Genggam Tanganku Sayang Selamanya

Genggam Tanganku Sayang Selamanya
123. Happy Ending


__ADS_3

" Tapi sebaiknya tidak usah mengatakan hal-hal seperti itu kepada anak kecil itu tidak baik!" ucap Catherine sedih.


" Sudahlah Papa pasti hanya sedang bercanda saja dan Axel dan tidak ada maksud buruk di dalamnya. Papa pasti sangat bahagia karena akhirnya dia memiliki cucu yang begitu tampan dan cantik seperti Axel dan Cello. Maafkan Aku sayang! Aku sudah ketakutan dengan sesuatu yang tidak perlu. Seandainya dulu kita bertemu dengan kedua orang tuaku, mungkin tidak akan pernah ada perpisahan diantara kita berdua. Dan kau tidak perlu mengalami kesakitan yang begitu luar biasa hanya sendirian saja tanpa aku di samping kamu!" ucap Deka tampak sedih sekali.


Catherine membingkai wajah Deka dengan kedua tangannya. Kemudian mengecup bibir calon suaminya yang sekitar satu minggu lagi akan segera diresmikan pernikahan mereka berdua di ballroom milik keluarga Deka.


" Percayalah semua hal pasti akan indah pada waktunya dan aku percaya bahwa semua hal yang terjadi kepada kita berdua, itu pasti sudah direncanakan dengan begitu indah oleh maha pengatur waktu dan kehidupan! Kita hanya tinggal menjalani saja dengan keikhlasan dan kemantapan!" ucap Catherine merasa bahagia sekali.


Deka merasa bersyukur karena Catherine tidak mengadilinya ataupun menghujatnya atas sikap pengecut dan juga ketakutan yang tidak terbukti apa-apa.


" Percayalah Catherine. Aelama aku jauh darimu. Aku tidak pernah memikirkan wanita manapun juga. Aku hanya menginginkanmu saja dalam hidupku dan kau adalah wanita satu-satunya yang berhasil mencuri hatiku!" ucap Deka sambil menggenggam telapak tangan Catherine dengan begitu lembut.


" Genggamlah tanganku sayang, selamanya!" ucap Catherine dengan mata berkaca-kaca terasa hatinya begitu menghangat mengetahui fakta bahwa Deka memang benar-benar mencintainya.


Selama hidupnya, Catherine baru merasakan benar-benar dicintai oleh seorang laki-laki adalah ketika dia Bersama dengan Deka Yamada, laki-laki tampan yang mengajari semua hal dan menjadi yang pertama untuk dirinya dan Catherine berdoa semoga laki-laki yang ada di hadapannya kelak adalah hal terakhir yang akan menutup sisa hidupnya suatu saat nanti.


" Aku pasti akan selalu menggenggam tanganmu untuk selamanya dan kita akan mengharungi kehidupan kita berdua dengan penuh sukacita dan cinta kasih bersama kedua anak kita!" ucap Deka sambil mencium bibir Catherine yang selalu menjadi candu baginya. Deka baru sadar kalau dirinya benar-benar sangat mencintai Catherine dan dia tidak peduli dengan status apapun yang dimiliki oleh Catherine sebelum bertemu dengannya.

__ADS_1


Tidak ada habisnya Deka merutuki kebodohan dirinya sendiri yang selalu ketakutan untuk melangkah lebih jauh lagi. Untuk memperjelas hubungan mereka di masa lalu. Tetapi sekarang mereka bahagia karena akhirnya mereka resmi menikah dan menjadi pasangan suami istri yang saling mencintai satu sama lain.


" Mama dan papa silakan berbulan madu sepuasnya. Kami berdua akan tinggal bersama dengan kakek dan nenek di sini." ucap Cello ketika melepaskan kedua orang tuanya yang hendak berbulan madu ke Dubai.


Yah karena Catherine memang tidak pernah mengunjungi rumah suaminya dan juga mertuanya di Dubai jadi Deka akan membawa istrinya ke sana dan setelah itu mereka akan mengelilingi Eropa untuk berbulan madu.


" Kalian baik-baik lah. Jangan nakal ya! Kalau kalian nakal, Mama tidak akan pernah mau untuk mengijinkanmu tinggal bersama dengan kakek dan nenekmu!" ancam Catherine dengan raut wajah serius.


Kaisar dan Delia keluar dari dalam rumah mereka pun hendak mengantarkan Deka dan Catherine menuju bandara.


" Kalian tenang-tenang lah berbulan madu dan nikmatilah waktu kalian bersama. Jangan khawatirkan anak-anak kami pasti akan merawatnya dengan baik! syukur-syukur kalian akan berhasil membawa calon bayi hasil honeymoon kalian berdua. Sehingga menambah keramaian keluarga kita!" ucap Kaisar dengan senyum sumringah dan bahagia sekali.


" Papa jangan memberikan tekanan terlalu besar kepada Catherine. Nanti dia ngambek malah tidak mau berangkat untuk berbulan madu. Bagaimana coba? Kan nanti aku yang kelapakan harus bagaimana coba?" protes Deka kepada ayahnya yang sudah tiga kali mengatakan hal yang sama.


" Papa kan hanya ingin memiliki banyak cucu. Sehingga keluarga kita akan ramai. Apa kau tidak merasa kesepian? Karena menjadi anak tunggal?" tanya Kaisar dengan mata tajam yang menusuk jantung saja rasanya.


" Pokoknya itu adalah tugas Kalian berdua. Sudah ayo berangkat nanti kalau ketinggalan pesawat kalian yang akan ribet sendiri!" ucap Kaisar mengusir Deka dan Catherine dari rumahnya untuk segera berangkat ke bandara agar mereka segera berangkat menuju honeymoon yang indah untuk mereka berdua yang sudah dipersiapkan begitu oleh Kaisar dan juga Delia sebagai hadiah pernikahan mereka berdua.

__ADS_1


Deka dan Catherine pun kemudian langsung berangkat ke bandara menggunakan pesawat komersial karena mereka benar-benar ingin menikmati masa-masa indah itu bersama secara normal seperti orang lain.


" Aku tidak pernah menyangka kalau ternyata proses dari pernikahan kita begitu lancar dan nyaris tidak ada hambatan apapun juga. Semua keluargamu dan keluargaku, mereka semuanya menyetujui pernikahan kita. Ya ampun! Ternyata keraguanku dulu hanyalah kebodohanku saja. Aku benar-benar sangat menyesal sekali sayang. Maafkan aku ya?" ucap Deka ketika mereka sudah sampai di kediaman keluarga Deka yang ada di Dubai.


Mereka akan menginap di kediaman itu selama satu hari satu malam. Setelah itu mereka akan terbang menuju bulan madu yang sesungguhnya yang sudah dipersiapkan oleh Kaisar dan Delia.


" Ketika seorang manusia mempunyai niat untuk menikah agar menyempurnakan ibadah kita, pasti akan selalu dihembuskan rasa ragu dan rasa takut oleh jin dan setan kedalam hati kita. Oleh karena itu, kita harus selalu berlindung kepada Allah agar kita semua selalu dibimbing ke jalan yang benar. Dulu kita berdua melakukan kesalahan dan semoga pernikahan Ini adalah cara kita untuk memperbaiki kesalahan itu!" ucap Catherine sambil tersenyum kepada Deka.


Deka merasa bahagia sekali karena Catherine mau menerima dirinya setelah memberikan banyak luka dan kesakitan kepada wanita yang dia cintai. Hanya karena keraguan dan rasa takutnya yang pengecut dan hal itu ternyata telah memberikan noda hitam ke dalam hidup mereka berdua. Dengan kelahiran Cello dan Axel di luar pernikahan.


Deka berjanji bahwa dirinya akan membahagiakan Catherine dan kedua anaknya. Untuk membayar lunas masa-masa dirinya yang dulu telah meninggalkan mereka dalam kesendirian. Deka berjanji bahwa dia akan menjadi laki-laki yang lebih kuat untuk bisa menjadi penopang bagi keluarga mereka suatu saat nanti.


" Mari kita berdua saling bergenggam tangan untuk selamanya. Mari kita saling mendukung dan membangun rumah tangga kita bersama menjadi kelurarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah. Kita berdua akan mendidik kedua anak kita menjadi pribadi yang hebat dan kuat!" Ucap Catherine dengan senyum cerah yang membuat hati dekat menjadi semakin mantap untuk meniti hari-hari mereka berdua dalam ikatan suci pernikahan yang telah direstui oleh seluruh keluarga mereka berdua.


Happy ending


Tamat

__ADS_1


Selamat bertemu dengan novel author yang lainnya.. thanks for reading..


__ADS_2