
Mario tercengang mendengarkan semua yang dikatakan oleh Angel kepada Dion.
" Kau sudah dewasa Dion! Kau sekarang sudah memiliki keluarga. Statusmu adalah suami. Seharusnya kau tahu bahwa tanggung jawab seorang suami adalah membahagiakan istrinya. Bukannya memberikan penderitaan seperti yang kau lakukan sekarang terhadap Catherine! Kakak mohon Dion minta maaflah pada istrimu dan mulailah hidup barunya sebagai seorang suami yang baik!" Angel berusaha terus untuk menasehati Dion yang masih menatapnya dengan nanar.
" Entahlah Kak aku tidak bisa berpikir saat ini!" ucap Dion pada akhirnya.
Mario masih berusaha untuk menatap Angel dan melihat keadaan di sekitarnya saat ini.
" Ikut aku!" ucap Mario yang langsung menarik tangan Angel agar masuk ke dalam mobilnya. Angel yang bersikeras untuk menolak, berusaha untuk kabur tetapi Mario langsung menggendong Angel layaknya karung beras dan menguncinya di dalam mobilnya. Angel menatap Mario dengan kesal.
" Tolong! Aku hanya ingin kita bicarakan semuanya baik-baik. Aku mohon! Ada banyak hal yang harus kita luruskan bersama sayang. Kau tidak mungkin kan, akan hidup dalam kesalahpahaman selamanya?" tanya Mario masih berusaha untuk meyakinkan Angel agar tidak berontak terus.
Mereka berdua mulai menjadi pusat perhatian para karyawan Bagaskara Group. Angel yang merasa malu akhirnya dia pun berhentinya berontak dan bersedia untuk berbicara dengan Mario.
" Bicaralah!" ucap Angel tanpa mau melihat ke arah Mario.
" Kita bicara di apartemen ku saja!" ucap Mario sambil menyalahkan start er mobilnya.
Angel yang tahu kelakuan mesum Mario mulai merasa terancam kalau sampai mereka bertemu di apartemen Mario.
" Mari bicara di restoran terdekat. Karena waktu yang aku milik hanya sebentar. Aku harus bertemu dengan klien yang sudah menunggu aku!" dusta Angel tanpa mau melihat ke arah Mario.
Mario hanya diam tidak mengatakan apapun. Angel merasa frustasi melihat Mario yang tampaknya tidak memperdulikan apa yang dia katakan. Keringet dingin mulai membanjiri kening Angel saat mobil mario mulai masuk ke basement apartemen milik Mario.
" Rupanya kau sejak dulu sampai sekarang belum juga berubah ya? Kau masih manusia yang sama yang suka memaksakan kehendak kepada orang lain!" ucap Angel sambil melirik sinis kepada Mario yang tampaknya tidak memperdulikan apapun yang dia katakan.
__ADS_1
Begitu sampai Mario langsung menarik tangan Angel untuk ke luar dari mobilnya. Tetapi Angel menolak untuk keluar.
' Aku tidak boleh sampai masuk ke dalam apartemen dia. Sudah bisa aku tebak bagaimana nasib ku di sana! Dia pasti akan mengurungku dan tidak akan mau melepaskan aku lagi!' bathin Angel mulai waspada terhadap Mario.
" Kita bicara di sini saja!" ucap Angel tetap berusaha mempertahankan dirinya untuk tidak keluar dari mobil milik Mario.
" Tidak leluasa kalau bicara di sini. Ayolah sayang menurut lah denganku. Sekarang Aku benar-benar harus bicara denganmu!" ucap Mario merendahkan suaranya agar Angel tidak merasa tersinggung kepada dirinya.
Tetapi Angel tetap bersikeras menolak untuk keluar dari mobil.
Mario benar-benar frustasi untuk bisa mengendalikan Angel agar mau dan bersedia mendengarkan omongannya.
" Ikutlah denganku ke apartemenku sayang. Aku berjanji aku akan mengembalikan semua saham maupun perusahaan Bagaskara group yang sudah ku ambil alih!" ucap Mario menatap tajam Angel yang seperti tidak peduli sama sekali.
" Aku tidak peduli dengan saham maupun perusahaan Bagaskara grup. Semua itu bukan urusanku dan aku tidak akan menggadaikan hidupku untuk benda mati seperti itu!" ucap Angel tetap bersikeras tidak mau mengikuti keinginan Mario.
Angel terus memberontak agar dilepaskan tetapi melihat orang-orang yang berlalu lalang memperhatikan mereka. Angel pun akhirnya menyerah dalam bagaimanapun dia merasa malu kalau sampai menjadi trending topik gara-gara kelakuan Mario yang egois itu.
Akhirnya Angel pun mengalungkan tangannya ke leher Mario dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Mario. Samar-samar Angel bisa mencium wangi musk yang keluar dari tubuh Mario. Wangi yang selama ini selalu dia rindukan. Tetapi harus susah payah dia tekan demi harga dirinya dan juga egonya yang super tinggi.
Begitu masuk ke dalam apartemen, Mario langsung membawa Angel ke dalam kamarnya. Angel mulai panik dan berusaha untuk lepas dari Mario. Lagi-lagi Mario tidak mengindahkan usaha Angel.
" Kau bilangin bicara denganku, kenapa kau harus membawa kamar segala? Lepaskan aku! Kita bicara di ruang tamu saja!" ucap Angel berusaha untuk bernegosiasi dengan Mario.
Begitu sampai di dalam kamar miliknya Mario langsung mengunci pintu kamarnya dan meletakkan Angel di atas ranjang.
__ADS_1
" Kau mau apa sih? Kenapa harus di kamar sih, kalau hanya sekedar ingin bicara?" tanya Angel mulai merasa tidak aman di dalam ruangan itu. Apalagi ketika dia melihat mata Mario yang mulai berkabut dan terus menatapnya dengan penuh kerinduan.
" Aku sangat merindukanmu! 5 tahun aku berusaha mencarimu ke mana-mana. 5 tahun Aku selalu menunggumu dan hampir gila gara-gara rinduku padamu. Akan tetapi, ketika bertemu denganku, Kau bahkan tidak mau melirikku sama sekali. Kau benar-benar membuatku gila sayang!" ucap Mario sambil duduk di samping Angel yang mulai merasa tidak nyaman di buatnya.
Mario tampak diam sejenak. Mario melirik kepada Angel dan menatap wajah cantik yang selama bertahun-tahun dia rindukan. Wajah yang mulai kurus dan tirus. Semakin matanh dan dewasa. Membuat Mario semakin tergila-gila kepadanya. Tapi Mario kesal sekali melihat wajah Angel datar seperti yang tidak memperdulikan perasaannya sama sekali. Hal itu benar-benar membuat Mario hampir gila di buatnya.
Di saat banyak wanita yang rela melompat ke atas tempat tidurnya demi satu malam menggairahkan di antara mereka. Tetapi Angel malah berusaha untuk menjauh dan terus menghindarinya. Walau sekuat apapun Mario berusaha membuat wanitanya melihat ke arahnya. Bagaimana mungkin Mario bisa tenang menghadapi perempuan bengal seperti Angel?
" Aku tidak pernah memintamu untuk melakukan semua itu! Sekarang di sini kau menginginkan apakah dariku?" tanya Angel dingin, sedingin kutub utara yang membuat hati Mario seakan membeku di tempat.
Mario kemudian duduk bersimouh di hadapan Angel, menggenggam tangan wanitanya dan menciumnya dengan lembut.
Sejenak Angel melihat kepada Mario. Ada perasaan hangat di hatinya yang menjalar melalui ciuman lembut tersebut. Akan tetapi Angel tidak mau mengakui hal tersebut dia malah menarik telapak tangannya agar terlepas dari genggaman Mario.
' Oh tidak! Aku tidak boleh sampai terjatuh lagi kepada laki-laki ini. Sudah cukup masa mudaku yang hancur gara-gara dia! Aku tidak akan sudi untuk mengulangi masa lalu yang pedih bersamanya!' ujar Angel di dalam hatinya yang seakan membangun tembok kokoh agar Mario tidak bisa menembusnya.
Mario menatap Angel dengan perasaan yang sangat sedih dan putus asa.
" Aku minta maaf sayang. Kalau aku sudah menorehkan luka di hatimu dan juga telah mengakibatkan kesalahpahaman di antara kita berdua. Aku yakin kau pasti mendengar apa yang aku katakan di kamar mandi pada saat terakhir kita bertemu. Aku minta maaf untuk hal itu. Awalnya aku memang berniat mau melakukan itu, tetapi aku sadar bahwa aku jauh lebih mencintaimu dari pada perusahaan kedua orang tuamu! Aku berjanji padamu sayang. Aku akan mengembalikan semua saham dan perusahaan yang sudah aku ambil alih dari ayahmu. Asal kau mau memaafkanku dan kembali kepadaku. Mari kita melanjutkan rencana pernikahan kita berdua yang dulu sempat tertunda!" ucap Mario berusaha untuk meyakinkan Angel agar mau menerimanya kembali.
" Maafkan aku! Tapi aku sudah tidak tertarik untuk menikah denganmu! Tolong antarkan aku kembali ke perusahaan karena aku ingin bicara dengan Dion. Aku ada janji dengan temannya Dion yang katanya ingin berkencan buta denganku. Itulah yang menjadi alasan aku kembali ke Indonesia!" ucap Angel yang kemudian bangun dari tempat duduknya.
Mario hampir gila mendengarkan apa yang dikatakan oleh Angel yang mengatakan bahwa dia tidak tertarik untuk menikah dengannya dan akan melakukan kencan buta dengan pria lain. Tidak ada hal yang lebih membagongkan dari hal itu bagi Mario.
Mario langsung mendorong tubuh Angel ke atas ranjang dan mengungkungnya dengan mata memerah karena amarahnya yang sudah ada di ubun-ubun.
__ADS_1
" Aku tidak akan pernah membiarkanmu menikah dengan siapapun! Karena kau hanya boleh menikah denganku!" ucap Mario yang langsung mencium bibir Angel dengan paksa dan berusaha melepas pakaian Angel dengan terburu-buru. Mario merenggut semua pakaian Angel satu persatu dengan kasar dan melemparkannya ke sembarang arah.