
" Tentu saja aku mencintai kamu! kalau aku tidak mencintaimu Aku tidak akan menggila seperti ini, setiap kamu selalu menyebut nama Dion!" ucap Mario sambil mencium telapak tangan Angel yang berada dalam genggamannya.
Selama perjalanan menuju kediaman Bagaskara, mereka tampak diam dan tidak berbicara apapun.
Angel sibuk dengan pikirannya sendiri yang sedang mentelaah kembali pengakuan cinta dari seorang Mario untuk dirinya.
' Aku tidak percaya kalau seorang Casanova seperti dia bisa jatuh cinta kepada seorang wanita!' bathin Angel sambil terus menggelengkan kepalanya sehingga membuat Mario mengerutkan keningnya karena heran dengan kelakuan Angel.
" Apakah kau pusing? Apakah anakku sudah jadi di rahim kamu?" tanya Mario sambil meraba perut Angel dengan lembut.
Mendengar pertanyaan Mario yang frontal dan tanpa di saring, seketika Angel merasa malu pipinya sampai merona.
" Apaan?" tanya Angel sambil menepis tangan Mario yang masih betah bertengger di perutnya yang rata.
" Aku akan senang sekali kalau Mario Junior ada di sini!" mendengar pernyataan Mario seketika Angel langsung memalingkan wajahnya karena dia khawatir kalau Mario melihat wajahnya yang saat ini memerah laksana kepiting rebus.
" Kenapa kau malu honey? Aku akan datang melamarmu kepada kedua orang tuamu dan menjadikanmu sebagai istriku!" ucap Mario sambil tersenyum penuh kebahagiaan.
Mario benar-benar merasa senang walaupun semua itu masih hanya ada di dalam bayangannya ataupun khayalannya saja.
Begitu mereka sampai di kediaman utama keluarga Bagaskara, Mario langsung menggenggam tangan Angel dengan begitu posesif dan tampak takut kehilangan Angel.
" Genggam tanganku sayang selamanya!" bisik Mario di telinga Angel yang seketika merasa merinding, ketika dia mendengarkan kata-kata yang begitu lembut dari sang casanova ibu kota yang terkenal playboy kelas kakap.
Angel hanya menatap Mario tanpa mengatakan apapun. Karena sejujurnya saat ini hatinya masih dilema antara ingin melanjutkan ataukah menghentikan rencana balas dendamnya terhadap Rossa dengan memiliki Mario sebagai suaminya.
Ketika dia melihat Mario yang begitu manis memperlakukannya, hatinya melting dalam sekejap. Akan tetapi ketika dia mengingat tentang sepak terjang Mario di kalangan dunia malam, hatinya seketika down dan tidak percaya dengan semua yang dikatakan oleh Mario terhadapnya.
' Berhentilah bermimpi Angel! Seorang Casanova seperti dia, tidak akan mudah untuk bertobat dan hanya hidup untuk satu wanita. Kisah itu hanya ada di dalam dunia novel dan Korean drama! Bangunlah dan sadarlah dalam mimpimu! cukup kok fokus untuk membalas dendammu kepada Rosa dan jadikan Dia bertekuk lutut padamu. Serta menjadikanmu sebagai istrinya. Tidak perlu kau bawa-bawa perasaan di dalam hubungan palsu ini! Cukup jadikan Dia sebagai object dari pembalasan dendammu pada Rossa! Jangan pernah biarkan Rosa mendapatkan impiannya!' Berkali-kali Angel berusaha mensugesti pikirannya untuk jangan sampai jatuh cinta kepada sosok seperti Mario Dirgantara yang terkenal sebagai player yang suka gonta ganti pasangan.
Begitu mereka sampai di ruang tamu keluarga besar Bagaskara, semua mata tertuju kepada mereka berdua.
Tasya merasa senang ketika dia melihat Angel yang datang ke dalam pesta itu bersama dengan Mario. Pria yang telah dia rencanakan akan dijodohkan dengan putrinya.
' Tampaknya rencanaku akan berhasil tanpa menemui banyak hambatan!' bathin Tasya sambil tersenyum dan mendekati Angel yang saat ini sedang berjalan ke arahnya.
Angel langsung menyalami tangan ibunya yang sudah hampir dua bulan lamanya tidak dia temui. Karena dia yang memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan membantu Dion untuk mengurus perusahaan keluarga.
" Siapa laki-laki yang datang bersamamu? Kau tidak mau memperkenalkannya kepada mamamu?" tanya Tasya berbisik di telinga Sang Putri tersayangnya.
__ADS_1
Mario langsung maju dan mengeluarkan tangannya kepada Tasya.
" Mario Dirgantara, kekasih Angel!" ucap Mario memperkenalkan dirinya kepada ibunya Angel yang langsung sumringah mendengar itu.
" Sungguhkah dia adalah kekasihmu Angel?" tanya Tasya berusaha untuk mengkonfirmasi apa yang dikatakan oleh Mario kepadanya.
" Hmmmm!" jawab Angel malas.
Mario menatap tajam ke arah Angel yang tampak malas menatapnya. Mario langsung memeluk pinggang Angel dengan posesif, sehingga membuat Angel sangat malu di hadapan ibunya yang terus menatap dirinya.
" Baiklah silakan kalian berdua bergabung bersama yang lain. Mama akan menyambut tamu-tamu yang lainnya!" Tasya kemudian meninggalkan mereka berdua dan menyambut tamu yang saat ini sedang berjalan ke arahnya.
Tamu itu adalah Zainal dan juga istrinya bersama Rossa. Tasya sengaja mengundang mereka bertiga untuk melancarkan aksi balas dendamnya secara sempurna.
Pasti akan sangat menyenangkan ketika Andien dan Rossa melihat acara pertunangan antara Mario dan Angel yang akan dilaksanakan pada malam itu.
keluarga besar Dirgantara semuanya sudah hadir. Begitu pula keluarga besar dari keluarga Bagaskara. Mereka sudah bersiap untuk menyambut pasangan baru yang akan memperkuat hubungan bisnis perusahaan mereka berdua. Walaupun keduanya masih belum sadar juga, bahwa saat ini mereka sedang menjadi bintang utama di dalam pesta pertunangan tersebut.
" Akhirnya kau datang juga Mario dari tadi papa menelponmu!" ucap Surya menyapa putranya yang saat ini masih betah untuk menggenggam tangan Angel dengan erat seperti tidak mau melepaskannya.
" Siapa wanita yang berada di sampingmu? Kenapa kau tidak memperkenalkannya kepada papa?" tanya Surya kepada putranya yang dari tadi hanya tersenyum kepadanya.
Surya terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh Mario. Dia memang sudah setuju untuk menjodohkan Mario dan Angel. Tetapi dia sendiri belum pernah bertemu dengan Angel secara langsung jadi dia belum tahu sosok Angel yang sesungguhnya. Oleh karena itu dia merasa sangat terkejut ketika Mario memperkenalkan Angel sebagai calon istrinya.
' Ada apa ini sebenarnya? Apakah Mario sudah mengenal Angel lebih dulu ataukah bagaimana? Padahal pihak keluarga belum memperkenalkan mereka berdua sebagai calon tunangan.' bathin Surya masih bingung.
" Katakan padaku! Apakah yang dikatakan oleh Putraku adalah benar? Kalau kau adalah kekasihnya?" tanya Surya sambil menunjuk Mario yang tampak cuek menyikapi pertanyaannya kepada Angel.
Angel tampak melirik ke arah Mario. Tampak ragu untuk menjawab. Akan tetapi Angel kembali mengingat ancaman Mario ketika mereka hendak turun dari mobil.
' Kalau aku sekarang menyangkalnya sebagai kekasihku, dia pasti akan melakukan sesuatu yang bodoh dan memalukan!' bathin Angel merasa dilema dan bingung.
" Tentu saja benar Pah! Apakah papa pikir aku ini seorang pembohong? Papa Tunggu saja sebentar lagi pasti akan lahir Mario Junior dari rahim Angel!" ucap Mario keceplosan sehingga langsung mendapat hadiah cubitan dari Angel yang kesal dengan mulut Mario.
" Apa katamu? Mario junior?" tanya Surya terkejut.
" Tidak Om, Om salah dengar kok! Mario memang suka ceplas-ceplos seperti itu. Tetapi bukan itu maksud dia!" ucap Angel sambil menarik tangan Mario untuk menjauh dari ayahnya.
Mario yang melihat kegugupan di wajah Angel, dia hanya tersenyum saja. Mario tampak menikmati reaksi Angel yang menurutnya sangat lucu dan menggemaskan.
__ADS_1
" Apa kau gila? Apa maksudmu mengatakan hal seperti itu pada ayahmu? Apa kau mau membuatku malu?" tanya Angel menahan kesalnya terhadap Mario yang selalu membuat dirinya kalang kabut dengan tingkah absurdnya.
Mario mendekati Angel kemudian dia berbisik di telinganya, "Honey, apa kau malu tidur denganku? Padahal di luar sana, banyak para gadis yang mengemis untuk bisa naik ke atas ranjangku! Kamu beruntung honey, karena aku yang datang dan naik ke atas ranjang kamu!" ucap Mario sambil tersenyum ke arah Angel yang langsung merah wajahnya karena malu dan juga marah.
" Dasar pria gila!" ucap Angel yang kemudian berniat meninggalkan Mario di pesta itu. Karena dia ingin bertemu dengan Dion yang saat ini sedang berbicara dengan Catherine adik dari Mario.
Akan tetapi Mario tidak mau melepaskan genggaman tangannya.
" Kamu mau ke mana? Bukankah aku sudah bilang padamu jangan pergi jauh-jauh dariku!" ucap Mario dengan menatap tajam kepada Angel yang langsung memutar bola matanya dengan malas.
Angel berusaha untuk melepaskan tangannya dari Mario. Akan tetapi Mario malah semakin mempererat genggaman tangannya sehingga membuat Angel kesulitan untuk bergerak.
" Percayalah kepadaku honey! Satu kali lagi kau bergerak dan berusaha jauh dariku, maka aku akan pastikan kau menyesalinya! Aku bisa memperkos@ kamu di sini!" bisik Mario di telinga Angel sehingga membuat Angel merinding seketika mendengar ancaman tersebut.
" Apa kau gila? Aku hanya ingin menemui adikku dan juga adikmu!" ucap Angel berusaha untuk menjelaskan kepada Mario tentang maksudnya meninggalkan dia.
Mario kemudian melihat ke arah mata Angel menunjuk. " Kita bisa pergi bersama kalau hanya untuk menemui adik kita!" ucap Mario sambil tersenyum kepada Angel yang akhirnya menyerah dengan keinginannya.
" Serah deh!" ucapnya.
Mereka berdua kemudian mendekati Dion dan Catherine yang tampak sibuk berbincang membicarakan bisnis kedua perusahaan yang saat ini sedang menjadi tanggung jawab mereka berdua.
" Wah akhirnya kakakku bisa berjalan bersama dengan wanita pujaannya!" Ucapkan dengan wajah berbinar ketika dia melihat kakaknya menggenggam tangan Angel dengan begitu erat.
Angel hanya bisa mengedikkan bahunya, merasa pasrah dengan apapun yang dilakukan Mario kepadanya.
' Kalau sampai pria gila ini melakukan hal aneh-aneh, pasti keluarga Bagaskara akan kena imbasnya juga. Aku tidak boleh bertindak sembrono menghadapi laki-laki ini. Apalagi tadi aku lihat di sini ada Rossa dan juga Mama Andien. Aku heran dari mana mereka berdua bisa mengetahui tentang pesta ini?' bathin Angel merasa frustasi dengan kelakuan Mario yang benar-benar membuatnya kehabisan akal untuk menolak dia menunjukkan semua kemesraan di hadapan keluarga besar mereka berdua.
Angel dan Mario yang belum mengetahui niat keluarga mereka untuk menjodohkan dan menjadikan acara malam itu sebagai acara pertunangan mereka.
Mereka berdua tidak mengetahui bahwa keluarga mereka sangat bahagia melihat mereka yang begitu romantis dan mesra di hadapan publik. Sehingga mereka tidak perlu bersusah payah untuk membujuk keduanya menerima pertunangan yang sedang mereka persiapkan hanya dalam waktu 1 jam lagi dari sekarang.
Pesan undangan Surya, yang dikirim tadi siang di ponsel Mario belum dibuka sama sekali. Karena Mario terlalu sibuk berolah raga dengan Angel. Jadi Mario belum mengetahui tentang undangan malam itu untuk dirinya.
Mario murni datang ke sana adalah untuk menerima ajakan Angel sebagai calon suaminya di hadapan keluarga besarnya yang akan menjodohkan Angel dengan orang asing yang belum diketahui oleh Angel.
Entah vagaimana reaksi mereka berdua, ketika mereka mengetahui bahwa sesungguhnya acara malam itu adalah acara pertunangan mereka berdua atas rencana perjodohan yang sudah diatur oleh kedua keluarganya.
Keluarga mereka sudah sepakat untuk melaksanakan pernikahan bisnis antara keluarga Bagaskara dan keluarga Dirgantara.
__ADS_1