
Akhirnya Deka bisa menangkap juga pesan yang ingin di sampaikan oleh Axel melalui akun media sosial Deka yang di retas oleh Axel. Bahwa sekarang Cathrine sudah kembali ke Indonesia terlihat dari postingan yang publish oleh orang yang meretas akun media sosialnya tersebut.
" Aku harus segera ke indonesia dan memastikan apakah kedua anak yang aku lihat waktu itu anaku atau bukan!" setelah mengatakan itu Deka pun langsung bersiap-siap untuk menuju ke indonesia.
" Kamu sedang apa Deka?" tanya Delia yang terlihat heran melihat putranya tampak begitu sibuk berkemas.
Melihat ibunya yang berada di dalam kamar Deka kemudian menceritakan kepada sang ibu tentang rahasia yang selama ini selalu dipendam di dalam hatinya yaitu tentang seorang wanita yang sangat dia cintai tetapi tidak berani dia bawa untuk bertemu dengan kedua orang tuanya karena masalah status jandanya.
Terlihat Deka matanya mulai berkaca-kaca ketika dia bercerita tentang Catherine. Delia hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kecerobohan putranya.
" Lalu sekarang di mana wanita yang Kau cintai itu?" tanya Delia merasa prihatin dengan putranya yang telah menanggung derita selama satu bertahun-tahun hanya karena sesuatu hal yang tidak jelas kebenaran dia.
" Seharusnya kamu membawa dia kepada kami. Dan biarkan kami yang memutuskan apakah akan menerima hubunganmu atau tidak bukan dengan cara kau memutuskan semuanya sendiri tanpa berunding dulu dengan kami!" ucap Delia tampak menyesali keputusan putranya yang terlalu ceroboh dan tidak berpikir panjang.
" Maafkan Deka mah. Deka hanya berpikir mungkin Mama dan Papa tidak akan senang kalau memiliki menantu seorang janda. Bagaimana dengan keluarga kita kalau Deka benar-benar menjadikan dia sebagai istriku? Beberapa saat ini Deka melihat bahwa ternyata kemungkinan Deka dan dia memiliki anak bersama!" Delia terus menggelengkan kepalanya benar-benar sangat pusing kenapa putranya begitu pengecut dan tidak mau memperjuangkan wanita yang dia cintai.
" Mama tidak mengerti. Kenapa kau bisa melakukan hal seperti itu Deka? Mama kecewa sekali denganmu!" ucap Delia sambil menatap putranya yang terlihat sedih sekali.
" Ayo bersiap-siap. Sekarang juga kita datang ke Indonesia dan lihat serta buktikan apa yang akan kami lakukan terhadap wanita yang kau cintai!" ucap Delia dengan tampang begitu bersemangat dan menarik tangan putranya untuk bersiap-siap pergi ke indonesia dan menemui Catherine.
Deka tampak terdiam masih ragu apakah dia akan mengikuti ibunya atau tidak.
__ADS_1
" Bagaimana dengan Papa mah? Deka tidak bisa melangkahi papa. Deka takut kalau Papa tidak merestui hubungan kami!" ucap Deka benar-benar merasa frustasi.
Tiba-tiba saja Kaisar berdiri di belakang istri dan juga putranya.
" Kau ini bagaimana Deka? Apakah Papamu ini mengajarkan sifat pengecut kepadamu?" tanya Kaisar sambil menatap putranya yang saat ini sedang menundukkan kepalanya karena merasa takut untuk berhadapan dengan Sang Ayah yang terkenal sangat galak dan juga tegas dalam segala hal.
Akhirnya hari itu juga keluarga Deka pergi ke Indonesia untuk mengunjungi keluarga Catherine dan memastikan serta mengkonfirmasi. Apakah benar anak yang dimiliki oleh Catherine adalah milik Deka atau bukan?
Keluarga Dirgantara begitu terkejut mendapatkan kunjungan dari Dubai.
Sebagai keluarga bisnis tentu saja ayah dari Catherine sangat mengenal siapa itu keluarga Yamada dan juga Kaisar corporation oleh karena itu mereka tampak begitu terkejut ketik mendengarkan cerita dari Kaisar tentang hubungan anaknya bersama dengan Deka.
Catherine merasa bingung sekali. Kenapa tiba-tiba saja dia dipanggil oleh sang ayah padahal sudah lama mereka tidak pernah berhubungan dengan sang ayah yang marah dengan dirinya yang hamil tanpa seorang suami yang jelas. Bahkan ketika Catherine melahirkan pun keluarga Dirgantara memilih untuk menutup mata karena merasa begitu malu dengan aib yang ditimpakan oleh Cathrine terhadap keluarga mereka.
Dengan buru-buru Catherine pun langsung pergi ke kediaman Dirgantara dengan membawa kedua anaknya yang baru saja dia daftarkan untuk masuk sekolah TK sesuai dengan perintah dari ayahnya untuk membawa kedua anaknya ke kediaman utama keluarga besar mereka.
" Ada apa Mah? Kok mama Kelihatannya tidak bersemangat sih? Kan kami juga ingin bertemu dengan kakek dan nenek Mah. Apakah mereka tidak menyayangi kami?" tanya Cello yang memiliki hati sensitif.
" Tidak apa-apa sayang. Mama hanya merasa lelah saja. Sudahlah! Ayo kita sekarang berangkat menuju kediaman kakek dan nenek mereka pasti merindukan kalian juga!" ucap Catherine berusaha tenang.
Akhirnya Catherine pun berangkat menuju kediaman Dirgantara dengan hati deg-degan dan juga jantung yang berdebar sangat kencang. Entahlah yang jelas Catherine merasa bahwa ada sesuatu yang sangat penting yang disembunyikan oleh kedua orang tuanya ketika tadi menghubunginya secara tiba-tiba.
__ADS_1
" Ada apa sih Mah? Kami benar-benar merasa curiga dengan ekspresi Mama yang tidak seperti biasanya!" ucap Cello yang mulai tidak suka dengan keadaan yang sedang terjadi.
Begitu sampai di kediaman Dirgantara Caterine langsung membawa masuk kedua anaknya ke dalam ruangan keluarga yang tampak semua orang sudah hadir di sana.
Bahkan Mario dan Angel serta si kembar pun sudah duduk manis di sana menunggu kedatangannya.
Steven dan Bryan langsung mengajak main Cello dan Axel. Mereka tampak begitu bahagia bertemu satu sama lain.
Catherine terkejut bukan kepalang ketika dia masuk dan mendapatkan Deka yang saat ini sedang menetap ke arahnya dengan mata yang berembun.
" Deka? Ada apa semua ini kenapa kalian semua berkumpul di sini?" tanya Catherine merasa bingung dengan tatapan semua orang yang saat ini tertuju kepadanya dan juga kepada kedua anaknya yang saat ini sedang sibuk bermain dengan Brian dan Steven anak dari Mario dan Angel.
" Duduklah Catherine kami ingin berbicara denganmu!" ucap ayahnya Catherine menatap tajam kepada putrinya yang tampak masih bingung dengan situasi yang terdalam terjadi di kediaman utama keluarga Dirgantara.
Jantung Catherine saat ini berdebar sangat kencang darahnya mengalir begitu cepat tubuhnya seakan begitu lemas ketika dia melangkahkan kaki masuk ke dalam kediaman keluarganya sendiri.
Delia dan Kaisar terus memperhatikan Catherine dari pertama kali dia datang, sampai Catherine duduk di hadapan mereka. Tidak ada satu titik pun yang tidak terlewat dari sudut mata mereka.
" Perkenalkan saya adalah Kaisar dan dia adalah istri saya Delia. Kami adalah orang tua dari Deka Yamada, laki-laki pengecut yang sudah menitipkan benih kepadamu dan kemudian meninggalkanmu begitu saja!" ucap Kaisar menatap putranya dengan penuh kekecewaan.
Mendengarkan perkataan ayahnya. Deka hanya bisa menundukkan kepala merasa malu dan juga merasa sedih. Satu yang pasti, semua perasaan bercampur aduk di dalam hatinya saat ini.
__ADS_1