
Bryan dan Steven sudah berangkat menuju sekolahan mereka diantarkan oleh sopir keluarga Bagaskara.
Tasya mengantarkan cucunya pergi ke sekolah karena bagaimanapun dia belum bisa melepaskan mereka berdua untuk berada di sekolahan tanpa pengawasannya.
' Semoga kedua orang tua kalian sudah bisa memutuskan untuk segera mengakui kalian sebagai anak mereka. Semoga kalian semua akan hidup bahagia dan Kalian tidak perlu kekurangan kasih sayang orang tua lagi!' doa Tasya ketika mengantarkan Bryan dan Steven menuju ke sekolahan.
Sementara itu Angel dan Mario masih berada di dalam kamar mereka.
Angel masih belum bisa menemukan kata-kata yang pas untuk menjelaskan semua situasi kepada Mario yang tampaknya merasa marah dengan apa yang dilakukan oleh Angel terhadapnya.
" Tolong jelaskan semuanya kepadaku karena aku benar-benar sangat penasaran!" ucap Mario dengan suara pelan karena bagaimanapun dia tidak mau membuat Angel merasa tidak nyaman dengan pertanyaannya.
Angel menatap Mario dengan lekat. Angel berusaha untuk mengumpulkan keberanian di dalam dirinya untuk bisa menjelaskan segalanya kepada laki-laki yang telah menjadi bagian terindah dan juga terburuk dalam hidupnya.
" Aku hanya tidak mau dijadikan alat olehmu untuk menghancurkan perusahaan keluargaku itulah yang menjadi alasanku melarikan diri dari pernikahan kita berdua. Adapun masalah anak-anak, aku baru mengetahuinya setelah dua bulan aku melarikan diri dari Indonesia. Aku tadinya berniat untuk menggugurkan. Tetapi mereka sangat kuat dan bersikeras untuk hidup dalam rahimku. Sehingga akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan kehamilanku dan melahirkan mereka tanpa sepengetahuan siapapun!" ucap Angel sambil mengepalkan kedua tangannya yang terasa begitu dingin.
Mario meraup wajahnya dengan kasar. Tampak dia merasa sangat sedih dan merasa bersalah dengan waktu yang sulit yang sudah dilalui oleh Angel gara-gara perbuatannya yang ceroboh dan membuat wanitanya merasa sakit hati dan salah paham.
" Untunglah mereka anak-anak yang hebat dan kuat. Sehingga mereka bisa lahir dengan selamat. Kalau tidak, aku pasti akan selalu menyalahkan diriku sendiri karena sudah menjadi penyebab dari kau yang berniat untuk membunuh mereka!" ucap Mario dengan suara gemetar karena merasa bersalah.
Angel bangkit dari duduknya dan mendekat kepada Mario yang tampak begitu tertekan saat ini.
__ADS_1
" Maafkan Aku. Aku yang salah dalam hal ini. Padahal aku pun menggunakanmu untuk melampiaskan dendamku terhadap Mama Andien dan Rosa. Tetapi aku begitu marah ketika mengetahui kalau kau ternyata tidak mencintaiku dengan tulus. Aku terlalu serakah dengan menginginkanmu untuk benar-benar mencintaiku. Aku memang sangat egois saat itu. Tolong kau maafkan aku!" ucap Angel berusaha untuk menenangkan perasaannya sendiri.
Mario tampak terkesiap mendengarkan pengakuan Angel.
" Apa maksudmu menggunakan ku untuk melampiaskan dendammu kepada Rossa?" tanya Mario kebingungan.
Angel kemudian menceritakan semua kejadian buruk yang menimpanya ketika masih kecil ketika Andien menjadi ibu tirinya dan Rossa menjadi saudara tirinya.
Angel menceritakan semua hal secara terbuka kepada Mario sehingga Mario bisa mengerti semua kondisi dan situasinya.
" Aku mendengar bahwa Rossa dan Mama Andien berencana menjadikanmu sebagai target untuk mendapatkan kekayaan. Oleh karena itu aku menggunakan segala cara untuk bisa mendekatimu agar bisa menjadi calon suamiku. Akan tetapi pada akhirnya aku harus mendapatkan kenyataan bahwa aku ternyata terjebak dalam permainan ku sendiri. Karena aku ternyata benar-benar telah jatuh cinta dan mencintaimu dengan dalam. Aku kalah bertarung melawan diriku sendiri!" ucap Angel sambil menundukkan kepalanya.
" Kenapa kau harus berhenti di tengah jalan untuk memanfaatkanku dalam membalaskan dendammu kepada orang yang sudah menyakitimu? Padahal aku akan senang hati menjadi alatmu untuk membuat mereka menderita karena sudah memberikan waktu terburuk di masa kecilmu!" ucap Mario menggenggam telapak tangan Angel yang terasa begitu dingin.
Angel bisa merasakan bahwa cinta yang diberikan oleh Mario sekarang adalah Tulus dan dia merasa terharu dengan hal itu.
" Aku kena tulah dari niat jahatku yang hanya ingin menggunakanmu sebagai alat balas dendamku kepada Rosa dan mama Andien dengan jatuh cinta kepadamu. Oleh karena itu aku menghukum dirimu sendiri dengan pergi meninggalkanmu!" ucap Angel dengan menundukkan kepalanya.
" Tidak sayang. Aku tidak pernah merasa bahwa kau menjadikanku sebagai alatmu untuk balas dendam. Tapi aku merasa sangat bahagia karena aku bisa membuatmu merasa lebih baik setelah memberikan pukulan telak kepada Rossa dan ibunya karena tidak berhasil mendapatkanku sebagai calon suaminya. Apa kau tahu bagaimana nasibku nantinya ketika aku menjadi calon suami dari Rossa yang pastinya dia hanya menginginkan hartaku tanpa bener-benar mencintai aku!" tampak Mario yang tertawa dengan sumbang membuat Angel menjadi tidak mengerti dengan karakter laki-laki itu.
Suasana pagi itu yang seharusnya diisi dengan kemesraan dan keromantisan untuk penggantin baru, harus dilalui hanya untuk menjelaskan semua kesalahpahaman di masa lalu oleh kedua insan yang saling mencintai satu sama lain.
__ADS_1
" Ayo bersiaplah kita segera pergi ke catatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan kita dan juga mendaftarkan Steven dan Bryan masuk ke dalam kartu keluarga kita!" ucap Mario sambil menarik telapak tangan Angel.
Angel menahan tangan Mario yang menarik dirinya untuk bangkit. Angel menatapnya dengan lekat.
" Apakah kau sudah memaafkan apa yang telah aku lakukan dulu? Karena aku sudah memisahkanmu dari putra-putramu?" tanya Angel dengan wajah pucat karena merasa bersalah dan merasa takut kalau sampai Mario marah kepadanya.
Mario menggelengkan kepalanya kemudian dia mengecup telapak tangan Angel. Mario menarik tubuh Angel ke dalam pelukannya.
" Bagiku menemukan Kalian bertiga dalam keadaan sehat, itu sudah sangat luar biasa dan aku bersyukur kepada Tuhan karena selalu melindungi kalian semua walaupun aku tidak ada di antara kalian! Aku tidak marah denganmu sayang. Karena kamu sudah menyembunyikan tentang si kembar kepadaku maupun kepada keluargaku." ucap Mario menjeda perkataan nya.
Angel tampak penasaran ingin mendengarkan kelanjutan perkataan Mario.
" Lalu apakah kita akan mengambil Steven dan Brian dari tangan kedua orang tuaku?" tanya Angel sambil menundukkan kepalanya.
" Steven dan Bryan pasti akan kebingungan kalau mengetahui bahwa kita adalah orang tua mereka. Padahal mereka selama ini menganggapku sebagai kakaknya." terdengar suara Angel yang bergetar.
Mario berusaha untuk menguatkan wanita yang dia cintai.
" Tenanglah aku lihat Steven dan Bryan adalah anak-anak yang pintar aku yakin mereka pasti bisa mengerti kondisi kita!" ucap Mario mencoba untuk menenangkan Angel yang tampaknya masih belum percaya diri untuk mengambil Steven dan Bryan dari tangan kedua orang tuanya dan menjadikan mereka sebagai anaknya.
Setelah mempersiapkan segalanya, Mario dan Angel pun kemudian menemui Bayu dan menyampaikan keinginan mereka untuk menarik kembali Brian dan Steven ke dalam kartu keluarga milik mereka.
__ADS_1