka jantungku yang akan jadi korban dan tidak sehat gara-gara makhluk itu yang terlalu sempurna!" ucap Angel sambil memilih pergi ke balkon untuk melakukan senam pagi seperti yang biasa dia lakukan.
__ADS_1
Hanya senam ringan yang selalu dilakukan oleh Angel mengingat kesibukannya di kantor bersama dengan Dion.
" Sayang, sarapannya sudah siap. Ayo kita makan dulu. Setelah itu kita bisa pergi ke kantor bersama!" ucap Mario berteriak dari arah dapur.
Angel kemudian mendekati laki-laki Tampan itu yang saat ini sedang tersenyum ke arahnya.
" Wah dari aromanya terlihat sangat menggugah selera!" ucap Angel begitu excited melihat buah karya seorang Mario di atas meja makan.
" Ayo kau cicipi lah! Apakah kau suka dengan makanan yang aku masak?" ucap Mario sambil duduk di hadapan Angel.
Secara hati-hati Angel pun kemudian mengambil makanan yang tadi disediakan oleh Mario untuk dirinya.
" Berdoalah dulu kalau mau makan!" ucap Mario ketika dia melihat Angel yang langsung begitu saja hendak memasukkan makanannya ke mulutnya.
" Ya ampun aku sudah seperti anak TK yang sedang diperingatkan oleh ayahnya!" ucap Angel sambil tersenyum kepada Mario yang langsung melanggar tengkuknya yang tidak gatal.
Mario sangat senang karena melihat Angel yang betul-betul lahap memakan makanan yang tadi dia masak.
" Wah sungguh beruntung sekali wanita yang menjadi istrimu karena dia mendapatkan paket lengkap sepertimu!" ucap Angel sambil bangkit dari kursinya dan dia bersiap untuk mencuci piring.
" Bukankah calon istriku adalah kamu? Apakah aku harus mengingatkan bahwa tadi malam kita sudah resmi bertunangan dan pernikahan kita sebentar lagi akan segera ditentukan!" ucap Mario sambil memeluk pinggang Angel dari belakang.
Melihat Mario yang sudah mulai kembali mengendus-ngelus lehernya. Angel pun sudah memasang mode waspada.
" Pergilah bersiap-siap ke kantor. Apa kau tidak pulang dulu ke rumahmu?" ucap Angel berusaha untuk menghindar dari Mario.
Melihat Angel yang seperti menjaga jarak dengannya, Mario pun hanya bisa tertawa. Dia merasa senang ketika melihat Angel yang malu-malu di hadapannya. Padahal gadis yang sudah tidak gadis gara-gara perbuatan Mario itu biasanya bersikap barbar kalau berada di hadapannya.
" Nanti sebelum mengantarkanmu ke kantor Kita akan mampir ke apartemenku sekalian aku mengganti pakaianku dengan yang baru. kalau aku ke kantor dengan menggunakan pakaian ini pasti orang-orang di kantor akan curiga kepada kita berdua!" mendengar perkataan Mario Angel merasa bingung.
" Curiga?" tanyanya menatap mata Mario.
" Iya dong curiga. Bukan kah kita berdua berangkat ke kantor bersama? Sementara aku masih menggunakan pakaian yang sama dengan yang kemarin. Pakaian di saat kita melangsungkan acara pertunangan kita! Apa kau lupa sayang?" tanya Mario sambil tersenyum usil kepada Angel yang langsung gugup seketika.
" Kan aku sudah menyuruhmu pulang tadi malam. Kenapa kau tidak mendengarkanku?" tanya Angel sambil kembali fokus mencuci piring dan tidak mengindahkan apapun yang dikatakan oleh Mario.
Mario yang merasa tidak diperdulikan oleh Angel Dia pun akhirnya lebih memilih untuk menonton televisi sambil menunggu wanita yang Selesai mengerjakan pekerjaannya.
__ADS_1
Setelah Angel selesai mencuci piring, mereka berdua pun kemudian bersiap untuk pergi ke kantor bersama.
" Apa kau yakin ingin pergi ke kantor bersamaku? aku belum siap untuk menjadi gunjingan orang-orang di kantor!" WhatsApp Angel merasa ragu untuk pergi bersama dengan Mario ke kantornya.
" Ayolah sayang! Gunjingan apaan sih yang kau maksud? Kita berdua kan sudah bertunangan dan semua orang tadi malam sudah menjadi saksinya!" ucap Mario merasa frustasi melihat Angel yang sepertinya tidak nyaman dengan hubungan mereka berdua.
Angel tampak menghentikan langkahnya ketika mereka sudah berada di basement apartemennya.
" Aku akan pergi ke kantor dengan menggunakan mobilku sendiri. Kau pulanglah ke apartemenmu. Dan gantilah pakaianmu itu!Kalau kau mau berkunjung ke perusahaan keluargaku, kau berangkatnya sendiri menggunakan mobilmu! Aku pergi!" tetapi Mario tidak mengindahkan apa yang dikatakan oleh Angel. Dia malah langsung menggendong Angel dan memasukkannya ke dalam mobilnya.
" Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!" belum selesai dia bicara, Mario langsung mencium bibir nya dengan lembut. Angel seketika lemas tubuhnya.
Setelah selesai Mario pun kemudian duduk di bangku kemudi.
" Kalau kau bicara dan protes lagi, berarti kau menginginkan ciumanku lagi!" ucap Mario dengan tersenyum sehingga membuat Angel menjadi salah tingkah dibuatnya.
' Ya ampun Ini orang benar-benar membuatku jadi tidak bisa berkutik. Ada apa denganku, Ya Tuhan! Kenapa aku seperti tersihir dengan pesonanya? Jangan-jangan dia telah memeletku dengan magic? Sehingga aku selalu tidak bisa menolak apapun yang dia lakukan padaku!' ucap Angel dalm hati sambil bergidik ngeri memikirkan pikirannya sendiri.
Mario tampak mengerutkan keningnya ketika dia melihat Angel yang sejak tadi terus menggeleng-gelengkan kepalanya. Seperti orang linglung.
" Ada Apa denganmu sayang? Jangan bilang padaku kalau kau sedang memikirkan yang aneh-aneh tentangku!" ucap Mario sambil melirik sekilas kepada Angel yang seketika gugup dibuatnya.
Mario tampak begitu terpesona melihat Angel yang tengah mengerjapkan matanya karena gugup setengah mati.
" Aku tidak sedang memikirkan apapun ya!" ucap Angel sambil memalingkan mukanya ke arah jendela dan tidak mau melihat Mario yang sedang tersenyum senang kepadanya.
" Tapi betul lah! Kau sangat cantik sayang. Ketika kau malu-malu seperti itu. Aku jadi semakin terpesona denganmu dan rasanya semakin tidak mau melepaskanmu untuk orang lain!" demi mendengarkan ucapan Mario Angel merasa seakan kupu-kupu di dalam perutnya sedang terbang tinggi melayang.
Wajah Angel yang merah merona ketika membuat Mario merasa sangat gemas kepadanya.
" Fokuslah menyetir jangan kau terus saja mengatakan gombal recehmu itu karena aku tidak sanggup untuk membelinya!" ucap Angel berusaha untuk menghindari tatapan Mario yang dari tadi terus saja membuat jantungnya berdebar tidak karuan.
Mario tertawa terbahak-bahak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Angel.
" Aku merasa tersanjung sekali, ketika mendengarkan pujianmu dengan mengatakan bahwa kata-kataku adalah gombalan receh. Apakah kau merasa saat ini berdebar-debar karena mendengarkan semua gombalan receh ku?" tanya Mario dengan senyumnya yang menggoda Iman siapapun yang melihatnya termasuk Angel yang saat ini berada di sampingnya.
" Aku akan turun dari sini. Kalau kau tidak mau berhenti mengatakan hal-hal yang tidak berguna padaku!" ucap Angel dengan pipi yang sudah memerah karena menahan malu dengan semua kata-kata Mario yang telah membaca hatinya saat ini.
__ADS_1