Genggam Tanganku Sayang Selamanya

Genggam Tanganku Sayang Selamanya
107. Kunjungan Catherine dan Dika


__ADS_3

Catherine tampak bingung sekali melihat orang-orang yang menjaga Angel semuanya ada di luar. Sia mengerutkan keningnya dan mulai khawatir kalau terjadi sesuatu dengan istri dari kakaknya.


" Dion ada apa ini? Kenapa semuanya ada di luar?" tanya Catherine kepada Dion yang sejak tadi terus melihat ke arahnya yang datang ke rumah sakit bersama dengan Deka.


Terlihat Deka dan Dion yang bersalaman dan saling melempar senyum satu sama lain.


" Apa kabar dia Bro?" tanya Deka kepada Dion.


Catherine tampak menggelengkan kepalanya karena Dion sejak tadi tidak mau menjawab pertanyaannya. Tetapi sekarang dia tampak akrab berbicara dengan Deka yang dulu adalah musuhnya. Benar-benar tekah membuat Catherine frustasi.


Catherine kemudian meninggalkan Dion dan Deka. Dia mendekati Mario dan bertanya tentang keadaan yang sedang terjadi saat ini.


" Bagaimana keadaan Angel Kak? Kenapa semuanya ada di luar?" tanya Catherine merasa khawatir dengan keadaan semua orang yang saat ini tampak begitu cemas.


Mario melirik sekilas kepada adiknya yang cantik dan baik hatinya. Kemudian dia pun tersenyum kepada Catherine.


" Tadi Angel menggerakkan kedua jarinya. Jadi sekarang team Dokter sedang berusaha memeriksa kondisi Angel saat ini. Oleh karena itu kami disuruh keluar semuanya oleh team dokter yang menangin dia!" ucap Mario dengan senyum di bibirnya.


Mendengarkan keterangan itu. Catherine pun langsung mengucap syukur kepada Allah. Kalau Angel sudah bisa menggerakkan jari-jarinya, itu artinya masih ada harapan untuk Angel bisa kembali bangun.


" Berdoa Kak. Semoga Kak Angel bisa kembali lagi bersama dengan kita!" ucap Catherine sambil mengelus telapak tangan kakaknya yang semakin kurus. Karena sekarang Mario lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah sakit dan bisa dikatakan Mario bahkan sampai lupa untuk mengurus dirinya sendiri.


Catherine kemudian duduk di sebelah Mario dan menggenggam telapak tangannya. Dia berusaha memberikan kekuatan kepada kakaknya yang dia tahu saat ini pasti sedang sangat menderita karena keadaan Angel yang masih belum jelas.


" Terima kasih Cath karena kamu masih menyempatkan dirimu datang ke mari untuk menjenguk Angel diantara waktumu yang sangat sibuk karena harus mengurus perusahaan menggantikan kakakmu ini!" ucap Mario sambil menundukkan wajahnya terlihat laki-laki tampan itu tidak memiliki semangat hidup setelah melihat keadaan istrinya yang sangat memprihatinkan.


Catherine mengulas senyuman kepada Mario sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Jangan berkata seperti itu Kak. Selama ini kan kakak yang sudah berjuang dan berusaha keras untuk membesarkan Dirgantara Group. Sekarang Saya hanya membantu kakak untuk mengelolanya setidaknya sampai kondisi Kak Angel lebih baik sehingga Kakak bisa fokus untuk mengurus grup kembali!" Mario benar-benar merasa bersyukur memiliki seorang adik seperti Catherine yang sangat dewasa dan juga pengertian.


Membuat Mario bisa mengerti kenapa pria hebat seperti Deka Yamada bisa tertarik dan jatuh cinta kepada seorang catering yang baru saja menjadi seorang janda dari Dion Bagaskara yang tak kalah hebatnya.


Mario bahkan sampai menggelengkan kepalanya melihat keakraban antara Dion dan Deka yang sangat absurd sekali.


Bagaimana mungkin ada seorang mantan suami yang memiliki hubungan dekat bahkan cenderung akrab dengan kekasih baru dari mantan istrinya.


Mario bisa melihat. Semua itu pasti karena pengaruh seorang Catherine yang sudah membuat dua pria tampan itu sekarang malah begitu asik mengobrol satu sama lain. Layaknya seorang teman yang lama tak bertemu satu sama lain.


" Kamu sangat hebat sekali adikku. Kamu bisa membuat dua rival itu sekarang malah menjadi sahabat!" ucap Mario sambil tersenyum melirik Catherine yang malah memutar bola matanya dengan malas ketika melihat Deka dan Dion lebih asik untuk berbincang-bincang berdua daripada bercakap-cakap dengannya.


" Hebat apanya Kak? Deka itu katanya adalah kekasihku. Tetapi dia lebih banyak menghabiskan waktu bersama Dion setiap kali kami bertemu. Menyebalkan!" ucap Kathryn sambil menatap sinis kedua pria tampan itu yang sekarang bahkan terlihat tertawa terbahak-bahak entah sedang membicarakan apa.


Mario sampai tersenyum melihat adiknya yang cemburu dengan kebersamaan antara Deka dan Dion.


Mario tersenyum kepada adiknya sambil terus menggelengkan kepalanya. Merasa lucu dengan tingkah adiknya yang sangat konyol.


" Kalau kau merasa cemburu. Tinggal kau tarik saja kekasihmu untuk dekat denganmu. Janganlah kau marah marah-marah denganku di sini. Aku kan tidak tahu apa-apa!" ucap Mario sambil menyentil hidung adiknya yang begitu menggemaskan.


Mario bersyukur dengan kehadiran Catherine. Setidaknya kehadiran Catherine sudah mengalihkan perhatiannya dari kepusingan memikirkan nasib Angel yang saat ini sedang berjuang nyawa di ruangan ICU bersama team dokter yang sedang berusaha untuk menyelamatkan hidupnya yang masih belum jelas bagaimana keadaan nya.


Mario tampak memperhatikan Steven dan Bryan yang sejak tadi terus menangis di dalam pelukan ibunya yang terus menghibur kedua cucunya yang merasa bersalah kepada Angel yang masih koma.


" Aku hanya berharap agar Angel segera bangun dan bertemu dengan putra kami. Kasihan sekali Steven dan Bryan kalau sampai terjadi apa-apa dengan Angel. Seumur hidup mereka pasti tidak akan pernah memaafkan diri mereka sendiri karena telah membuat ibunya jatuh dari atas tangga! Ingatan seperti itu akan menyakiti mental mereka sampai dewasa nanti!" ucap Mario sambil melirik sekilas kepada Catherine yang saat ini juga sedang memperhatikan Steven dan Bryan yang masih terisak di dalam pelukan ibunya.


" Rossa memang perempuan yang sangat menyebalkan tenang sajakah aku pasti akan membalaskan perbuatan jahat dia kepada keluarga kakak!" ucap Catherine dengan suara penuh amarah dan mata yang berkilat.

__ADS_1


Mendengar Catherine membicarakan tentang Rossa. Seketika Mario mengingat kembali apa yang terjadi ketika itu. Saat Rossa masuk ke dalam kamar Angel yang membuat Angel tiba-tiba saja drop total setelah kepergian Rosa dari kamarnya.


" Entahlah kenapa aku merasa bahwa keadaan Angel saat ini berhubungan dengan Rossa!" ucap Mario sambil meraup wajahnya dengan kasar.


Sungguh masalah yang terjadi di dalam rumah tangganya benar-benar telah meruntuhkan kekuatan seorang Mario Dirgantara. Dia bahkan sekarang sudah tidak mempedulikan penampilannya lagi.


" Tenanglah Kak. Aku akan menyelidiki semua itu. Aku akan pastikan bahwa Rossa pasti akan menerima ganjarannya karena telah mengganggu rumah tangga kalian!" ucap Catherine dengan mata berapi-api.


Wajah Catherine kembali masam ketika matanya mengalihkan pandangannya kepada Dion dan Deka yang bahkan sekarang pergi meninggalkan mereka dan entah mau pergi ke mana tanpa berpamitana kepadanya.


Catherine menarik nafasnya dalam-dalam benar-benar berasa frustasi melihat hubungan Deka dan Dion yang benar-benar membuat Kepalanya pusing.


" Sudah kau ambil sana kekasihmu daripada kau misuh-misuh di sini. Kakakmu ini sedang pusing memikirkan Angel. Aku tidak punya cukup tenaga untuk melihatmu marah-marah begitu karena cemburu melihat kekasihmu lebih memilih akrab dengan mantan suamimu dari pada dengan kamu!" ucap Mario sambil melirik sekilas kepada Catherine yang malah melotot ke arahnya sekarang.


Mario hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan absurd adiknya yang sekarang malah melampiaskan emosinya kepada dirinya yang tidak tahu apa-apa.


" Kalau kakak melihat bagaimana mereka berdua tidur sambil berpelukan satu sama lain, ketika tidur di apartemenku waktu itu. Pasti kakak tidak akan mengatakan hal seperti itu! Ckckck!" ucap Catherine sambil berdecih merasa sangat kesal sekali kepada Deka dan Dion.


Dion yang mendengarkan penuturan adiknya dia pun mengerutkan keningnya.


" Berpelukan bagaimana maksudnya?" tanya Mario tampak penasaran dengan hubungan Deka dan Dion yang memang kurang wajar di matanya.


Bagaimana mungkin rival cinta yang sedang merebutkan cinta seorang perempuan. Mereka bisa begitu akrab dan tampak seperti dua saudara yang terpisah jauh? Mario juga berpikir bahwa hubungan antara Deka dan Dion benar-benar tidak normal.


Catherine kemudian menceritakan tentang kedatangan Dion dan Deka pada malam itu. Yang akhirnya mereka menginap di apartemennya. Ketika dia bangun pagi, dia malah melihat Deka dan Dion yang sedang berpelukan satu sama lain di depan ruang televisinya. Mario malah tertawa terbahak ketika dia mendengarkan cerita Catherine yang benar-benar memperlihatkan kecemburuannya terhadap Deka dan Dion.


" Kentara sekali kalau kau cemburu kepada mereka berdua. Sudahlah Cath! Mereka itu hanya dua sahabat yang mungkin merasa satu nasib karena sama-sama mencintaimu. Kamu seharusnya bersyukur melihat mereka akur, bukannya bermusuhan yang pastinya akan membawa dampak buruk ke dalam namamu yang mereka cintai!" ucap Mario sambil menepuk punggung Catherine yang tampak menggelengkan kepalanya tidak setuju dengan ucapan Mario.

__ADS_1


__ADS_2