Genggam Tanganku Sayang Selamanya

Genggam Tanganku Sayang Selamanya
7. Kabur


__ADS_3

Zainal, Andien dan Rossa kemudian meninggalkan rumah itu. Maria hanya menatap kepergian mereka bertiga di jendela kamarnya. Tampak air matanya terus mengalir ketika dia memikirkan akan segera berpisah dengan ayahnya.


" Ya Allah maafkanlah aku! Apabila yang kulakukan ini adalah salah. Aku hanya ingin menyelamatkan mentalku dan juga masa kecilku dari perbuatan Mama Andien dan juga Rossa. Semoga ada kebaikan setelah kepergianku dari rumah ini untuk keluarga kecil ini!" Maria kemudian langsung mengambil tas ransel dan juga koper kecil yang biasa digunakan apabila dia melakukan bepergian bersama dengan ayahnya dan juga ibu kandungnya ketika keluarga mereka masih utuh dan tidak ada perceraian.


Maria sejenak menatap kamarnya yang selama 10 tahun telah dia tempati.


Kamar itu dalam satu bulan hanya dia tempati selama beberapa hari. Apabila Andien merasa marah kepadanya, Maria pasti akan disuruh tidur di gudang dan tidak diberi makan selama berhari-hari oleh Andien apabila kemarahannya belum reda.


Biasanya laporan Rossa yang selalu membuat Andien langsung naik darah dan akhirnya menghukum Maria dengan pekerjaan rumah maupun tidak memberikan dia makan dan minum.


Maria mengambil surat kecil yang sudah dipersiapkan untuk sang ayah dan akan dia masukkan ke dalam tas kerja milik ayahnya.


Surat cinta terskhir untuk sang ayah sebelum dia pergi meninggalkan rumah itu. Walaupun berat dan sangat sakit tetapi Maria telah bulat dan memutuskan untuk nekat melakukan itu. Karena dia sudah lelah menjadi bahan pelampiasan amarah dari Andien dan Rossa.


Maria pergi meninggalkan rumah itu hanya dengan berbekal uang Rp800.000 yang ada di tangannya. Uang itu dia kumpulkan sedikit demi sedikit. Ketika ayahnya memberikan uang jajan setiap kali sang ayah kembali ke Jogjakarta.


Andien paling tidak senang memberikan uang jajan untuk Maria. Karena menurutnya Maria tidak layak untuk mendapatkannya. Apalagi dia tidak senang kalau sampai Maria menjalani kehidupan bahagianya di sekolah dengan banyak jajan bersama dengan teman-temannya di sekolah.


Sahabat Maria yang tahu tentang kondisi Maria yang selalu dianiaya oleh ibu tirinya dan juga Rossa. Sahabat Maria yang selalu mentraktir Maria untuk jajan bersamanya yang kebetulan Dia adalah seorang yang selalu mendapatkan uang jajan besar dari keluarganya. Karena dia adalah anak dari pejabat terkenal di kota Jakarta.


Setelah menyelesaikan semuanya dan memastikan keadaan rumah aman sebelum dia pergi meninggalkan rumah itu. Maria kemudian langsung melangkahkan kakinya keluar dari gerbang rumah dan pergi mencari taksi untuk pergi menuju terminal.

__ADS_1


Maria berniat untuk pergi ke Surabaya Untuk mengasingkan dirinya dari keluarga baru sang ayah. Maria berniat untuk mencari ibu kandungnya yang kabarnya saat ini tinggal di Surabaya.


Maria tidak pernah bertemu dengan sang Ibu. Setelah ayah dan ibunya bercerai 5 tahun yang lalu.


Maria bahkan sudah melupakan wajah ibu kandungnya sendiri. Karena ketika mereka bercerai dia masih berusia sangat kecil. Bahkan semua foto ibunya telah dibakar oleh sang ibu tiri yang membenci ibunya sampai ke tulang sumsum.


" Semoga aku bisa bertemu dengan ibuku di Surabaya!" doa Maria di dalam hatinya ketika dia berada di dalam taxi.


" Bisa antarkan saya ke Terminal?" ucap Maria dengan sopan kepada sopir taksi itu.


" Kamu mau pergi ke mana nak? Kau masih kecil. Kenapa sudah membawa koper dan juga tas ranselmu? Apakah kau kabur dari keluargamu?" tanya sopir taksi itu merasa khawatir dengan keadaan Maria yang tampak bersimbah air mata.


" Saya ingin mencari Ibu kandungku!" jawab Maria dengan suara yang tersekat di tenggorokannya.


" Terakhir kali Ibuku menghubungiku. Dia mengatakan bahwa saat ini dia sedang ada di Surabaya aku akan mencari ibuku di sana Pak!" ucap Maria dengan suara serak karena sejak semalam dia terus menangis.


" Surabaya itu sangat luas Nak. Kamu tidak bisa sembarangan pergi ke sana. Kalau tidak memegang alamat pasti di mana ibumu tinggal saat ini!" ucap Sopir itu sambil menggelengkan kepalanya.


" Nanti saya akan mencari keberadaan ibu saya di perusahaan miliknya!" ucap Maria dengan begitu polosnya.


Namun tiba-tiba saja mobil itu berhenti mogok di tengah jalan.

__ADS_1


" Kenapa Mobilnya berhenti Pak?" tanya Maria merasa heran.


" Sebentar ya! Bapak periksa dulu!" ucap laki-laki itu keluar dari mobilnya sambil membawa ponselnya.


Maria hanya melihat laki-laki itu keluar dari mobilnya. Dia melihat laki-laki itu berbicara di telepon dengan tampak serius dan sesekali menetap ke arahnya.


Samar-samar Maria mendengarkan percakapan laki-laki itu.


" Aku mempunyai barang bagus. Kau cwpatlah datang ke lokasiku saat ini. Dia adalah anak orang kaya. Ibunya mempunyai perusahaan besar di Surabaya. Kita bisa mendapatkan banyak uang dengan menculik dia!" samar-samar Maria mendengarkan pembicaraan Sopir itu. Maria sudah bersiap-siap untuk meninggalkan taksi tersebut dengan mengeluarkan tas ransel dan juga kopernya. Ketika sopir itu sedang lengah karena terlalu fokus mengobrol dengan teman yang ada di teleponnya yang Maria indikasikan sebagai seorang penculik anak-anak.


Maria adalah gadis yang sangat cerdas dan juga pintar di sekolahnya. Jadi hanya dengan mendengarkan isi pembicaraan sopir taxi itu dia sudah mengetahui bahwa dirinya dalam keadaan bahaya saat ini.


Maria langsung berlari secepat kilat untuk menghindari Sopir itu sebelum dia menyadari bahwa dirinya telah meninggalkan mobilnya.


" Aku harus tegak bersembunyi agar Sopir itu tidak bisa menemukanku!" ucap Mariah dengan nafas yang ngos-ngosan karena terus berlari sejak dia meninggalkan mobil taksi.


Maria melihat seorang laki-laki berpakaian parlente keluar dari mobilnya arena hendak membeli sesuatu di Swalayan yang tidak jauh letaknya dari mobil itu di parkir.


Maria mendekati mobil itu dan ternyata pintu mobilnya tidak dikunci. Maria sangat senang sekali. Dia pun langsung masuk ke dalam mobil itu dan bersembunyi di sana. Karena dia melihat sopir jahat yang tadi membawa dirinya kini tampak sedang mencari dan mengejarnya.


" Ke mana perginya anak kecil itu? Ya Tuhan cepat sekali larinya. Kenapa hanya dalam hitungan menit dia sudah menghilang dari pandanganku? Dasar bodoh! Mengawasi anak kecil seperti itu saja kau tidak becus!" ucap sopir taksi itu merututi dirinya sendiri yang sangat teledor dan ceroboh karena tidak mengawasi Maria dengan baik sehingga dia harus kehilangan mangsanya.

__ADS_1


" Kalau seperti ini bos besar pasti akan sangat marah dengan kegagalanku untuk mendapatkan mangsa baru untuk bisa dijadikan sandera dan meminta uang tebusan besar kepada orang tuanya! Gagal deh aku mendapatkan bonus besar!" ucap laki-laki itu sambil terus menggerutu kepada dirinya sendiri. Dia tidak mengetahui bahwa Maria saat ini berada tepat di belakangnya. Maria berada di mobil milik orang asing yang Maria pun tidak kenal siapa pemiliknya.


__ADS_2