Genggam Tanganku Sayang Selamanya

Genggam Tanganku Sayang Selamanya
Pembicaraan Mario dan Bagas


__ADS_3

Terlihat Mario dan Bagas sedang membicarakan hal yang sangat serius di sebuah kafe yang letaknya tidak terlalu jauh dari kediaman Rossa.


" Cepat katakan apa yang mau kau katakan padaku?" tanya Mario ketus.


" Aku hanya merasa kasihan padamu. Kalau sampai kau dimanfaatkan oleh Rossa dan Andien yang sedang membuat rencana jahat untuk pernikahanmu dan istrimu!" ucap Bagas sambil menyeruput kopi yang tadi dipesan oleh Mario untuknya.


Mario mengerutkan keningnya karena dia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh orang yang baru pertama kali dia temui.


" Langsung saja apa yang mau kau katakan kepadaku! Kau tidak usah berbelit-belit. Karena aku tidak punya waktu yang begitu banyak untuk melayani keisenganmu!" ucap Mario masih menunjukkan permusuhan kepada Bagas yang hanya tersenyum simpul melihat Mario yang tampaknya merendahkan dirinya.


' Tidak masalah kau merendahkanku sekarang. Akan tetapi aku yakin sekali. Setelah Kau mendengarkan apa yang aku berikan padamu, maka pandanganmu terhadapku pasti akan berubah 180°," bathin Bagas sambil tersenyum kepada Mario yang masih judes dan jutek kepadanya.


Mario persis seperti perempuan yang sedang PMS yang tidak memiliki keramahtamahan terhadap Bagas yang selama berhari-hari sudah menganggu dirinya.


Sejak tadi Mario terus memasang wajah permusuhan terhadap Bagas yang sudah membuatnya merasa sangat tidak nyaman dengan SMS dan telepon darinya.


Terlihat Bagas yang mengeluarkan ponselnya. Kemudian Bagas tampak sangat sibuk untuk mengotak-atik ponselnya.


Tidak lama kemudian, terdengar suara rekaman dari ponsel Bagas.


Suara Andien dan Rossa pada hari itu yang menceritakan tentang kejadian malam penjebakan Mario yang di lakukan oleh Rossa dan Andein. Mario diam terus hanya untuk mendengarkan isi rekaman itu.


Mario mengerutkan keningnya ketika dia mendengarkan isi rekaman yang ditunjukkan oleh Bagas kepadanya melalui ponselnya.

__ADS_1


" Ternyata kejadian malam itu adalah rencana mereka berdua. Benar-benar sangat licik dan juga sangat jahat!" ucap Mario sambil mengepalkan kedua tangannya dengan geram sekali.


Mario kemudian menatap wajah Bagas yang masih melihatnya dengan wajah yang sangat membingungkan bagi Mario untuk membacanya.


" Katakan padaku! Kenapa kau melakukan semua ini? Kalau melihat hubunganmu dengan Andien tadi, tampaknya Kalian sedang memiliki hubungan serius kan?" tanya Mario yang sekarang suaranya mulai terdengar santai dan mulai bersahabat.


Bagas kemudian menceritakan tentang niatnya mendekati Andien dan Rosa bahwa dia sedang menyelidiki tentang profesi Rosa sebagai penyedia jasa kenikmatan untuk para pengusaha muda yang butuh seorang model maupun artis untuk memuluskan tender maupun proyek mereka.


" Aku tidak menyangka kalau ternyata Rossa memiliki profesi sehingga itu." ucap Mario mencibir dan merasa jijik dengan Rossa.


Seketika wajah Mario mengeras karena dia kembali memikirkan malam itu di mana dirinya telah dijebak oleh Rossa dan Andien.


" Apakah aku boleh meminta rekaman itu? Karena aku ingin menunjukkan kepada istriku tentang kejahatan yang sudah dilakukan oleh Rossa dan juga ibu tirinya terhadap diriku! Melihat dan mendengar apa yang sudah dilakukan oleh Rosa dan Andien. Tampaknya mereka tidak akan pernah menyerah untuk menghancurkan rumah tanggaku bersama istriku." ucap Mario kepada Bagas.


" Aku harap kamu bisa menyembunyikan rahasia ini. Bahwa akulah yang telah mengirimkan rekaman itu padamu. Karena bagaimanapun saat ini aku sedang memiliki hubungan bersama dengan Andien!" ucap Bagas sambil menundukkan kepalanya.


Mario tampak menggelengkan kepalanya karena dia tidak habis pikir orang baik seperti Bagas bisa memiliki hubungan dengan Andien yang dia kenal sebagai wanita yang jahat sekali dan berhati picik.


" Aku hanya tidak mengerti. Kenapa orang baik sepertimu bisa memiliki hubungan dengan Andien yang lebih pantas untuk menjadi ibumu? Kenapa kau tidak mendekati Rosa saja? Dia lebih cocok untuk menjadi istrimu kan?" tanya Mario sambil menepuk bahu Bagas yang langsung tersenyum kepadanya.


" Standar laki-laki Rossa itu tidak seperti diriku. Lagi pula, aku tidak mau memiliki seorang istri yang bisa digunakan oleh siapapun. Walaupun Andien seorang wanita yang bisa dikatakan jahat, tetapi dia menjaga dirinya dan selama ini aku melihat dia tidak pernah macam-macam dengan laki-laki manapun." ucap Bagas sambil tersenyum kepada Mario yang masih menggelengkan kepalanya.


Kedua lelaki tampan itu pun kemudian berpisah. Setelah Mario mengucapkan terima kasih kepada Bagas yang tadi sudah membongkar kejahatan Andien dan Rossa di hadapannya.

__ADS_1


" Aku berharap rumah tanggamu baik-baik saja bersama dengan istrimu. Aku juga berharap semoga saja Andien bisa merubah dirinya menjadi wanita yang baik dan meninggalkan kejahatan yang hanya akan merugikan dirinya sendiri!" ucap Bagas menyatakan harapannya tentang wanita yang dia cintai.


Bagas tahu bahwa hubungannya dengan Andien pasti akan mengundang banyak kontroversi mengingat usia mereka yang terpaut sangat jauh.


Seperti yang dikatakan oleh Mario, bahwa Andien memang lebih layak untuk menjadi ibunya daripada menjadi istrinya. Akan tetapi dia mencintai Andien dan Andien pun juga mencintainya. Itu yang terpenting bagi Bagas.


Mario memberikan cek Rp100 juta kepada Bagas untuk ucapan terima kasihnya karena pria itu yang sudah membantunya untuk mengungkap kejahatan Andien dan Rossa yang sekarang sedang berencana untuk menghancurkan rumah tangganya bersama Angel. Wanita yang sangat dia cintai.


Tanpa disadari oleh mereka berdua, ada seorang laki-laki yang saat ini terus memperhatikan mereka dan mendengarkan semua percakapan mereka.


Laki-laki itu adalah anak buah yang dikirimkan oleh Andien untuk mengikuti Bagas. Karena Andien yang sangat penasaran apa yang hendak dilakukan oleh Bagas. Ketika laki-laki itu mengajak bertemu Mario.


Ketika melihat Bagas dan Mario sudah meninggalkan kafe tersebut. Laki-laki itu pun langsung menghubungi Andien dan melaporkan semua yang dia lihat di cafe kepada Andien yang langsung murka seketika kepada Bagas, sang kekasih tercinta.


" Kurang ajar! Ternyata Bagas adalah seorang wartawan yang sengaja mendekatiku hanya untuk menggali informasi tentang Rossa? Aku tidak menyangka kalau ternyata cinta Bagas untukku hanyalah sebuah Kepalsuan saja!" monolog Andien merasa sangat kecewa kepada Bagas yang telah menghianati kepercayaannya.


Andien kemudian langsung menghubungi Bagas dan meminta laki-laki itu untuk datang ke rumahnya.


" Bagaimanapun aku harus meminta penjelasan kepada Bagas. Aku tidak terima kalau semua ini hanya berakhir begitu saja. kalau memang benar Bagas tidak pernah mencintaiku Aku harus memberikan pelajaran kepada laki-laki itu yang sudah sangat lancang mempermainkan perasaanku!" seketika hati Andien merasa sangat sakit dan juga sedih karena kembali cintanya ternodai.


Andien tidak mengerti, kenapa nasibnya sangat buruk kalau sudah berkaitan dengan urusan cinta.


" Apakah aku tidak berhak untuk bahagia kenapa setiap kali aku merasakan cinta dalam hidupku aku harus selalu menemui kekecewaan? Apakah salah kalau aku juga ingin bahagia dengan orang yang aku cintai? Hiks hiks!" tampak Anden yang mulai menangis tersedu.

__ADS_1


Andien kemudian menghubungi Bagas dan meminta kepada laki-laki itu untuk segera datang ke rumahnya. Karena dia ingin bertemu dengan Bagas dan mengkonfirmasi semuanya.


__ADS_2