
Begitu mereka sampai di perusahaan, tampak Dion dan Catherine sudah menunggu mereka berdua di ruang meeting.
" Ya ampun pasangan baru kita tahun ini, benar-benar sangat membuat orang kesal. Kami semua menunggu kalian lebih dari 2 jam! Apa kalian tahu itu?" tanya Dion dengan wajah mengkerut merasa tidak senang.
" Maaf Dion ini semua gara-gara Mario yang sangat sulit sekali diajak ngomong!" ucap Angel keceplosan sehingga mengundang tatapan curiga dari Catherine yang saat ini sedang berdiri di samping sang kakak.
" Ayo! Kalian berangkat ke kantor bersama, huh? Jangan katakan kalau tadi malam kalian bermalam di tempat yang sama dan tidur di ranjang yang sama!" ucapkan sambil menatap penuh curigah kepada kakaknya yang mulai mengalihkan pandangannya dan langsung masuk ke dalam ruangan meeting.
" Bukan urusan anak kecil! Ayo cepat kita mulai rapatnya!" ucap Mario sambil menarik tangan Angel untuk masuk ke dalam bersama dengannya.
" Daebak! Kau lihatlah kakakku yang keren itu! Dia benar-benar seorang yang posesif. Bahkan dia tidak mau melepaskan pegangan tangannya terhadap wanitanya. Walau hanya dalam satu ruangan!" ucap Catherine tampak terpesona dengan sang kakak yang luar biasa keren di matanya.
Dion terus memperhatikan apa saja yang dilakukan oleh Mario kepada Angel.
" Laki-laki seperti dia saja kau bilang keren! Dia kalau tidak menggunakan nama besar keluarga kalian, dia tidak akan mungkin bisa mendapatkan kakakku!" ucap Dion dengan sinis sambil meninggalkan Catherine yang tampak terbelalak mendengarkan ucapannya.
Catherine yang merasa tidak terima kakaknya diolok-olok oleh Lion dia pun langsung mengikuti langkah Dion dan duduk di sebelahnya.
" Kamu selalu begitu, huh? Apa kau tidak mempunyai kata-kata yang lebih manis yang bisa membuat orang merasa senang mendengar suaramu?" tanya Catherine sambil menatap tajam kepada Dion.
Dion memilih untuk tidak melayani catering dan dia mulai fokus dengan rapat yang sudah dibuka oleh Mario sejak tadi.
Sementara itu Angel bukannya fokus dengan isi rapat yang sedang dibahas di dalam ruangan itu, dia lebih fokus kepada tangan Mario yang saat ini masih menggenggam tangannya dengan erat di bawah meja.
' Ya ampun! Kenapa sejak tadi jantungku berdebar seperti ini? Ya Tuhan! Tolong aku! Jangan katakan kalau aku benar-benar jatuh cinta kepadanya. Aduh, jangan sampai aku kemakan oleh permainanku sendiri yang hanya ingin balas dendam kepada Rossa dan juga Mama Andien dengan menjadikan Mario sebagai suamiku," bathin Angel yang terus saja memperhatikan wajah Mario yang begitu mempesona baginya di saat dia memimpin rapat di ruangan itu.
Benar pesona seorang Mario meningkat ratusan kali lipat ketika dia sudah masuk ke dalam mode serious sebagai seorang direktur eksekutif di perusahaan Bagaskara Group.
Setelah rapat selesai tampak Mario berbisik di telinga Angel, " Gimana sayang? Pesona calon suamimu ini sunggub luar biasa kan? Kau bahkan sejak tadi tidak sanggup untuk mengalihkan pandanganmu dariku!" berisik Mario dengan pelan di telinga Angel sehingga membuat Angel langsung merona pipinya karena malu sudah tertangkap basah oleh Mario. Bahwa dari tadi dirinya menatapnya dengan penuh damba.
' Benar kau memang seorang laki-laki yang penuh pesona dan aku benar-benar takut kalau aku benar-benar jatuh cinta padamu!' ucap Angel merasa sangat frustasi dengan pikirannya sendiri.
__ADS_1
" Iya kan kalau aku mempesona?" ulang Mario sambil menaik turunkan alisnya di hadapan Angel yang langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.
" Ayo jujur! Aku mempesona bukan? Cepat ngaku atau aku akan menciummu di sini!" ancam Mario sambil meremas tangan Angel yang saat ini ada di dalam genggamannya.
Angel terkesiap ketika mendengarkan ancaman dari Mario.
" Apaan sih?" tanya Angel merasa malu karena sejak tadi mereka berdua menjadi perhatian orang yang ada di dalam ruangan rapat.
" Ngaku atau tidak, hmmm?" tanya Mario lagi.
" Apa?"
" Aku tampan kan? Hmmmm?" tanya Mario sambil tersenyum dan terus menaik turunkan alisnya berusaha untuk menggoda Angel yang semakin merasa malu dan akhirnya lebih memilih untuk menundukkan kepalanya.
Mario yang merasa gemas dengan tingkah menggemaskan calon istrinya seketika dia langsung menarik wajah Angel dan memberikan kecupan ringan di bibirnya.
Angel bahkan sampai melebarkan matanya mendapatkan perlakuan seperti itu dari Mario.
" Woi! Jangan memamerkan kemesraan di depan publik!" ucap Dion sambil cemberut dan menatap tidak senang kepada Mario.
Bagaimana tidak? Biasanya Angel selalu lengket dengannya dan tidak pernah jauh-jauh darinya. Tapi sekarang? Sejak kedatangannya ke perusahaan sama sekali Angel tidak melihat ke arahnya. Angel hanya fokus kepada seorang Mario. Bagaimana perasaan Dion tidak merasa cemburu dengan hal itu?
Yah melihat kemesraan Angel dan Mario, ada sedikit hati Dion merasa tercubit. Dirinya merasa kehilangan sang kakak yang selama ini selalu mengabdikan seluruh hidupnya untuk dirinya.
" Jangan katakan kalau kau cemburu terhadap kakakku! Kamu ingat ya! Mereka berdua itu adalah tunangan dan sebentar lagi pernikahan mereka akan dipersiapkan oleh orang tua kita!" ucap Catherine berbisik di telinga Dion sehingga membuat Dion langsung melirik dan melotot kepadanya.
" Bukan urusanmu ya! Heh, kau urus saja hidupmu sendiri. Kenapa dari tadi kau sibuk sekali mengurus aku huh?" ucap Dion sengit menatap tajam ke arah Catherine yang terkejut mendapatkan kekasaran Dion.
Karena rapat sudah selesai Dion pun kemudian langsung meninggalkan ruangan rapat dengan hati yang sangat dongkol dan juga jengkel.
" Mereka belum menikah saja, tetapi Kakakku sudah melupakan aku. Aku tidak akan membiarkan ini terjadi. Aku belum siap untuk kehilangan kakakku! Aku harus berusaha untuk menggagalkan rencana pernikahan mereka. Bagaimana mungkin kakakku yang begitu sempurna harus menjadi istri seorang Mario yang terkenal sebagai seorang casanova ibukota? Oh big no! Aku tidak akan membiarkan itu! Kakakku yang terbaik, dia berhak mendapatkan seorang suami yang lebih baik dari seorang Mario Dirgantara, sang playboy yang hanya pintar mempermainkan hati seorang perempuan!" ucap Dion merasa sangat tidak senang dengan kebersamaan ijo dan Mario yang selalu lengket kemanapun.
__ADS_1
Ketika mata Dion menatap keduanya keluar dari ruangan rapat dengan tetap bergandengan tangan, membuat Dion hatinya merasa panas luar biasa.
Tanpa berpikir panjang Dion langsung merenggut tangan Angel dari tangan Mario.
" Ikut aku Kak! Aku ingin bicara denganmu!" akan tetapi Mario tidak mau melepaskan genggaman tangannya dari Angel dan berusaha untuk mempertahankan Angel di sisinya.
" Lo ada apa sih? Punya masalah apa lo sama gue? Lepaskan tangan Kakak gue sekarang juga! Karena gue mau bicara dengan dia!" ucap Dion sambil menatap tajam kepada Mario.
" Sayang, genggamlah tanganku selamanya! Jangan sekali-kali kau melepaskan tanganku demi siapapun!" ucap Mario sambil menarik tangan Angel untuk menjauh dari hadapan Dion yang mulai mencak-mencak dan kesal dengan kelakuan calon kakak iparnya yang sudah memonopoli Angel sejak tadi.
" Heh! Apa kau tidak dengar? Aku ingin bicara dengan kakakku! Ah, sialan!" umpat Dion sambil menghentakkan kakinya berkali-kali ke lantai dan perilaku Dion tertangkap mata oleh Catherine.
" Kenapa aku menangkap aroma strawberry di sini? Jangan katakan kalau dia mencintai Angel! Oh no that is not true! Angel adalah kakaknya. Bagaimana mungkin dia bisa mencintai Kakaknya sendiri?" ucap Catherine merasa frustasi melihat Dion yang dari tadi misuh-misuh karena melihat Angel yang begitu mesra dengan Mario.
Catherine kemudian mendekati Dion yang tampak merah wajahnya karena sedang marah kepada Mario yang telah membawa pergi kakaknya dari perusahaan entah pergi ke mana.
" Ayo makan siang lah denganku! Daripada kau di sini marah-marah nggak jelas seperti itu!" ajak Catherine sambil tersenyum kepada Dion. Catherine berusaha untuk ramah kepada calon saudaranya. Karena setelah Mario menikah dengan Angel mereka otomatis akan bersaudara.
" Siapa yang sudah makan siang denganmu? Pergi menjauh dariku! Jangan coba-coba untuk menggangguku!" ucap Dion sengit sambil kemudian pergi dari hadapan Catherine yang masih melongok karena makian dari Dion.
" Daebak! Fix, kalau Dion memang jatuh cinta kepada Angel dan dia saat ini sedang merasa cemburu dengan kedekatan kakakku dengan kakaknya! Ya ampun, ada apa ini?" ucap Catherine merasa frustasi melihat kenyataan yang ada di hadapannya saat ini.
Catherine tampak menghela nafasnya dalam-dalam. Sejak tadi dia merasa benar-benar kehilangan akal untuk bisa membuat Dion tertarik untuk dekat dengannya.
" Ah sudahlah! Lebih baik aku kembali ke kantor saja. Daripada aku repot memikirkan orang-orang aneh itu yang hanya membuat kepalaku jadi pusing!" akhirnya catering menyerah dengan dirinya sendiri.
Catherine langsung melajukan kendaraannya untuk menuju kantor Dirgantara group yang letaknya tidak terlalu jauh dari kantor Bagaskara group.
Setelah pernikahan Mario dan Angel resmi. Kedua perusahaan itu akan digabungkan menjadi satu perusahaan. Menjadi D&G group. Singkatan dari Dirgantara dan Bagaskara Group.
Pernikahan Angel dan Mario benar-benar sudah dinantikan oleh banyak pihak. Karena akan menjadi sebuah pernikahan yang spektakuler yang akan menggabungkan dua buah grup besar menjadi satu yang pastinya akan menjadi semakin besar dan mentereng di dunia bisnis.
__ADS_1
Walaupun keduanya tampak belum terlalu dekat. Akan tetapi masing-masing pihak sudah merasa yakin bahwa Angel dan Mario akan berhasil melewati tahap perkenalan dan proses pernikahan mereka dengan sukses. Sehingga rencana penggabungan kedua perusahaan akan berhasil dengan sukses tanpa arah rintangan yang cukup berarti.