
Angel kemudian mengantar Mario ke dalam kamarnya, agar bisa mengganti pakaian.
" Tunggulah di sini. Aku akan ambil pakaian milik Dion dulu." ucap Angel kepada Mario yang hanya menganggukkan kepalanya dengan pasrah.
Bagaimanapun dia merasa jengkel karena pakaiannya harus kotor gara-gara perbuatan anak kecil yang teledor dan sembrono.
" Siapa ya anak kecil yang dimaksud oleh Mario itu? Apa jangan-jangan itu adalah Bryan dan Steven?" tebak Angel sambil matanya menyisir seluruh ruangan untuk mencari mereka berdua.
Perasaan Angel mulai merasa tidak tenang.
" Kalau benar itu adalah Steven dan Bryan, itu artinya Mario sudah bertemu dengan mereka. Semoga saja dia tidak curiga dengan kedua anak itu!" monolog Angel sambil pergi ke dalam kamar kedua bocah kembar yang ada di dalam rumah itu.
Tetapi Angel tidak menemukan mereka berdua di kamarnya.
" Kemana anak-anak nakal itu?" tanya Angel kebingungan.
Di saat Angel sibuk mencari Steven dan Bryan tiba-tiba saja Tasya dan Bayu sudah berada di sampingnya.
" Kamu sedang mencari siapa Angel?" tanya Tasya bingung.
Angel menatap kedua orang tuanya kemudian dia pun mendekati mereka.
" Aku sedang mencari Steven dan Bryan. Apakah mama melihatnya?" tanya Angel sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling mencari dua bocah itu.
Tasya pun melakukan hal yang sama karena dia pun sejak tadi mencari mereka berdua.
" Memangnya kenapa kok mencari Bryan dan Steven?" tanya Bayu.
Suasana pesta di rumah itu sangat meriah. Banyak tamu yang hadir yang berasal dari kalangan bisnis. Mereka adalah teman-teman ayahnya dan juga keluarga Dirgantara.
" Sekarang Mario sedang berada di kamarku Mah. Pakaiannya kotor karena di tumpahin air sirup oleh dua orang bocah! Aku berpikir kalau bocah itu adalah Steven dan Bryan!" ucap Angel.
Tasya dan Bayu saling menatap satu sama lain. Terlihat Bayu yang menarik nafasnya dengan dalam.
" Kau belum mengatakannya kepada Papa. Apakah Mario adalah Ayah biologis dari Steven dan Bryan?" tanya Bayu sambil menatap tajam kepada Angel.
Angel tampak gugup dan dia berusaha untuk menghindari tatapan Bayu yang langsung menembus jantungnya.
__ADS_1
" Aku akan pergi ke kamar Dion dulu untuk meminjam pakaian supaya bisa digunakan oleh Mario." Angel pun langsung lari dan meninggalkan mereka dalam bengongnya.
Sementara itu Angel yang sedang mencari Dion dia langsung tersenyum melihat laki-laki itu tampak datang dari arah luar. Wajah Dion sangat kusut dan tampak tidak bersahabat.
" Kamu dari mana?" tanya Angel heran.
Akan tetapi Dion tidak menjawab pertanyaan Angel dia hanya melirik sekilas kepada Catherin yang mengerutkan keningnya ketika melihat dia datang.
Angel pun mengikuti adiknya menuju ke lantai 2 di mana kamarnya berada di sana.
" Mau apa Kakak mengikuti aku?" tanya Dion seperti tidak senang.
Hati Dion memang sedang kacau, dia merasa kesal dan marah. Ketika dia mengingat kembali apa yang dikatakan oleh Catherine yang meminta bercerai setelah pernikahan Angel dan Mario.
Tampaknya Dion sudah jatuh cinta kepada Catherine. Tetapi lelaki arogan itu tidak sadar atau tidak mau mengakuinya karena harga diri yang terlalu tinggi yang dimiliki oleh seorang Dion Bagaskara yang arogan.
" Kakak mau pinjam pakaian kamu dulu, satu setel saja. Karena pakaian Mario kotor gara-gara tertumpah air sirup!" ucap Angel.
Dion hanya mengerutkan keningnya. Tetapi dia tidak mengatakan apapun lagi.
" Boleh tidak?" tanya Angel.
Angel kemudian membuka lemari milik Dion dan mencari pakaian yang dia nilai cocok digunakan oleh Mario.
Selera Dion dalam masalah pakaian memang tidak bisa dianggap enteng.
" Kakak pinjam dulu ya adikku sayang. Nanti dikembalikan lagi!" ucap Angel sambil membawa pakaian yang sudah dia pilih dan bersiap untuk keluar dari kamar Dion.
" Mario adalah Ayah dari si kembar kan?" tanya Dion tanpa membuka matanya.
Angel merasa terkejut dengan pertanyaan Dion. Selama ini Angel memang tidak mengatakan kepada siapapun. Siapa laki-laki yang sudah menghamilinya.
Angel hanya mengatakan bahwa dia ingin membatalkan pernikahan dengan Mario. Karena dia sedang hamil dan dia tidak mengetahui siapa ayah dari anak tersebut.
Keluarga Bagaskara yang mau berusaha untuk menyelamatkan nama keluarga besar mereka, akhirnya memilih untuk mengakui anak kembar itu sebagai anak Bayu dan Tasya dan memasukkan keduanya di dalam Kartu keluarga mereka.
" Aku akan mengantarkan pakaian ini kepada Mario!" ucap Angel yang langsung keluar dari kamar Dion tanpa mengatakan apapun lagi.
__ADS_1
Sementara itu Catherine yang tadi berada di balik pintu kamar Dion langsung berlari ketika melihat Angel yang hendak keluar dari kamar suaminya.
Catherine tidak pernah menginap di rumah itu. Jadi dia tidak pernah masuk ke dalam kamar Dion sejak pernikahan mereka 4 tahun yang lalu.
Dahulu setelah resepsi pernikahan mereka langsung pergi ke hotel untuk berbulan madu selama satu minggu di Bali.
Pulang dari Bali mereka langsung pindah ke apartemen yang sudah dihadiahkan oleh keluarga Dirgantara untuk pasangan pengantin baru yang tidak bahagia sama sekali. Bagaimana tidak? Pada malam pernikahan mereka, Dion tertangkap tangan oleh Catherine sedang bermesraan dengan Susan yang menyusul mereka ke Bali.
Hati Catherine seketika mati pada detik itu juga. Sejak malam itu Catherine memutuskan untuk menutup pintu hatinya bagi Dion.
Oleh karena itu sampai saat ini Catherine sangat membenci Dion. Dia tidak pernah mengharapkan bahwa pernikahan mereka akan berjalan dengan lancar dan sukses.
Catherine sangat bahagia sekali dengan rencana pernikahan Mario dan Angel yang dilanjutkan kembali. Dia bahkan sudah menyiapkan berkas perceraiannya dengan Dion.
Oleh karena itulah, kenapa Catherine sekarang berada di depan pintu kamar Dion hendak memberikan berkas perceraiannya dengan Dion dan tanpa sengaja dia juga mendengarkan percakapan antara Angel dan suaminya yang membicarakan tentang ayah si kembar, Steven dan Bryan.
" Apakah benar kalau Steven dan Bryan adalah anak dari Kak Mario? Lalu kenapa dulu Angel lebih memilih untuk melahirkan sendiri daripada melanjutkan rencana pernikahan itu?" tanya Catherine bingung.
Catherine langsung pergi setelah melihat Angel yang keluar dari kamar suaminya dengan membawa satu setel pakaian yang akan diberikan kepada Mario yang sudah menunggu di kamarnya sejak tadi. Catherine memutuskan untuk mengurungkan niatnya memberikan surat cerai itu kepada Dion.
" Pakailah pakaian ini. Aku menunggumu di luar ya?" tanya Angel ketika dia bertemu dengan Mario di kamarnya.
Siapa yang menyangka kalau Mario malah menariknya ke dalam pelukannya.
" Aku rindu sama kamu!" ucap Mario sambil mencium bibir Angel dengan lembut.
" Di luar orang-orang sedang menunggumu. Kau yang meminta agar acara ini segera dilaksanakan dan kau malah meninggalkan mereka seenakmu saja!" protes Angel sambil memukul dada Mario yang langsung meringis kesakitan.
Angel pun kemudian meminta maaf karena sudah menyakiti Mario tanpa di sengaja.
" Ya sudah kau tunggulah di sini sayang. Ingat! Kau jangan keluar dari sini. Aku akan ganti pakaian di kamar mandi!" ucap Mario yang langsung pergi ke kamar mandi yang ada di dalam ruangan itu.
Angel sangat jarang menggunakan kamar itu. Karena dia lebih senang tidur di apartemen miliknya sendiri. Apartemen yang dia beli dengan gajinya ketika dia bekerja di perusahaan Bagaskara grup membantu Dion sebagai wakil CEO dan kadang juga sebagai asisten Dion.
Status dan jabatan Angel di perusahaan mengikuti suasana hati Dion dan keperluannya.
Angel yang mengetahui statusnya di keluarga itu, dia hanya menerima semua yang diatur oleh Bayu maupun Dion kepada dirinya.
__ADS_1
Dengan begitupun Angel masih sangat bersyukur karena mereka semua yang begitu memperdulikan dan memperhatikannya.