Genggam Tanganku Sayang Selamanya

Genggam Tanganku Sayang Selamanya
102. Berani gak?


__ADS_3

Terlihat Deka berdiri di depan pintu apartemen Catherine. Dia membawa makan malam untuk wanita yang dia cintai.


Catherine yang tadi ketiduran setelah pulang dari rumah sakit. Tampak memicingkan matanya ketika melihat Deka yang tersenyum di depan pintunya.


" Mau apa kau malam-malam datang kemari?" tanya Catherine berusaha untuk menahan Deka untuk masuk ke dalam apartemennya.


Sementara itu Dion yang juga membawa makan malam untuk Catherine. Tampak mengurutkan keningnya dengan dalam ketika melihat Deka yang masuk ke dalam apartemen mantan istrinya malam-malam begitu.


Dion pun kemudian mengetuk pintu apartemen Catherine dengan hati yang bergemuruh sangat kencang.


" Selamat malam aku membawa makan malam untukmu!" ucap Dion sambil tersenyum kepada Catherine.


Catherine tidak mengerti apa yang sedang dilakukan oleh Dion dengan berperilaku seperti itu.


" Kenapa kau malam-malam datang kemari? Apa kekasihmu tidak akan marah?" tanya Catherine merasa tidak nyaman dengan kehadiran Dion. Apalagi di dalam sana ada Deka yang sedang Menyiapkan makan malam yang tadi dia bawa.


" Siapa yang datang malam-malam begini sayang?" tanya Deka pelan sambil memeluk tubuh Catherine.


Dion nampak mengepalkan kedua tangannya melihat Deka yang begitu intim dengan mantan istrinya.


" Kita baru bercerai beberapa hari dan kau sudah berani membawa laki-laki lain ke dalam apartemenmu?" tanya Dion dengan suara gemetar dan tampak gelisah sekali.


Dion tahu bahwa dirinya sangat cemburu melihat kedekatan Catherine dan Deka yang terlalu cepat baginya.


" Apa maksud perkataan ambigu itu? Selama kita menikah kau tidak pernah menyentuhku. Jadi aku rasa, Aku tidak memiliki masa iddah untuk bisa berhubungan dengan laki-laki baru yang datang dalam hidupku. Karena tidak ada yang diragukan di dalam rahimku yang kemungkinan adalah keturunanmu. Mungkin kau harus bertanya kepada kekasihmu itu. Apakah dia sedang mengandung anakmu atau tidak?" tanya Catherine dengan sini sambil menatap Dion yang kesulitan menelan salivanya sendiri mendengarkan kata-kata Kathryn yang sangat sinis dan terdengar sangat sarkasme.


" Aku datang kemari hanya ingin membawakan makan malam untukmu dan ingin mengetahui tempat seperti apa yang menjadi tempat tinggalmu sekarang! Apa kau tidak akan mempersilahkan tamumu untuk masuk?" Tanya Dion sambil terus menatap Catherine yang memutar bola matanya dengan malas.

__ADS_1


" Pulanglah ini bukan waktunya untuk bertamu!" ucap Kathryn mengusir Dion secara halus.


" Lalu kenapa laki-laki yang ada di sana boleh masuk ke dalam apartemenmu?" tanya Dion merasa tidak suka karena tidak diterima oleh Catherine untuk bertamu ke apartemennya.


" Aku adalah kekasihnya. Aku memiliki hak untuk berada di sini!" ucap Deka sambil tersenyum dengan penuh percaya diri.


Dion merasa geram sekali mendengarkan jawaban Deka.


" Apa kau yakin kalau kau adalah kekasih dari Catherine? Yang aku tahu wanita dengan itu tidak pernah memiliki kekasih siapapun. Karena dia hanya mencintai dirinya sendiri!" ucap Dion menahan kemarahannya ada di dalam hatinya.


Catherine merasa jengkel mendengarkan perkataan Dion yang menurutnya tidak faedah.


" Silakan kalian berdua masuk!" Ucap Catherine pada akhirnya mengalah.


Bagaimanapun dia merasa tidak enak kepada tetangga yang lainnya melihat keributan di depan pintunya.


Deka dan Dion tampak berkesiap melihat apa yang dilakukan oleh Catherine kepada mereka berdua.


" Aku sudah mengatakannya padamu kan? Kalau dia itu adalah wanita yang sangat dingin dan tidak berperasaan?" tanya Dion kepada Deka yang langsung menganggukkan kepalanya setuju dengan perkataan Dion.


" Kau benar! Dia memang seorang wanita yang menakutkan. Bayangkan saja aku sudah satu bulan lamanya mendekati dia, tapi dia tidak pernah mau membuka hatinya untukku!" ucap Deka sambil terus menggelengkan kepalanya sambil menatap pintu kamar Catherine yang sudah tertutup dengan rapat.


Mendengar pengakuan Deka, Dion pun tersenyum. Karena ternyata Catherine pun belum menerima Dion sebagai kekasihnya jadi ketika Deka mengatakan bahwa dia kekasih Catherine itu hanyalah asumsi pribadi seorang Deka Yamada.


" Kau baru satu bulan melakukan itu kan? Dulu ketika awal aku menikah dengannya, aku berusaha untuk membuat dia jatuh cinta padaku. Tetapi pada akhirnya aku menyerah karena melihat sifat dinginnya yang terlalu cuek kepadaku. Membuatku akhirnya aku lebih memilih untuk main gila dengan sekretarisku daripada harus mengemis cinta kepadanya!" ucap Dion malah curhat kepada Deka tentang deritanya menjadi suami seorang Catherine selama 5 tahun.


Deka terkejut mendengarkan pengakuan itu karena yang dia ketahui Catherine pun melakukan hal yang sama tapi karena Dion yang tidak menggubris perasaannya membuat Catherine akhirnya lebih memilih untuk menutup pintu hatinya dari sang suami dan lebih memfokuskan diri untuk bekerja.

__ADS_1


Dari dua cerita tersebut Deka bisa memahami bahwa ternyata pasangan mantan suami istri itu memiliki masalah Miss communication sehingga mereka tidak memahami keinginan pasangan masing-masing ketika mereka menjalani pernikahan dulu.


" Tampaknya perjuanganku untuk bisa mendapatkan Catherine akan sangat sulit melihat dia yang pernah terluka di masa lalunya!" ucap Deka yang terus menggelengkan kepalanya dan terus menatap pintu kamar Catherine yang benar-benar tertutup dan tidak terbuka sedikitpun.


" Selain itu kau juga harus menaklukkan kedua orang tuamu. Apakah mungkin keluargamu akan bersedia untuk menerima seorang janda untuk menjadi menantu untuk pewaris mereka?" Deka benar-benar terkesiap mendengarkan perkataan Dion yang sebelumnya tidak pernah dia pikirkan.


Mereka berdua terlibat pembicaraan yang serius dan juga santai. Sehingga mereka melupakan makanan yang dibawa dari luar untuk disantap bersama dengan Catherine.


" Tampaknya nasib kita kurang baik karena jatuh cinta kepada perempuan dingin dan tidak memiliki perasaan seperti Catherine!" ucap Dion sambil tersenyum kepada Deka.


Sementara itu Catherine yang sekarang berada di dalam kamarnya, hanya bisa mendengarkan pembicaraan Dion dan Deka secara lamat-lamat karena tidak terlalu kedengaran pembicaraan mereka.


" Ya ampun Sebenarnya apa yang sedang mereka lakukan? Kenapa mereka malah seperti yang begitu akrab berbicara satu sama lain?" tanya Catherine kepada dirinya sendiri ketika mereka begitu asyik menonton televisi di ruang keluarga miliknya.


Bahkan Catherine bisa mendengarkan mereka berdua tampak tertawa dengan begitu lepas dan sangat bahagia tidak seperti dua orang Rival yang sedang memperebutkan cintanya.


Catherine benar-benar tidak mempercayai apa yang dia lihat dan dia dengarkan ketika pada jam 02.00 malam dia keluar untuk mengambil air minum.


Deka dan Dion tampak tidur bersama dengan beralaskan karpet di depan televisi.


Catherine tidak habis pikir dengan dua laki-laki tampan itu yang malah saling memeluk satu sama lain dan tampak begitu lelap tertidur.


" Aku harus mengabadikan momen ini untuk menggoda mereka ketika besok mereka bangun pagi-pagi!" ucap Catherine dengan senyum jahilnya.


Catherine pun kemudian mengambil ponselnya dan memotret mereka berdua dari berbagai sisi yang menampakan keakraban dan juga keuntungan mereka berdoa saat tidur bersama dan berpelukan.


Catherine bahkan mewarnai wajah mereka dengan spidol dengan karakter lucu, sehingga mereka berdua tampak begitu lucu dan sangat menggemaskan. Kemudian dia pun mengambil kembali potret kebersamaan mereka berdua dan mengabadikannya di dalam ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2