
Rossa yang merasa marah dengan rencana pernikahan antara Angel dan Mario dia pun kemudian membuat sebuah rencana jahat bersama dengan ibunya untuk menjebak Mario agar mau menikah dengannya.
" Mah! Undanglah ibunya Mario untuk datang ke kediaman kita dengan putranya. Sehingga kita bisa memberikan obat perangsang kepada Mario. Agar kita bisa menjebaknya tidur denganku dan kita akan minta pertanggungjawaban kepada Mario untuk menikah denganku!" ucap Rossa menyampaikan keinginannya kepada ibunya untuk bisa menjebak Mario di dalam pelukannya sehingga mereka bisa menikah.
" Itu akan sangat sulit sayang. Karena ibunya Mario tidak memiliki kekuasaan apapun terhadap putranya. Putranya itu sangat membangkang dan tidak pernah mau mendengarkan perkataan ibunya! mungkin karena statusnya sebagai CEO dari perusahaan membuat dia menjadi keras kepala dan juga tinggi hati. Walaupun kepada keluarganya sendiri. Berdasarkan pengaturan dari ibunya Mario bahwa hanya ayahnya lah yang bisa menaklukkan kuda liar itu untuk menuruti keinginannya." ucap Andien sambil tersenyum kecut kepada putrinya yang tampak sangat kecewa mendengarkan apa yang dia katakan.
" Ayolah mah! Cepat kau pikirkan sebuah rencana jitu untuk membuat Mario menjadi suamiku. Pokoknya aku tidak rela kalau sampai Maria yang kurang ajar itu menjadi Nyonya Dirgantara! Aku tidak rela Mah! Pernikahan itu adalah impianku dan aku menginginkan Mario sebagai suamiku karena aku sangat mencintainya Mah!" rengek Rossa sambil memegang kedua tangan ibunya.
" Ayolah Rossa, tenanglah sayang! Kau jangan membuat mama jadi gugup seperti ini!" ucapkan Den sambil memijat pelipisnya yang terus berdenyut nyeri sejak dia mengetahui bahwa Angel adalah Maria yang dulu selalu dia tindas di rumah itu.
" Sungguh beruntung sekali Maria bisa bertemu dengan ibu kandungnya yang ternyata menikah dengan seorang konglomerat dari Bagaskara Group. Sehingga sekarang Tasya tampak begitu sombong dan arogan. Dia bahkan tidak mau lagi mengenal Mama sebagai sahabatnya!" ucap Andien dengan mata penuh kebencian ketika dia mengingat tentang Tasya.
Tampak Andien menarik nafasnya dalam-dalam. Dia berusaha untuk dapat menenangkan hatinya yang saat ini sedang dilanda api cemburu yang sangat besar terhadap Tasya.
" Mama heran sekali! Sejak dulu Tasya selalu memiliki nasib yang baik dan selalu menang dibandingkan mama. Sekarang anaknya pun ingin bersaing denganmu untuk mendapatkan laki-laki yang kau cintai. Oh Tuhanku! Karma apakah yang sedang menimpa kita semua? Kenapa kita berdua tidak bisa terlepas dari pengaruh seorang Tasya yang sejak dulu selalu membuat hari Mama menjadi terasa sangat buruk!" ucap Andien dengan sangat kesal.
" Jadi seperti itu pikiranmu tentang Tasya selama ini? Persahabatan yang kau dengungkan di hadapan Tasya sejak kalian masih duduk di bangku SD, ternyata itu semuanya kepalsuanmu saja?" tiba-tiba saja Zainal sudah berdiri diantara mereka berdua.
Andien sangat terkejut ketika mendapatkan channel sudah berdiri di hadapannya dengan mata merah menyala.
" Kamu salah dengar Pah. Aku tadi tidak mengangkat hal itu kok!" ucapkan Din sangat gugup ketika dia melihat Zainal yang menatapnya dengan penuh amarah.
" Aku curiga jangan-jangan kaulah yang dulu sudah menjebak Tasya untuk bisa bercerai denganku! Cepatlah kau mengaku sebelum aku menemukan bukti-bukti ku sendiri dan aku pasti tidak akan pernah memaafkanmu!" ucap Zaenal dengan mata tajam menyorot langsung menembus jantung Andien.
Seketika Andien merasa sangat gugup dan ketakutan mendengarkan pertanyaan dari suaminya yang sangat dia cintai sejak dulu.
__ADS_1
" Kamu bicara apa sih Mas aku tidak pernah melakukan hal keji seperti itu! Kamu kan tahu sejak dulu Tasya adalah sahabatku tidak mungkin aku menginginkan keburukan untuknya! Sejak dulu kalian adalah orang yang paling penting dalam hidupku Pah! Bagaimana mungkin aku bisa menjebak Tasya dengan laki-laki jahat itu?" ucap Andien berusaha untuk menenangkan hatinya agar Zainal tidak curiga terhadap dirinya.
Zainal menatap tajam kepada Andien yang benar-benar pintar berakting dan memasang wajah memelas di hadapannya.
Yah Zaenal memang selama ini selalu lemah hatinya kalau sudah melihat wajah Andien yang begitu membuatnya kasihan dan iba.
Hal itulah yang dulu membuat Zainal akhirnya memutuskan untuk menikah dengan Andien. Karena dia merasa kasihan kepada Andien yang harus berjuang membesarkan putrinya sendiri setelah bercerai dengan suami pertamanya yang jahat.
" Cepat mengaku lah Andien! Sebelum aku menyelidiki kejadian itu kembali dan aku menemukan bukti-bukti kalau kau terlibat di dalamnya!" ucap Zainal dengan menatap tajam kepada Andien yang langsung gemetar.
Melihat tubuh Andien yang seperti kehilangan tenaga dan tidak sanggup untuk berdiri lagi. Zaenal semakin yakin bahwa analisisnya adalah benar. Kalau Andienlah yang sudah menjebak Tasya untuk tidur bersama laki-laki asing itu di dalam hotel yang pernah dia pergoki sekitar 15 tahun yang lalu.
" Cepatlah Andien mengaku sebelum aku melaporkan ke kantor polisi atas nama pencemaran nama baik terhadap mantan istriku!" ancam Zainal masih berusaha untuk tenang dan berbicara baik-baik terhadap istrinya yang sedang gemetar saat ini.
" Maafkan Aku Pah! Aku hanya mencintaimu dan aku ingin memilikimu untuk selamanya. Oleh karena itu aku melakukan semuanya. Karena aku tidak tahan ketika aku terus melihatmu bahagia bersama Tasya! Aku tidak rela Pah! kau harus menjadi milikku Oleh karena itu aku pun merencanakan semua kejadian itu, agar aku bisa memisahkan kalian berdua dan memilikimu untuk diriku sendiri!" ucap Andien dengan suara gemetar.
Mendengar semua yang dikatakan oleh Andien, Hati Zainal benar-benar panas danarah. Sakit hatinya begitu dalam. Bagaikan diremas-remas. Sakit sekali rasanya.
" Kau sungguh sangat keji! Aku tidak pernah membayangkan bahwa aku akan hidup bersama perempuan yang tidak punya hati nurani sepertimu!" ucap Zaenal sambil mengepalkan kedua tangannya dan bersiap untuk menampar Andien. Akan tetapi jiwa kelelakiannya yang melarang hal itu. Karena bagaimanapun dia tidak akan mungkin melakukan kekerasan terhadap wanita yang sudah 15 tahun lebih menjadi istrinya.
" Aku akan pergi dari rumah ini dan aku akan segera mempersiapkan surat perceraian kita! Kau bisa memiliki rumah ini dan semua isinya sebagai kompensasimu sebagai istriku selama ini!" ucap Zainal yang meninggalkan Andien sendirian di lantai dalam tangisnya yang menghiris hati.
Ketika Andien sadar, dia pun langsung berlari mengejar Zainal. Untuk menghentikan laki-laki itu meninggalkan rumah mereka.
Rossa yang melihat drama percintaan ibunya Dia hanya bisa menatap sinis melihat sang ibu yang sekarang sedang mengemis cinta kepada Zainal.
__ADS_1
" Sudahlah Mah! Biarkan saja laki-laki itu meninggalkan rumah ini! Lagi pula dia di sini pun tidak ada gunanya untuk kita. Dia hanya akan mengganggu rencana kita. Untuk mendapatkan Mario sebagai suamiku!" ucap Rossa sangat kesal kepada ibunya.
Rossa terus ngedumel dan ngomel tidak jelas, sambil pergi meninggalkan ibunya yang saat ini sedang berusaha untuk membujuk Zainal agar tidak meninggalkannya apalagi menceraikannya.
" Pah! Aku mohon, tolonglah aku! Kau jangan pernah meninggalkan aku. Karena aku sangat mencintaimu. Aku janji aku akan berusaha untuk merubah kelakuanku! aku mohon Pah! Aku berjanji aku akan berusaha untuk menjadi istrimu yang baik!" ucap Andien sedih dan di terus berusaha untuk memeluk Zainal dan membujuknya untuk tidak meninggalkan dirinya.
Akan tetapi hati Zainal yang benar-benar saat ini sangat sakit dan terluka. Setelah dirinya mengetahui semua kenyataan yang terjadi di antara mereka. Bahwa perceraiannya dengan Tasya adalah rencana busuk dari Andien yang berniat untuk memisahkannya dari wanita yang paling dia cintai selama ini.
" Aku tidak akan pernah memaafkanmu seumur hidupku dan aku tidak ingin bertemu lagi dengan wanita keji sepertimu! Cukuplah aku dibodohi olehmu selama ini. Selamat tinggal! Kita akan bertemu di pengadilan untuk mengurus proses perceraian kita! kau bisa memiliki apapun dari harta yang kumiliki asal jangan mempersulit proses perceraian kita! Aku akan berbaik hati untuk masih tetap memberikanmu tunjangan bulanan. Asalkan kau langsung menerima putusan perceraian kita dan tidak membuatnya menjadi alot sehingga prosesnya berkepanjangan!" ucap Zainal yang kemudian langsung memasukkan kopernya ke dalam mobil. Setelah itu dia pun meninggalkan Andien yang saat ini sedang menangis meratapi nasibnya yang begitu sial karena kejahatan yang akhirnya terbongkar oleh sang suami yang sangat dia cintai.
Andien masih bersimpuh di lantai dia menyesali semua perbuatannya yang telah membuat Zaenal sekarang membencinya sampai ke tulang sumsum.
" Aku sangat mencintaimu Pah! Oleh karena itu aku menghalalkan semua cara untuk bisa mendapatkanmu dan merebutmu dari Tasya!" ucap Andien dengan suara pilu dan menyayat hati siapapun yang mendengarkannya.
Tetapi tidak dengan Rosa. Dia merasa senang karena akhirnya Zainal pergi meninggalkan rumah itu. Dia merasa bebas untuk melakukan apapun yang dia inginkan. Karena sekarang tidak ada lagi orang yang akan menegurnya kalau dia melakukan kesalahan apapun yang tidak di sukai oleh Zaenal.
" Sudahlah Mah! Ayo kita masuk saja! Ngapain sih Mama menangisi orang yang tidak mencintai mama? Lebih baik sekarang kita berpesta dan bersenang-senang. Karena akhirnya laki-laki itu pergi meninggalkan rumah ini. Sehingga kita bisa bebas merencanakan apapun untuk mendapatkan Mario sebagai jackpot dalam hidup kita!" ucap Rossa tanpa memikirkan perasaan ibunya sama sekali yang saat ini sedang sedih karena ditinggalkan laki-laki yang dia cintai.
" Kamu sungguh anak yang jahat Rossa! Kau sama sekali tidak merasakan kesedihan Mama karena ditinggalkan oleh Papahmu!" ucapan dan sambil melirik sedih kepada Rossa yang hanya bisa tertawa Sumbang mendengarkan kata-kata ibunya.
" Sengar ya Mah! Laki-laki yang bernama Zainal itu bukan Ayahku! Dia hanyalah orang asing bagiku yang beruntung menjadi suamimu sehingga aku memanggil dia papah hanya untuk menghormatimu sebagai ibuku!" ucap Rossa sambil melirik sinis kepada ibunya yang terbelalak mendengarkan semua kata-katanya.
Andien merasa telah gagal menjadi seorang ibu. Karena ternyata Rossa tidak memiliki hati nurani sama sekali. Bahkan Rossa tidak merasa sedih sedikit pun ketika dia menangis sedih di hadapannya.
" Kenapa Rossa memiliki sifat seperti ayahnya yang jahat dan juga dingin?" tanya Andien kepada dirinya sendiri.
__ADS_1