
Rossa melangkahkan kakinya menuju pesta undangan yang diberikan oleh Tasya kepada keluarga mereka.
Di dalam undangan hanya disebutkan bahwa itu adalah pesta ulang tahun dari Tasya. Akan tetapi ketika mereka sampai di lokasi pesta ternyata tidak ada acara tersebut.
" Mah katanya undangan ulang tahun, kok tidak ada cake maupun segala aksesoris tentang ulang tahun?" tanya Rossa dengan keheranan.
Andien tampak melihat ke sekeliling di mana Dia pun merasa heran karena dia juga melihat ibunya Mario berada di antara tamu undangan.
" Pah, tampaknya Tasya sekarang kehidupannya sudah semakin membaik ya? Lihatlah semua tamu undangan ini adalah orang-orang penting di Jakarta. Mereka orang-orang kaya yang sangat luar biasa kekayaannya. Kita beruntung berada di tengah pesta ini. Siapa tahu kita bisa mencari calon suami kaya raya untuk Rossa." Ucap Andien berbisik kepada Zaenal yang saat ini sedang memperhatikan interaksi antara Tasya dan suaminya yang begitu mesra dan romantis. Membuat Zaenal merasa tidak nyaman di buat nya. Ada rasa cemburu yang merasuk ke dalam relung hatinya.
Jantung Zainal sejak tadi berdetak sangat cepat merasakan kecemburuan yang luar biasa ketika melihat Tasya yang begitu bahagia di samping suaminya yang baru.
" Kamu kenapa sih Pah? Kok dari tadi diajak bicara cuma diam saja. Apa yang sedang kau perhatikan dari tadi huh?" tanya Andien sambil menatap tajam kepada Zaenal yang saat ini masih melongok memperhatikan mantan istrinya yang sedang bermanja kepada suaminya.
Andien langsung mencubit pinggang suaminya untuk mengekspresikan rasa kesal di hatinya saat ini.
" Aw, apaan sih Mah? Sakit tahu!" ucap Zainal sambil mengelus pinggangnya yang tadi dicubit oleh sang istri dengan sangat keras.
" Biarin! Suruh siapa Papa dari tadi matanya terus memperhatikan Tasya? Jangan bilang sama Mama kalau Papa saat ini sedang cemburu ya?! Karena melihat mereka yang begitu mesra di hadapan publik!" Ucap Andien sengit sambil menatap tajam kepada suaminya yang langsung gugup dan bingung.
Zainal kemudian menarik tangan istrinya untuk keluar dari ruangan tersebut. Karena dia merasa malu kalau sampai Tasya melihatnya sedang ribut dengan Andien.
Bagaimanapun ada harga diri yang ingin dijaga oleh Zainal. Dia tidak mau kalau sampai rumah tangganya yang berantakan dilihat oleh Tasya yang saat ini hidup bahagia bersama dengan keluarga barunya.
Sampai sekarang Zainal masih merasa bersalah karena telah kehilangan Maria. Putri mereka berdua yang telah menghilang lebih dari 10 tahun.
Maria yang sekarang telah berubah fisik dan penampilan yang telah menjadi seorang wanita dewasa. Dia tidak bisa dikenali lagi oleh ayahnya sendiri. Bahkan ketika tadi ayahnya melintas di hadapannya.
Untuk sejenak Angel terkesiap melihat kehadiran Ayahnya di antara tamu pesta yang diadakan oleh ibunya yang entah kenapa berubah menjadi pesta yang begitu besar dengan banyak tamu undangan. Padahal dia diberitahukan oleh ibunya bahwa malam ini hanya ada makan malam saja untuk memperkenalkan calon suaminya kepada keluarga besarnya.
__ADS_1
' Tampaknya Ayahku tidak mengenali wajahku lagi. Syukurlah kalau Ayahku hidup dengan sehat dan baik aku sekarang bisa tenang.' bathin Angel dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu Zaenal yang menarik tangan istrinya keluar dari area pesta, dia tampak berbicara dengan tegas kepada istrinya.
" Dengar ya Mah! Jangan coba-coba kau menghancurkan pesta orang lain dan juga jangan membuat malu Papa!" ucap Zaenal kesal kepada Andien yang selalu berhasil membuatnya naik darah.
Andien menghempaskan telapak tangannya yang digenggam oleh sang suami kemudian dia berkacak pinggang di hadapan Zainal.
" Siapa coba yang tidak akan marah ketika melihat suaminya begitu terpesona melihat mantan istrinya yang sekarang semakin cantik dan kaya raya." ucap Andien kesal dan kemudian meninggalkan Zaenal sendirian.
Sementara itu Andien mendekati Rossa yang tampak sedang membeku di tempatnya, ketika dia melihat Mario yang saat ini sedang berdiri di samping Angel dan memeluknya dengan begitu mesra.
" Kamu kenapa sayang?" tanya Andien merasa heran dengan ekspresi putrinya yang tampak terkejut ketika melihat sesuatu.
" Mah! Lihatlah kenapa Mario bisa dekat dengan Maria? Mario itu calon suamiku Mah! Tapi, kenapa dia ada di sana, bukannya di sini bersamaku? Mama lihat bukan? Bahkan ibunya sekarang berdiri di samping Maria dengan senyum yang begitu merekah. Rossa tidak suka Mah! Cepat Mama panggil tante Marissa ke mari! Dia harus menjelaskan semua ini sama kita Mah. Kenapa bisa sampai hal seperti ini terjadi malam ini?" ucap Rossa dengan kesal melihat adegan di hadapannya.
' Benar-benar nih buaya! Sangat pintar sekali dia mencari kesempatan. Awas aja setelah pulang dari pesta ini, aku pasti akan memberi dia pelajaran!' Angel terus menatap kepada Mario untuk tidak terlalu menunjukkan kemesraan yang berlebihan di hadapan publik bagaimanapun dia harus menjaga nama baiknya di hadapan keluarga besarnya.
Akan tetapi Mario tampak cuek dengan peringatannya. Malah semakin menjadi dan membuat Angel menjadi frustasi. Tetapi Angel harus tetap memasang wajah cantiknya. Agar orang-orang tidak curiga dengan mereka berdua yang saat ini sedang berakting menjadi pasangan serasi.
Tidak lama kemudian, Surya Dirgantara naik ke atas panggung dan mulai mengumumkan tentang rencana pertunangan mereka berdua.
" Para undangan sekalian, terima kasih atas kedatangan Kalian malam ini. Kami keluarga besar Dirgantara dan Bagaskara merasa berbahagia sekali dengan kehadiran kalian semua. Malam ini kami akan meresmikan untuk pertunangan putra-putri kami yaitu Mario Dirgantara dan Angel Bagaskara. Mari kita sambut kedua pasangan ini ke atas panggung untuk bertukar cincin dan juga meresmikan pertunangan mereka malam ini!" ucap Surya sambil tersenyum kepada putranya yang saat ini sedang terkejut bukan kepalang dengan pengumuman tersebut.
" Apa?" tanya Angel dan Mario bersamaan.
Mereka berdua saling menatap satu sama lain. Bingung dan senang. Dua perasaan yang di rasakan oleh Angel dan Mario saat ini. Keduanya seakan tidak percaya dengan pengumuman yang diberikan oleh ayahnya Mario baru saja.
" Apa maksud perkataan ayahmu? Kenapa ini bisa menjadi acara pertunangan kita? Kau tahu masalah ini kan? Kenapa kau tidak bilang dari tadi kepadaku hah?" bisik Angel di telinga Mario dengan gemas.
__ADS_1
Mario langsung menarik pinggang Angel untuk mendekat ke arahnya kemudian dia berbisik di telinga Angel.
Rossa yang melihat adegan itu benar-benar panas hatinya dan merasa cemburu karena kalau dilihat dari tempatnya berdiri saat ini terlihat bahwa saat ini Mario sedang mencium bibir Angel dengan mesra.
" Aku juga tidak tahu tentang rencana ini. Aku malah ingin bertanya kepadamu apa yang saat ini sedang terjadi? Tapi tidak apa-apa lah. Bukankah sama saja honey? Aku juga kan pasti akan melamarmu suatu saat nanti. Bukankah ini hanya masalah waktu saja?" bisik Mario di telinga Angel sambil menaik turunkan alisnya menggoda Angel yang sekarang mulai merasa frustasi.
" Kau jangan terlalu percaya diri! Aku tidak mau menjadi tunanganmu apalagi menjadi istrimu!" ucap Angel sengit.
Akan tetapi tiba-tiba saja mata Angel menatap Rossa yang saat ini tengah menatapnya dengan penuh amarah dan kebencian. Seketika hati Angel merasa bersorak bahagia dan tanpa diberikan aba-aba Angel langsung menarik tengkuk Mario dan menciumnya dengan sangat dalam. Mario terkesiap dengan apa yang di lakukan oleh Angel kepadanya yang begitu mendadak. Setelah puas, Angel kemudian menarik tangan Mario untuk naik ke atas panggung dan memenuhi undangan Surya Dirgantara untuk melakukan tukar cincin.
Mario yang masih terkejut dengan kelakuan Angel yang tiba-tiba, dia masih lemas kakinya dan hanya mengikuti apapun yang dilakukan oleh Angel kepada dirinya.
Dalam hitungan waktu yang begitu cepat, kedua Insan tersebut telah bertukar cincin dan sekarang telah resmi menjadi tunangan.
Rosa yang melihat kejadian itu, benar-benar marah. Hampir saja dia melabrak Angel dan Mario di atas panggung. Kalau bukan karena Zainal yang menggenggam tangannya dengan kuat dan berusaha untuk mengendalikan dia agar tidak merusak pesta orang lain. Pasti akan terjadi kekacauan besar di pesta itu.
" Papa pasti merasa senang kan? Karena Putri kesayangan Papa sekarang telah menjadi tunangan dari Mario Dirgantara! Sejak dulu Papa memang tidak pernah menyayangi Rossa. Papa lebih menyayangi Putri kandung Papa sendiri, Papa betul-betul tidak adil!" ucap Rossa dengan bersimbah air mata.
Zainal yang mendengarkan perkataan Rossa merasa bingung dan tidak mengerti dengan maksudnya.
Karena sampai saat ini Zainal, belum ngeh bahwa Angel yang dimaksud oleh surya adalah putrinya yang telah menghilang.
" Kamu puas sekarang Pah? Karena sudah menghancurkan hati putriku? Kalian sekeluarga memang brengsek! Aku tidak akan pernah membiarkan semua ini begitu saja. Aku pasti akan segera menghancurkan kebahagiaan putrimu itu! Karena dia sudah lancang merebut impian dari putriku untuk menjadi istri seorang Mario Dirgantara!" ancam Andien dengan sengit sambil meninggalkan Zaenal yang masih bingung dan belum mengerti dengan kejadian yang saat ini sedang terjadi di hadapannya.
" Apa maksud Rossa dan Andien mengatakan bahwa gadis itu adalah putriku? Putriku adalah Maria dan dia telah menghilang 10 tahun lamanya. Kenapa tiba-tiba dia berubah menjadi Angel yang sekarang menjadi Putri Tasya? Sungguh aneh! Aku harus konfirmasi hal ini kepada Tasya dan gadis itu!" Zaenal pun pergi mendekati Tasya dan Angel yang saat ini sedang bercengkrama setelah acara tukar cincin dengan Mario.
" Tasya, apa kita bisa bicara?" tanya Zaenal sambil melirik sekilas kepada Angel yang saat ini sedang menatapnya dengan sendu.
Ada kerinduan yang sangat besar dimata Angel terhadap ayahnya. Tetapi dia merasa kecewa karena ayahnya tidak mengenali dirinya lagi saat ini.
__ADS_1