Genggam Tanganku Sayang Selamanya

Genggam Tanganku Sayang Selamanya
40. Kemarahan Rossa


__ADS_3

Begitu sampai ke rumahnya, Rossa langsung mengamuk di dalam kamarnya. Semua barang-barangnya Dia banting. Sangking kesalnya dia ketika mengetahui tentang pertunangan Mario dengan Maria yang sekarang telah berganti nama menjadi Angel Bagaskara.


Rossa benar-benar tidak terima bahwa nasib Maria jauh lebih baik dari dia.


Andien begitu terkejut ketika dia masuk ke dalam kamar putrinya semua barang-barang sudah berserakan di lantai.


" Kamu apa-apaan Rossa?" tanya Andin sambil mendekati putrinya yang masih sesegukan di atas ranjang. Tampaknya dia kelelahan setelah mengamuk dan menghancurkan barang-barang yang ada di dalam kamarnya.


Rossa menatap tajam kepada ibunya dengan penuh amarah.


" Semuanya gara-gara mama yang tidak becus mengatur perjodohanku dengan Mario. Lihatlah sekarang, apa yang terjadi Mah! Mario sekarang menjadi tunangannya Maria si gadis kurang ajar itu! Mama, aku telah kehilangan mimpiku untuk menjadi bagian dari keluarga Dirgantara. Keluarga terkaya di Jakarta Mah! Hiks hiks!" Rossa terus menangis tersedu-sedu.


Andien mendekati putrinya dan memeluknya dengan penuh kasih sayang.


" Tenanglah nak. Mama pasti akan bantu untuk membuatmu bisa menikah dengan Mario. Tunggulah Mama pasti akan mengusahakannya untuk kebahagiaan kamu!" ucapkan Din sambil terus memeluk putrinya yang masih sesegukan.


" Ada apa ini kenapa semua barang-barangmu ada di lantai Rossa?" tanya Zainal sambil mengerutkan keningnya ketika dia masuk ke dalam kamar Rossa.


Andien yang saat ini sedang jengkel terhadap suaminya dia pun mendekati Zaenal dengan berkacak pinggang.


" Kau pasti sangat senang kan Pah? Karena Putri kesayanganmu telah menjadi tunangan dari Mario Dirgantara. Kau pasti bangga sekali kan yah? Dengan prestasi putrimu yang murahan itu yang sudah merebut calon suami dari anakku!" ucap Andien sambil menatap tajam kepada Zainal yang saat ini sedang menatapnya dengan amarah besar.


Ya, saat ini Zainal benar-benar sedang marah terhadap Andin dan juga Rossa. Setelah mengetahui semua fakta tentang mereka berdua yang sering menyiksa putrinya ketika dia masih kecil. Sehingga membuat Maria akhirnya kabur dari rumahnya.

__ADS_1


" Sekarang aku baru tahu ya. Kalau ternyata kalian berdua begitu membenci putriku. Mataku selama ini buta karena selalu percaya dengan semua yang kalian katakan tentang Mariaku. Ternyata semua yang kalian ceritakan hanyalah kepalsuan yang berasal dari busuknya hati kalian yang tidak pernah mau menerima Maria sebagai bagian dari keluarga ini. Aku bodoh!" ucap Zaenal dengan penuh kekecewaan.


Andien tampak terkesiap mendengarkan semua yang dikatakan oleh suaminya.


" Apakah papamu sudah mengetahui semua yang kita lakukan terhadap Maria ketika dia masih kecil?" tanya Andin sambil melirik kepada Rossa yang tanpa ketakutan melihat amarah di mata sang ayah tiri.


" Mungkin saja Maria sudah menceritakan semuanya Mah. Mereka pasti bertemu di pesta itu." kata Rossa dengan gemetar.


Andien kemudian pergi keluar dari kamar Rossa dan mencari keberadaan suaminya yang ternyata ada di dalam kamar utama.


Andien mengurutkan keningnya ketika melihat Zainal yang sedang sibuk memasukkan pakaiannya ke dalam koper.


" Apa yang sedang kau lakukan Mas?" tanya Andin sampai menghentikan tangan Zainal yang sedang sibuk memasukan barang pribadi ke dalam koper miliknya.


" Jawab pertanyaanku Mas! Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Andien sudah kehilangan kesabaran menghadapi suaminya yang sejak tadi terus diam dan tidak menanggapi apapun yang dia katakan.


" Jawab pertanyaanku! Dasar kurang ajar!" ucap Andien sambil menendang koper milik Zainal sehingga isinya berhamburan ke lantai.


Zainal sangat marah sekali melihat kelakuan Andien yang ternyata sangat barbar dan tidak menghormatinya sama sekali.


" Besok aku akan mengurus perceraian kita berdua! Kau boleh memiliki rumah ini dan semua isinya. Anggaplah sebagai hadiah pernikahan dariku. Asalkan kau tidak mempersulit proses perceraian kita!" ucap Zaenal dengan datar kemudian dia mulai memasukkan kembali barang-barangnya yang tadi berhamburan ke lantai gara-gara ditendang oleh Andien yang marah padanya.


" Siapa yang mengizinkanmu untuk keluar dari rumah ini huh? Selama aku tidak mengizinkannya. Jangan harap kau bisa melangkahkan kakimu dari rumah ini!" ucap Andien dengan mata merah menyala karena marah yang sudah menguasai hatinya.

__ADS_1


Masalah Rosa yang gagal dijodohkan dengan Mario yang akhirnya malah bertunangan dan anak tirinya yang sangat dia benci sejak dia kecil, benar-benar sudah membuat Andien hilang akal. Ditambah lagi dengan keinginan Zainal yang ingin bercerai dengannya telah membuat Andien jadi menggila di buatnya.


" Minggir kau dari jalanku atau Aku tidak akan memberikan apapun kepadamu sebagai tunjangan perceraian kita!" ucap Zainal dengan nada datar dan dingin nyaris seperti tidak ada perasaan sama sekali terhadap Andien.


Setelah mengetahui perbuatan Andien dan Rossa yang selalu menyiksa Maria ketika dirinya pergi bekerja ke Jogjakarta. Hal itu benar-benar telah melukai hati seorang Zainal yang sangat menyayangi putrinya. Zaenal merasa bodoh sekali karena selalu percaya dengan semua kata-kata Andien dan Rossa. Zaenal merasakan kepedihan yang luar biasa ketika dia harus kehilangan Maria hampir lebih dari 15 tahun lamanya.


" Kau jangan mengancam seperti itu mas! Karena aku tidak akan pernah mau untuk menandatangani surat perceraian yang kau inginkan. Karena aku benar-benar sangat mencintaimu dan aku tidak akan pernah mau kehilanganmu!" ucap Andien sambil menatap Zainal yang langsung memalingkan wajahnya.


" Bulshit! Aku sudah tidak percaya dengan semua omongan cinta yang keluar dari mulutmu yang busuk! Minggir dari jalanku selagi aku masih bicara baik-baik denganmu!" ucap Zainal sambil mendorong tubuh andien yang menghalangi pintu kamarnya.


Setelah berhasil keluar dari kamar utama. Zaenal kemudian langsung memasukkan barang-barangnya ke dalam mobil dan segera pergi meninggalkan kediamannya yang sudah hampir 20 tahun lamanya dia tempati.


Rumah itu adalah warisan dari kedua orang tuanya. Akan tetapi Zainal rela memberikan rumah itu asalkan Andien tidak mempersulit proses perceraian mereka.


Di tengah perjalanan Zaenal terus memikirkan perjalanan hidupnya yang penuh dengan onak duri dan penyesalan.


Sejak pernikahannya bersama dengan Tasya berakhir. Sejak saat itu pula hidupnya tidak pernah merasakan kebahagiaan.


Zainal tahu bahwa sebenarnya banyak misteri dibalik peristiwa Tasya yang tiba-tiba saja tertangkap basah tidur bersama seorang laki-laki asing di dalam hotel.


Zainal berusaha untuk mengingat kembali kejadian ketika itu.


Walaupun sudah lama kejadiannya, tetapi Zainal masih bisa merasakan sakit hatinya. Ketika dia harus menyaksikan sang istri yang berada di dalam pelukan seorang laki-laki asing dengan tanpa pakaian sama sekali. Terlelap selama semalaman di hotel. Karena Tasya tidak pulang ke rumah setelah pergi menghadiri pesta ulang tahun Rossa di rumah Andin.

__ADS_1


__ADS_2