Genggam Tanganku Sayang Selamanya

Genggam Tanganku Sayang Selamanya
65. Big no!!!


__ADS_3

" Big no!" ucap Angel sambil mengambil barang-barangnya dan bersiap untuk keluar dari apartemen Mario.


Mario tampak mengurutkan keningnya tidak mengerti dengan jalan pikiran Angel yang selalu sulit untuk dia tebak.


" Kenapa?"


" Kalau aku Istirahat di sini, bukan istirahat malah Kau kerjain sampai pagi. Aku hapal dengan otak mesum kamu itu!" ucap Angel menunjukkan wajah kesalnya terhadap Mario.


Mario mendekati Angel kemudian dia menggenggam telapak tangannya.


" Oleh karena itu. Ayo segera kita datangi kedua orang tuamu aku ingin kita menikah malam ini juga!" pinta Mario kepada Angel.


Angel diam dan terus menatap wajah lelakinya yang sejujurnya selama 5 tahun ini selalu ada di dalam kepalanya. Itulah yang membuat Angel selalu kesulitan tidur karena merasakan kerinduan yang begitu dalam terhadap Mario. Akan tetapi ego dan harga dirinya yang menekan dia untuk selalu menjauh dan menghindari Mario.


" Baiklah lakukan saja apa yang kau mau, tapi yang jelas, setelah itu aku ingin tidur!" ucap Angel akhirnya menyerah dengan keinginan Mario yang dia tahu sangat keras kepala dan sangat sulit untuk dibantah.


Mario yang merasa senang melihat Angel yang sudah menyetujui keinginannya. Dia pun langsung mengambil kunci mobilnya dan bersiap untuk keluar dari apartemen menuju kediaman utama keluarga Bagaskara.


Begitu mereka sampai di kediaman keluarga Bagaskoro tampak di rumah itu keramaian yang tidak seperti biasanya.


Terlihat Catherine yang menyambut kedatangan mereka dengan bahagia.


Catheine sangat senang mendengar kabar bahwa mereka berdua akan melanjutkan kembali rencana pernikahan yang sempat tertunda 5 tahun yang lalu. Karena Angel yang meninggalkan Indonesia dan bersembunyi dari kakaknya.


" Akhirnya kalian berdua datang juga dari tadi kami sudah menunggu," terlihat Dion yang memperhatikan interaksi mereka bertiga dari kejauhan.


Dion tampak tidak senang dengan acara itu. Dia lebih memilih untuk meninggalkan tempat itu dan pergi mencari Susan untuk bisa membuat hatinya senang lagi.

__ADS_1


Sudah biasa bagi Dion ketika hatinya sedang gelisah dia pasti akan mencari Susan sebagai sebuah penghiburan ataupun pelariannya.


Entah kenapa Dion hari ini merasa sangat kesal ketika dia mengetahui bahwa Angel dan Mario berencana untuk melanjutkan rencana pernikahan mereka yang dulu tertunda karena kakaknya yang minggat dari Indonesia.


" Setelah mereka menikah maka kita berdua akan segera bercerai. Kita berdua tidak punya kewajiban lagi untuk melanjutkan pernikahan itu!" ucapan Catherine sampai saat ini masih terngiang di telinga Dion.


Dion memukul setir mobil nya dengan kencang untuk melampiaskan emosi yang ada dalam hatinya. Ketika dia mengingat kembali apa yang dikatakankan oleh Catherine tadi siang kepadanya.


" Lihat saja aku tidak akan pernah sudi untuk membiarkanmu lepas dariku. Akan kubuat kau lebih menderita lagi dan melampiaskan rasa sakit hatiku karena Kakakmu yang sudah menghancurkan masa depan Kakakku!" Entah kenapa Dion benar-benar merasa kalau moodnya sangat hancur saat ini.


Dion tetap cemberut walaupun dia sudah berhadapan dengan Susan saat ini.


" Kamu kenapa sayang? Tadi mengajak aku untuk bertemu tetapi wajahmu ditekuk seperti itu, aku tidak nyaman melihatnya!" protes Susan sambil duduk di pangkuan Dion yang langsung bangkit dari tempat duduknya.


Dion langsung meninggalkan Susan yang masih bengong terlongong ketika dia melihat kelakuannya yang sangat aneh. Susan merasa sangat marah dan juga tersinggung dengan yang dilakukan oleh Dion malam itu.


Sementara itu di kediaman Bagaskara tampak kesibukan yang luar biasa terjadi di sana.


Catherine tidak memperdulikan ketika dia melihat Dion yang meninggalkan kediaman tanpa mengatakan apapun.


" Ayo kedua orang tuamu sudah menunggu dari tadi!" ucap Catherine bahagia sambil menggenggam tangan Angel.


Sementara Catherine dan Angel pergi menemui kedua orang tuanya, tampak Mario yang sedang sibuk menyambut para tamu yang hadir di acara lamaran nya.


Mario sebenarnya tidak mengerti kenapa lamaran itu menjadi acara yang begitu besarnya dengan mendatangkan beberapa orang wartawan dan juga banyak tamu penting yang hadir.


" Lebih baik aku sekalian menikah saja malam ini. Aku hanya tinggal mendatangkan penghulu saja kemari!" ucap Mario memulai ide yang ada di kepalanya.

__ADS_1


Saat Mario sedang sibuk mencari nomor telepon orang yang bisa dia minta tolong untuk mencari penghulu. Tiba-tiba saja ada dua orang anak yang menumpahkan minuman ke pakaiannya.


" Ya ampun! Kalian apa tidak bisa hati-hati?Lihatlah pakaian Om Jadi kotor begini! Di mana orang tuamu Kenapa membiarkan anak seperti kalian berkeliaran seperti ini?" protes Mario sangat kesal karena melihat Pakaian miliknya yang sekarang basah karena perbuatan dua bocah kembar yang sekarang saling menatap satu sama lain.


Kedua bocah tampan yang kembar itu saat ini menatap Mario saat dengan lekat. Mario yang masih fokus dengan pakaian yang kotor dia tidak memperhatikan dua anak kembar yang ada di hadapannya yang sejak tadi berusaha untuk menundukkan kepala di hadapannya.


" Maafkan kami berdua Om. Kami tadi tidak sengaja. Mari Om saya antar untuk segera mengganti pakaian di dalam kamar om kami. Tampaknya Om bisa menggunakan pakaian milik Om Dion!" ucap Steven sambil menatap Bryan yang sedang tadi terus menarik-narik tangannya.


Steven kemudian mendekatkan telinganya di mulut sang adik yang hanya beda 5 menit dari kelahirannya.


Tidak lama kemudian datang seorang pengasuh menghampiri dua bocah tersebut.


" Kak sebaiknya ayo kita pergi saja, nanti Om itu akan marah dengan kita!" bisik Bryan di telinga Steven yang langsung melotot mendengarkan perkataan saudara kembarnya tadi yang menurutnya sangat tidak bertanggung jawab dengan kesalahan yang sudah mereka perbuat.


Mario yang mulai bisa menguasai perasaannya. Dia pun kemudian mengangkat kepalanya dan mencari keberadaan dua anak yang tadi menabraknya dan menumpahkan minuman di pakaiannya.


" Ke mana dua anak nakal itu?" tanya Mario sambil mengedarkan pandangannya.


Dari jarak 10 meter dia berdiri saat ini, Mario melihat dua anak kecil yang digandeng tangannya oleh seorang wanita dewasa berpakaian baby sitter.


" Apakah aku pulang dulu untuk mengganti pakaianku? Rasanya konyol sekali kalau aku menikah dengan pakaian kotor begini!" monolog Mario sambil kembali melihat pakaiannya yang basah karena sirup yang tadi ditumpahkan oleh Steven.


Angel yang dari kejauhan melihat Mario tampak kebingungan, Angel pun mendekati Mario dan bertanya keadaannya.


" Apa kau baik-baik saja!? Ada apa dengan pakaianmu? Kenapa kotor begitu?" tanya Angel kepada Mario yang hanya bisa mengedikkan bahunya.


" Tadi ada dua orang anak nakal yang menabrakku dan menjatuhkan minuman mereka berpakaianku." ucap Mario merasa kesal sekali.

__ADS_1


Angel mengerutkan keningnya mendengar perkataan Mario tentang dua anak kecil yang menabrak Mario dan membuat pakaian Mario sekarang jadi kotor karena sirup yang tumpah ke badan Mario.


__ADS_2