
Malam itu Zaenal mendapat Chat dari Andien yang mengatakan bahwa istrinya minta dijemput di hotel karena mabuk setelah pulang pesta di rumahnya.
Andien juga menyerahkan nomor kamar hotel di chat yang dia kirim.
Dengan perasaan khawatir Zainal kemudian menjemput Tasya di hotel yang sudah diberitahukan oleh Andien sebelumnya.
Zaenal mengetuk pintu kamar tersebut, tetapi tidak ada jawaban sama sekali dan ketika dia mencoba untuk membukanya ternyata pintu kamar hotel tidak terkunci sama sekali.
" Kenapa tidak dikunci pintunya? Ini sungguh aneh sekali!" ucap Zainal kepada dirinya sendiri sambil terus melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar hotel.
" Sayang kamu di mana?" tanya Zaenal sambil terus melihat ke sekelilingnya untuk mencari keberadaan istrinya.
Mata Zainal melotot sempurna ketika dia melihat istrinya tengah tertidur diperlukan seorang laki-laki yang tidak dia kenal.
" Bangun kalian berdua! Dasar kalian manusia-manusia kurang ajar!" ucap Zainal dengan amarah yang ada di dadanya. Tampak Zaenal sudah mulai kalap karena merasa sakit hati telah dikhianati oleh istrinya.
Tampak Tasya membuka matanya dan merasa terkejut ketika dia mendapatkan dirinya tengah berbaring di sebuah kamar yang tidak dia kenali sebelumnya.
" Kamu siapa? Kenapa kok bisa tidur di atas ranjang ini bersamaku?" tanya Tasya sambil memukul kepalanya yang terasa pusing.
" Seharusnya aku yang bertanya kepadamu. Kau siapa? Kenapa bisa-bisanya Kau tidur di dalam kamarku?" tanya laki-laki itu juga merasa bingung tentang kehadiran Tasya di dalam kamar yang sudah dia sewa.
__ADS_1
Zainal mendekati mereka berdua dengan mata yang memerah karena amarah.
" Tidak usah bersandiwara lagi Tasya! Kalian memang kurang ajar. Berani-beraninya kalian menusukku dengan kelakuan seperti ini!" ucap Zainal sambil pergi berlalu dari hadapan Tasya yang tampak masih kebingungan.
" Mas aku bisa jelasin semuanya padamu. Tunggu aku dulu!" ucap Tasya sambil berusaha untuk memakai pakaiannya yang entah kenapa ada di lantai dan berserakan.
" Ini benar-benar hari tergila dalam hidupku. Bagaimana mungkin aku bisa berada di kamar asing bersama dengan laki-laki asing yang tidak kukenal?" ucap Tasya bingung.
Tasya langsung keluar dari kamar itu dia sama sekali tidak memperdulikan panggilan dari laki-laki yang tadi tidur bersamanya.
" Heran sekali. Bagaimana mungkin laki-laki itu bisa ada di sampingku? Padahal seingatku tadi aku pulang dari pesta Andien tiba-tiba saja kepalaku pusing. Ketika aku bangun, malah aku sudah ada di dalam kamar itu bersama pria asing dan celakanya Mas Zainal harus melihat itu semua entah siapa yang memberitahukan dia." ucap Tasya sambil berusaha untuk mengingat Terus apa yang sebenarnya sedang terjadi kepada dirinya.
Begitu sampai di rumah Tasya langsung mencari suaminya yang ternyata sudah mengepak semua pakaian-pakaiannya.
" Mulai hari ini aku mentalakmu dan kita tidak ada urusan apapun lagi sebagai suami istri. Silakan kau keluar dari rumahku karena aku tidak mau melihat seorang pezina di depan mataku. Dan masalah Maria. Lupakanlah dia. Karena aku tidak akan pernah membiarkan Kamu untuk bertemu dengannya lagi!" ucap Zaenal dengan berkacak pinggang.
" Aku akan segera mengirimkan surat cerai kepadamu dan kita akan bertemu di pengadilan!" setelah mengatakan itu Zainal pun langsung menutup pintu setelah dia melemparkan koper milik Tasya yang tadi telah dia kemas.
Tasya yang merasa bingung dengan kelakuan suaminya. Dia pun berusaha untuk menggedor pintu dan ingin menjelaskan semuanya kepada Zainal. Akan tetapi Zainal yang saat ini pikirannya sedang kacau dan termakan cemburu dan hasutan tidak mendengarkan sama sekali penjelasan dari Tasya. Main ambil keputusan begitu saja.
Dengan perasaan sakit Tasya kemudian meninggalkan kediaman suaminya dan dia langsung pergi mencari kedua orang tuanya.
__ADS_1
Keesokan harinya Tasya menerima surat gugatan perceraian dari pengadilan agama.
" Ya Allah Mas. Kenapa kamu bisa bersikap gegabah seperti ini? Apakah mungkin kalau aku akan menghianati pernikahan kita?" ucap Tasya dengan berderai air mata.
Hatinya benar-benar sangat sakit melihat sang suami yang tidak mempercayainya dan lebih mempercayai apa yang dia lihat. Walaupun sebenarnya itu bukanlah kejadian yang sesungguhnya.
" Sabarlah Tasya. Suatu saat kebenaran pasti akan terungkap. Siapa orang yang sudah menjebakmu? Sehingga membuat suamimu menceraikanmu," ucap ibunya Tasya sambil memeluk putrinya yang saat ini sedang menangis.
" Saya tidak tahu Mah. Saya merasa kalau saya tidak memiliki musuh. Entah siapa yang begitu keji telah merencanakan kejahatan semacam ini kepadaku. Dia benar-benar telah membuat namaku hancur lebur di mata Mas Zaenal. Dua bahkan tidak mau lagi bertemu ataupun berbicara denganku. Bahkan aku ingin bertemu dengan Maria pun dia halangi Mah, dengan alasan bahwa pengadilan sudah memberikan hak asuh Maria kepadanya!" ucap Tasya dengan kesedihan di hatinya yang luar biasa.
" Sabarlah Nak. Bertawakallah terus kepada Allah. Semoga suatu saat kebenaran akan terungkap." mulai saat itu Tasya pun kemudian tinggal bersama kedua orang tuanya setelah resmi bercerai dengan Zainal.
Tasya merasa benar-benar terluka hatinya. Karena laki-laki yang sangar dia cintai meninggalkannya begitu saja. Hanya karena kesalahpahaman yang telah direncanakan oleh orang lain yang tidak diketahui siapa pelakunya.
" Aku berjanji suatu saat pasti akan bisa membongkar pelaku dari orang yang telah menjebakku. Sehingga telah membuat pernikahanku bersama Mas Zainal hancur berantakan!" ucap Tasya dengan suara gemetar.
" Sudahlah nak tidak usah kau menyimpan dendam di hatimu. Percayalah bahwa Allah tidak pernah tidur dan pasti Allah akan membalaskan semuanya dengan karma buruk yang akan menimpa orang jahat itu!" dan benar saja apa yang dikatakan oleh ibunya Tasya benar-benar terjadi.
Andien akhirnya mendapatkan karmanya karena kejahatan dia yang telah menjebak Tasya. Sehingga tertangkap oleh Zainal sedang berzina dengan laki-laki lain. Padahal sebenarnya mereka tidak melakukan apa-apa. Mereka hanya tidur satu ranjang saja dengan tubuh polos yang telah direncanakan sejak lama oleh Andien.
Andien bercerai dengan suami karena sang suami yang selalu menyiksanya dan selalu meminta uang kepadanya untuk mabuk dan judi. Selain itu suami Andien juga senang sekali bermain dengan perempuan malam. Uang hasil pekerjaan Anda selalu direbut oleh suaminya untuk melakukan hobi buruknya.
__ADS_1
Setelah bercerai dengan suaminya Andien pun kemudian mulai mendekati Zaenal dan berusaha untuk menarik perhatiannya agar mau menikah dengannya.
" Aku sudah berhasil memisahkan Zainal dan Tasya. Maka sekarang aku tinggal memanen hasil yang sudah aku tanam. Aku pasti bisa menikah dengan laki-laki yang kucintai sejak dulu. Karena sekarang perempuan bodoh itu sudah ditendang dari hidupnya penghalang untuk aku bisa memiliki dia!" ucap Andien dengan senyum licik di bibirnya.