Genggam Tanganku Sayang Selamanya

Genggam Tanganku Sayang Selamanya
101. Kewalahan


__ADS_3

Malam itu Bryan dan Steven pulang ke kediaman keluarga Dirgantara bersama dengan nenek dan kakeknya yang baru mengetahui bahwa mereka ada di dunia sebagai cucu mereka.


" Kalian tidur bersama nenek dan kakek dulu ya untuk malam ini? Karena kan kamar kalian belum Nenek disiapkan. Besok pagi-pagi nenek akan menyiapkan kamar yang indah untuk kalian berdua!" ucap ibunya Mario dengan penuh kebahagiaan karena akhirnya impiannya untuk mempunyai cucu terwujud.


Terlihat ayahnya Mario pun sangat bahagia. Sejak tadi senyumnya tidak berhenti terukir dari wajahnya yang tampan, walaupun sudah berusia senja.


" Benar kalian tidur sama nenek dan kakek aja dulu ya? Karena kakek dan nenek sangat merindukan kalian. Kalian harus banyak bercerita sama kakek dan nenek tentang hidup kalian selama ini." ucapnya senang.


" Ye... kita akan tidur sama kakek dan nenek!" terlihat Steven bersorak bahagia.


Sementara Brian yang sifatnya lebih kalem hanya tersenyum melihat saudaranya yang begitu bahagia.


Mereka berdua pun kemudian dimandikan oleh ibunya Mario. Saat hendak mengganti pakaian, mereka bingung karena tidak memiliki cadangan pakaian anak kecil seusia Steven dan Bryan.


" Coba mah cari saja pakaian milik Mario waktu kecil. Apakah masih ada di lemari?" tanya ayahnya Mario kepada sang istri.


Terlihat ibunya Mario yang berpikir kemudian dia pun tersenyum.


" Ah papa benar. Coba Mama periksa dulu. Siapa tahu masih ada yang tersisa pakaian Mario sewaktu kecil dulu," wanita paruh baya itu kemudian melangkahkan kakinya ke lantai 2 mencari pakaian Mario, sewaktu kecil dulu yang masih dia Simpan dengan rapi sebagai kenang-kenangan putranya ketika masih kecil dahulu.


Ibunya Mario memang tidak pernah membuang barang-barang berharga milik Putra dan putrinya ketika mereka masih kecil. Karena bagi mereka masa kecil adalah masa yang paling indah dan tidak akan pernah kembali untuk selamanya.


" Ah ketemu juga pakaian Papa kalian waktu seusia kalian. Untuk sementara kalian menggunakan ini dulu ya? Besok kita akan pergi ke mall dan mencari pakaian-pakaian bagus dan indah untuk kalian berdua. Kita juga akan membeli mainan yang banyak untuk kalian!" ucap Soraya tampak begitu bahagia mengurus cucu mereka.

__ADS_1


Ayahnya Mario benar-benar sangat bahagia melihat sang istri yang nampak kembali ceria.


Diantara masalah hidup yang sejak kemarin selalu menggantungi keluarga mereka, setidaknya ada sesuatu yang membahagiakan istrinya dengan kehadiran cucu-cucu mereka yang baru mereka ketahui.


Setelah Steven dan Bryan selesai menggunakan pakaian. Mereka kemudian bersiap untuk tidur bersama di ruangan besar di kamar utama keluarga Dirgantara.


" Apakah kalian mau langsung tidur atau mau makan malam dulu?" tanya Soraya sumringah dan sangat bahagia.


" Nenek tadi kan kita sudah makan malam sewaktu perjalanan pulang dari rumah sakit. Kami tidak diperbolehkan untuk makan camilan kalau tengah malam nanti kami akan gendut!" ucap Adrian dengan begitu dewasa dan terdengar bijakaana, membuat hati Soraya sangat senang mendengarnya.


Soraya tampak mencium kening kedua cucunya. Sengan bangga dia pun kemudian mengambil foto mereka berdua. Dan Soraya kirimkan ke akun sosial medianya dengan hastag kesenangan dan kebahagiaan.


Dari tadi Dirgantara hanya melihat istrinya dengan geleng-geleng kepala. Istrinya begitu sibuk. Sejak kedatangan Steven dan Bryan. Sang istri berlarian kesana kemari mengurus semua kebutuhan si kembar. Seakan hidupnya kembali cerah setelah kehidupan di rumah itu begitu sepi tanpa anak kecil yang mewarnainya.


Soraya pun kemudian melirik ke arah suaminya yang terlihat cemburu karena sejak tadi dia hanya sibuk mengurus cucu mereka.


" Papa, mama masih sangat merindukan mereka berdua. Ya Allah! Rasanya tidak percaya bahwa ternyata kita selama ini sudah mempunyai cucu setampan mereka. Selama ini kalau kita bermain ke rumah keluarga Bagaskara, kita hanya melihat mereka saja dari kejauhan. Sungguh kejam sekali Angel yang tidak pernah berterus terang tentang keberadaan cucu kita sehingga kita melewatkan masa kecil mereka begitu saja!" ucap Soraya mulai menyalahkan Angel yang sudah menyembunyikan kehadiran si kembar dari keluarga mereka.


Dirgantara menggelengkan kepalanya. Merasa tidak senang dengan bahasa sang istri begitu pula si kembar yang merasa tidak suka Ibu mereka disalahkan oleh neneknya.


" Nenek tidak boleh seperti itu. Mama kami menghadapi masa yang sangat sulit ketika mengandung dan melahirkan kami berdua. Kenapa Mamah kami menyembunyikan kami dari kalian, itu semua karena anak kalian yang selalu mengecewakan mamahku!" ucap Bryan yang kemudian langsung berlari keluar kamar.


" Kakakku benar! Mamaku sudah berjuang sangat keras untuk bisa membuat kehidupan kami berdua terlihat normal seperti anak lainnya walaupun selama ini kami tidak pernah memiliki ayah!" Steven pun ikutan berlari mengejar saudaranya yang sekarang sedang menangis di bangku taman.

__ADS_1


Kedua orang tua Mario saling menatap satu sama lain.


" Mama sih! Tolong dong Mah. Nggak usah bicara aneh-aneh tentang ibu mereka. Mama pasti paling tahu bagaimana kehidupan Angel yang berjuang melahirkan dan mengandung sendirian di negara orang lain. Seharusnya Kita berterima kasih kepada Angel yang tidak menggugurkan cucu kita waktu itu. Padahal waktu itu Angel sedang membenci Mario karena menganggap bahwa Mario hanya memanfaatkan dia untuk kepentingan keluarga kita!" ucap Dirgantara mencoba untuk menasehati sang istri.


Soraya tampak berpikir keras. Dia tahu kalau dia sudah melukai hati cucunya dengan menyalahkan sang menantu yang telah menyembunyikan mereka berdua dari keluarganya selama ini.


" Mama dengar sendiri bukan? Bahkan keluarga Bagaskara juga baru mengetahui kalau ternyata Mario adalah Ayah dari si kembar. Jadi selama ini Angel memang menyembunyikan identitas ayah mereka dari siapapun juga. Jadi mulai sekarang stop Mama untuk menyalahkan orang! Apalagi sekarang Angel sedang mengandung lagi cucu kita. Jangan sampai sikap Mama akan memberikan tekanan batin bagi menantu kita yang sedang hamil muda." ucap Dirgantara memperingatkan istrinya agar bersikap hati-hati terhadap menantu mereka.


Soraya langsung mengangguk dan dia juga setuju dengan semua yang dikatakan oleh suaminya.


" Baiklah. Ayo sekarang kita minta maaf kepada Steven dan Bryan. Mereka pasti sangat sedih melihat Mama yang mengatai ibunya wanita kejam!" Dirgantara kemudian mengajak istrinya untuk ikut bersama dia mencari Steven dan Bryan di sekitar rumah mereka yang sangat luas sekali.


Mereka langsung memeluk Steven dan Bryan begitu melihat kedua bocah tampan itu sedang menangis di bangku taman dengan saling berpelukan satu sama lain.


" Maafkan nenek ya sayang. Karena sudah membuat kalian kecewa dengan mengatai Ibu kalian sebagai wanita yang kejam. Nenek janji akan berhati-hati lagi dan tidak akan pernah membuat ibu kalian sedih!" ucap Soraya berjanji kepada kedua cucunya yang masih terisak dalam tangis.


Dirgantara pun tidak kalah untuk membujuk kedua cucunya yang terlihat begitu sedih.


" Mama kami bahkan sekarang sedang berjuang nyawa di rumah sakit. Karena perbuatan kami yang sudah teledor membuat Mama kami terjatuh dari tangga. Tolong jangan menyiksa hidup Mama kami dengan memberikan asumsi negatif tentang dia." ucap Adrian terlihat sedih sekali.


" Hidup Mama kami sudah berat dan keras. Jangan menambah kesedihan ibuku dengan perilaku kalian yang tidak menerima ataupun mencintainya! Hiks hiks!" ucap Steven tidak mau kalah dengan saudaranya sambil menangis di dalam pelukan Soraya.


Setelah Soraya dan Dirgantara meminta maaf kepada kedua bocah tampan itu. Mereka pun kemudian mau untuk masuk kembali ke dalam kediaman Dirgantara dan tidur bersama dengan kakek dan neneknya di kamar utama keluarga Dirgantara.

__ADS_1


__ADS_2