
Deka yang sudah bersiap untuk tidur mengurungkan niatnya karena melihat Aprilia terlihat sedih dan ingin bercerita dengannya.
" Ada apa sih? Jangan kau menekuk wajahmu begitu. Jelek sekali!" ucap Deka yang kemudian menyuruh Aprilia untuk duduk di sebelahnya.
Tetapi Aprilia lebih memilih untuk duduk di sofa yang ada di hadapan Deka.
Deka hanya mengerutkan keringnya melihat tingkah laku sepupunya yang menurutnya agak berbeda dari biasanya.
" Kamu lagi ke sambet kah? Ko tumben alim banget sih?" tanya Deka merasa heran tingkat dewa melihat Aprillia hanya diam untuk beberapa saat lamanya.
" Kamu bisa tidak mengirimkan anak buahmu untuk menghajar Akeno?" tanya Aprillia.
Deka mengerutkan keningnya karena tidak mengerti kenapa sepupunya menginginkan hal tersebut.
" Kenapa?" tanya Deka bingung.
" Untuk memberikan dia pelajaran. Karena dia sudah berani dan lancang berselingkuh dariku!" Ucap Aprilia dengan wajah garang.
Deka memperbaiki duduknya kemudian menatap sepupunya semakin lekat.
" Bukankah anak buah Yamada dan Kyoto berada di bawah komando mu kenapa kau tidak memerintahkan mereka untuk menghajar dia?" tanya Deka merasa bingung.
" Kalau anak buah Kaisar corporation itu tampaknya jauh lebih keren! Hahaha!" ucap Aprilia tertawa tetapi mereka bisa merasakan kepedihan di dalam tawa itu.
Deka merasa prihatin melihat sepupunya tampaknya begitu tersiksa dengan perilaku mantan kekasihnya. Akeno berselingkuh dari Aprillia Yamada? Sungguh berani mati!!!
" Ceritakanlah supaya aku bisa mengerti garis besar dari permasalahanmu!" ucap Deka masih belum paham juga.
" Kan tadi aku udah bilang kalau Akeno berselingkuh dariku. Dia mengajak pergi kencan seorang artis bernama Rossa. Sewaktu kami berada di Indonesia. Kau tahu? Dia berlibur dengan artis itu ke Bali bersama. Aku sungguh hilang kata-kata!" tanpa Aprilia mengepalkan kedua tangannya untuk mengungkapkan kemarahan di hatinya.
Deka mengerutkan keningnya seakan merasa kenal dengan artis bernama Rossa.
" Rossa Anjani?" tanya Deka pada Aprillia yang langsung mengangguk pasrah.
" Wah Bagaimana mungkin seorang Aprilia Yamada dikalahkan oleh Rossa Anjani? Ckck! Sungguh berani mati sekali!" ucap Deka berdecih sambil terus menggeleng-gelengkan kepalanya seakan tidak percaya dengan pendengarannya sendiri.
__ADS_1
" Berani tidak kau memberikan hajaran kepada Akeno?" tanya Aprillia lagi.
" Emang kenapa kalau Bodyguard Yamada yang melakukannya? Bukankah itu lebih keren kan? Kecemburuan seorang kekasih. Wah keren bukan? Aku yakin kau bisa masuk ke Entertainment dan jadi artis dadakan! Hahaha!" ucap Deka dengan tawa yang menggema di dalam ruangan itu.
Aprilia langsung melemparkan bantal yang ada di sebelahnya kepada Deka sehingga membuat pemuda itu langsung terhenti tawanya karena terkejut.
" Dasar sepupu durhaka! Adiknya sedang sedih kau malah tertawa begitu senang. Kau jadikan lelucon pula huh? Sakit hatiku malah jadi bahan ketawamu huh? Dasar kau super menyebalkan!" ucap Aprillia jengkel setengah mati kepada Deka.
Melihat sepupunya yang begitu murka padanya, membuat Deka serta merta langsung memeluk Aprillia dan mengajak dia bermain seperti dulu, ketika mereka masih kecil. Akhirnya Aprillia bisa kembali tertawa setelah bermain lempar bantal bersama dengan Deka dan berlarian kesana-kemari bersama sepupu terkasihnya. Mereka kemudian sama-sama ambruk di ranjang dengan tawa bahagia bersama.
Delia yang melihat keakraban pemuda dan pemudi tampan itu, sontak merasa bahagia sekali. Kaisar hanya mengerutkan keningnya melihat Delia yang sejak tadi terus saja memperhatikan interaksi antara Aprilia dan Deka, putra kebanggaannya.
" Jangan coba-coba kau teruskan niatmu untuk menjodohkan mereka. Lihatlah Aku adalah orang yang pertama kali menentang niat Mama itu!" ucap Kaisar dengan muka garangnya lalu meninggalkan Delia yang berwajah masam.
" Kenapa sih memangnya kalau aku menjodohkan adekah dengan Aprilia? Aneh sekali!" ucap Delia sambil bersungut-sungut dan merasa heran kepada suaminya sendiri.
" Memangnya kenapa sayang? Kenapa kau tidak menjelaskan padaku alasannya?" tanya Delia mencecar suaminya.
" Mereka itu masih sedarah. Sama-sama keturunan Yamada! Apakah Mama gila huh? Mau menjodohkan mereka berdua?" sengit Kaisar merasa jengkel sekali kepada istrinya.
Delia sejenak berpikir kemudian dia duduk di sebelah suaminya.
Delia kemudian langsung menyusup di dada sang suami dan memeluknya dengan erat.
" Sayang. Apa benar-benar kita tidak bisa membuat Aprilia menjadi menantu kita?" tanya Delia rupanya masih penasaran dengan Aprilia.
" Ya Tuhan sayang. Kenapa kau tidak bisa mengerti juga sih? Apa yang aku katakan itu? Hal itu tidak mungkin dan tidak akan pernah mungkin terjadi! Papa tidak akan mengijinkan pernikahan sedarah semacam itu!" ucap Kaisar dengan tegas dan tidak ingin dibantah lagi.
Delia menarik nafasnya dalam-dalam. Kemudian Delia memutuskan untuk tidur karena sedikit banyak hal itu benar-benar membuat kepalanya jadi pening.
Kaisar memeluk istrinya dan mencium keningnya dengan lembut sungguh sejak dulu hingga sekarang perasaan cinta untuk dilihat tidak pernah berkurang sedikitpun.
" Dengarkan papa sayang. Papa tidak akan merasa keberatan dengan perempuan manapun yang dibawa oleh Putra kita ke rumah ini. Selama perempuan itu mencintai putra kita Papa tidak akan banyak protes sama sekali! Akan tetapi pernikahan sedarah tu benar-benar tidak akan pernah terjadi di dalam rumah ini!" ucap Kaisar kembali menekankan tentang pendiriannya mengenai hal yang sangat diinginkan oleh Delia sekarang.
Delia kemudian menganggukan kepalanya dia paham bahwa keputusan suaminya adalah yang terbaik untuk mereka.
__ADS_1
" Iya sudah aku mengerti kok. Ayo kita tidur saja!" Delia langsung menyusupkan wajahmu kembali di pelukan suaminya.
Walaupun hatinya masih penasaran dengan keinginannya untuk menjodohkan Deka dan Aprilia, tetapi Delia juga sadar bahwa yang dikatakan suaminya adalah benar.
Karena merasa penasaran sekali, Delia kemudian membaca sebuah artikel tentang pernikahan sedarah yang dimaksud oleh suaminya yang kebanyakan akan membuat keturunan yang dihasilkan mengalami kecacatan. Delia terus membaca artikel itu melalui ponselnya.
Setelah Delia membaca artikel yang ada di ponselnya. Kini Delia semakin mengerti kenapa suaminya benar-benar menentang keras rencananya tadi. Delia nampak bergidik melihat artikel tersebut.
Kaisar yang melihat istrinya bergidik menjadi penasaran.
" Kamu kenapa sayang? Tadi katanya malah tidur malahan buka ponsel. Apa Mama punya selingkuhan di ponsel Mama?" tanya Kaisar sambil menatap tajam kepada istrinya yang auto melotot mendengarkan perkataannya.
" Papa ini kalau bicara sembarangan sekali!" ucap Delia sambil melemparkan bantalnya kepada suaminya.
Hampir saja kepala Kaisar kena timpuk. Untung saja refleksi yang sangat cepat sehingga Kaisar bisa berkelit tepat waktu.
" Jangan suka membiasakan kekerasan sayang!" ucap Kaisar yang langsung memeluk Delia dan mencium bibir istrinya dengan lembut.
" Biarkan! Habisnya Papa kalau bicara suka sembarangan sih. Bilang mama punya selingkuhan segala! Ih nyebelin benget! Memangnya apa yang Mama membutuhkan lagi dari laki-laki lain di luar sana huh? Semuanya yang Mama inginkan dari seorang laki-laki sudah Papa miliki! Papa itu paket komplit yang tiada duanya!" ucap Delia kemudian mencium suaminya lagi.
Sekarang ciuman mereka berdua lebih intens dan dalam, sangking asyiknya mereka tidak sadar kalau Deka masuk ke dalam kamar mereka dan menyaksikan kemesraan mereka berdua di atas ranjang.
" Astaghfirullahaladzim Kenapa sih mama dan papa kalau mau melakukan seperti itu tidak mengunci pintu kamarnya? Mata suciku selalu ternoda gara-gara kalian!" sungut Deka kesal sekali sambil memalingkan wajahnya.
Kaisar langsung menarik dirinya dari sang istri yang agresife sekali. Kemudian Kaisar menggaruk tengkuknya tidak gatal.
__ADS_1
" Ada apa sayang? Kenapa kau masuk ke kamar kami tidak mengetuk pintu dulu?" tanya Delia merasa kesal karena kesenangan dirinya dan sang suami terganggu.
' Untung saja kami belum buka baju kalau tidak pasti malunya hingga ke ubun-ubun!' bathin Delia sambil melirik ke arah suaminya yang sekarang sedang berpura-pura tidur di sebelahnya. Sementara Deka memilih untuk keluar dari kamar orang tuanya.