Genggam Tanganku Sayang Selamanya

Genggam Tanganku Sayang Selamanya
108. Rencana Deka dan Dion


__ADS_3

Sementara itu Deka dan Dion sekarang sedang berada di cafe dan terlihat berbicara begitu serius. Tampak dari raut wajah keduanya yang terlihat mengkerutkan keningnya dengan begitu dalam.


" Aku masih merasa takut untuk mengajak Catherine bertemu dengan kedua orang tuaku yang berpikiran kolot!" ucap Deka dengan wajah seriusnya.


" Kenapa?" tanya Dion bingung.


" Kamu kan tahu status Catherine sebagai seorang janda. Walaupun kau tidak pernah menyentuhnya, tetap saja status janda itu melekat di dalam diri Catherine yang pasti akan mengganggu penilaian kedua orang tuaku terhadap Catherine!" ucap Deka dengan wajah begitu frustasi.


Dion menggelengkan kepalanya tampak merasa kecewa dengan Deka.


" Ah bro! Kau benar-benar membuatku sangat kecewa. Apakah kau tidak memikirkannya ketika dulu kau pertama kali mendekati Catherine? Ya! Tentang pendapat kedua orang tuamu itu atas diri Catherine yang seorang janda kembang!" ucap Dion sambil tersenyum ketika dia mengingat tentang Catherine sampai sekarang hatinya masih berdesir.


Deka tahu kalau Dion masih sangat mencintai Catherine. Tetapi dia tidak tahu juga. Kenapa dirinya tidak merasa cemburu ataupun sakit hati melihat Dion yang begitu mencintai kekasihnya yang dia cintai dengan sangat.


Deka bisa merasakan kalau Dion begitu mencintai Catherine terlihat dari wajahnya yang begitu berbinar ketika membicarakan sosok Catherine. Kekasihnya.


" Katakan padaku. Apa yang harus kulakukan sekarang?" tanya Deka mulai frustasi.


Dion menggaruk kepalanya yang tidak gatal dia terus memperhatikan Deka yang tampak begitu frustasi.


" Kamu ingin mengajak Catherine ke Dubai atau tidak? Kalau sekiranya kamu masih meragu untuk melangkah lebih jauh dengan dia. Sebaiknya kau pikirkan lagi tentang hubungan kalian berdua! Sebuah hubungan kalau sudah diawali dengan keraguan, pasti tidak akan baik pada akhirnya. Kasihan Catherine. Dia sudah mengalami kegagalan satu kali jangan sampai kau nanti membuat dia menjadi ilfeel dengan pernikahan!" ucap Dion memberi nasehat kepada Deka.


Deka meraup wajahnya dengan kasar dia sedang bingung mengenai permintaan ibunya untuk membawa catering ke Dubai untuk diperkenalkan kepada kedua orang tuanya.


" Kalau kau ragu dan tidak mau untuk menjadikan Catherine sebagai istrimu. Maka kau harus siap-siap untuk bersaing denganku Deka. Karena aku pasti akan merebut Catherine kembali darimu. Kalau sampai aku melihat Catherine menangis gara-gara kau!" ucap Dion sambil menepuk bahu Deka yang langsung menatap tajam kepada Dion.

__ADS_1


Deka tahu bahwa dia saat ini pasti sangat mengecewakan Catherine. Kalau Catherine tahu bahwa dirinya sedang meragu dengan hubungan cinta mereka berdua Catherine pasti akan langsung meng kick dia sebagai Kekasihnya.


Satu bulan berhubungan dengan Catherine sedikit banyak Deka bisa mengetahui karakter Catherine yang keras dan juga sulit untuk ditaklukan. Deka tidak mengerti dengan keadaannya saat ini.


Deka masih bertanya-tanya. Kenapa cinta menggebu yang dia rasakan ketika mengejar Catherine yang sangat sulit ditaklukan seakan menghilang begitu saja dari hatinya. Ketika dia sudah berhasil mendapatkan kepercayaan dari Catherine.


Akan tetapi dirinya saat ini sedang merasa ragu untuk membawa hubungan mereka berdua menuju jenjang yang jauh lebih serius yaitu mempertemukan kekasihnya dengan kedua orang tuanya.


" Saranku. Lebih baik kau ajak saja Catherine untuk bertemu dengan kedua orang tuamu. Adapun masalah nanti mereka akan menerima status Catherine atau tidak. Biarkanlah Tuhan yang akan menentukan hasil dari usaha yang sudah kau lakukan untuk memperjuangkan cintamu itu!" ucap Dion berusaha untuk menasehati Deka yang sedang dilanda keraguan tentang cintanya kepada Catherine yang berstatus janda.


" Sudahlah. Ayo kita ke rumah sakit sekarang. Mereka pasti menunggu kita. Kita pergi sudah terlalu lama!" ucap Dion.


Ketika mereka bersiap untuk pulang tiba-tiba Dion melihat Melati yang hendak masuk ke area Cafe Dion pun kemudian mendekati gadis muda itu.


" Melati. Bagaimana dengan kabar ayahmu? Apakah operasinya sudah sukses?" tanya Dion sambil tersenyum kepada melatih yang terkejut melihat Dion berada di hadapannya.


" Masya Allah Pak Dion. Akhirnya kita bertemu lagi. Saya mau mengucapkan terima kasih banyak atas kebaikan Pak Dion yang sudah menolong saya untuk membiayai pengobatan ayah saya!" ucap Melati dengan senyum sumringah di wajah cantiknya.


Deka tampak terkesiap melihat kecantikan Melati yang benar-benar sangat eksotis di matanya. Ah Deka jadi pusing sendiri. Deka memang belum mempunyai kemantapan hati untuk mencintai seorang wanita. Mengingat usianya yang tergolong masih muda juga sih. Sehingga dia tampak begitu mudah terpesona dengan wanita baru.


Deka sendiri merasa bingung dengan dirinya Kenapa sejak dia menginjakkan kaki ke Indonesia tiba-tiba dirinya seakan menjadi pribadi yang lain.


Padahal selama dirinya tinggal di Dubai. Banyak wanita cantik Timur Tengah yang selalu mendekatinya. Tetapi dia tidak tertarik dengan mereka. Entah kenapa setelah datang ke Indonesia jiwa playboy nya mulai bangkit dan meronta-ronta.


Dion yang melihat mata Deka begitu berbinar ketika berhadapan dengan Melati. Dion pun kemudian memperkenalkan melatih kepada Deka yang langsung mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Melati.

__ADS_1


Melati terlihat gugup sekali ketika dirinya bersalaman dengan pria setampan Deka. Sungguh! Pengalaman Melati dengan pria tampan tidaklah sedikit. Tetapi dia bingung kenapa matanya seperti tidak bisa mengalihkan pandangan dari sosok seorang Deka yang sedang tersenyum kepadanya.


" Deka Yamada. Siapa namamu?" tanya Deka yang tersenyum kepada Melati.


Mendengar nama Yamada. Seketika Melati langsung terperanjat. Tiba-tiba saja hatinya seperti tersengat ribuan lebah. Terasa begitu sakit sekali. Seketika Melati mengingat tentang keadaan ayahnya yang saat ini sedang berada di rumah sakit. Beliau masih dalam proses penyembuhan. Setelah beliau dioperasi beberapa saat yang lalu.


' Deka Yamada? Jangan bilang kalau dia adalah bagian dari keluarga Yamada yang terkenal itu!' tiba-tiba tatapan Melati yang tadi begitu lembut. Seketika mengeras dan membuat orang merinding seketika. Rahang wajahnya mengeras seketika. Kedua telapak tangannya tampak digenggam dengan begitu erat hingga buku-buku jemarinya terlihat begitu memutih.


Dion merasa terkejut melihat perubahan Melati yang tidak biasa. Tampak amarah di mata nya. Melati langsung meninggalkan Dion dan Deka dalam kebingungan mereka.


" Melati! Ada apa denganmu? Apakah kau marah padaku?" tanya Dion.


Dion berteriak ke arah Melati akan tetapi Melati sama sekali tidak mempedulikannya. Melati terus saja berjalan ke depan dan meninggalkan dua pemuda tampan yang akhirnya hanya bisa mengetikkan kedua bahu mereka karena mereka merasa bingung dengan reaksi melati yang di luar ekspektasi mereka berdua.


Padahal dalam bayangan Dion, Melati akan berteriak histeris melihat ketampanan Deka yang luar biasa. Selain itu nama Yamada benar-benar menjadi sebuah magnet yang luar biasa untuk para gadis jatuh cinta pada seorang Deka Yamada. Karena perusahaan mereka yang besar dan juga terkenal di hampir beberapa negara yang ada di Asia.


" Kenapa dengan perempuan itu tadi Dion? Dia marah ketika mendengar namaku. Dia langsung saja berubah ekspresi wajahnya seperti yang begitu marah dan penuh dengan kebencian padaku!" ucap Deka merasa bingung kepada Dion.


Dion mengedikkan kedua bahunya. Kemudian dia langsung menarik Deka untuk segera keluar dari Cafe itu. Karena dia harus segera sampai ke rumah sakit.


Sejak tadi Mario terus menghubunginya. Sehingga membuat Dion menjadi khawatir dengan kondisi kakaknya yang koma.


Dion dan Deka kemudian langsung pergi ke rumah sakit tempat Angel di rawat dengan menggunakan mobil dalam kecepatan yang sedang. Karena bagaimanapun mereka tetap mengutamakan keselamatan mereka pribadi Walaupun dalam keadaan buru-buru.


" Kira-kira Ada apa ya? Kenapa Mario terus menghubungimu? Kenapa tidak kau angkat saja telepon ya? Jadi kita tidak bertanya-tanya seperti ini!" ucap Deka kepada Dion.

__ADS_1


Dion kemudian menyerahkan ponselnya kepada Deka meminta kepada pemuda itu untuk menghubungi kakak iparnya.


" Kau hubungilah. Aku tidak bisa menelpon kalau sedang menyetir seperti ini. Apalagi sekarang hatiku senang tidak baik-baik saja. Aku sedang gugup karena khawatir dengan keadaan Kakaku. Aku takut nanti kita malah akan terjadi kecelakaan!" ucap Dion mau minta tolong kepada Deka untuk segera menghubungi Mario kembali.


__ADS_2