
Saat ini dokter sedang menangani Angel yang masuk ke dalam tahap kritis. Setelah dia mengetahui sebuah fakta yang sangat menyakitkan hatinya. Bahwa Rossa saat ini sedang mengandung anak milik suaminya.
Hati Angel yang benar-benar sakit membuatnya kesulitan untuk bernafas dan akhirnya sekarang masuk ke dalam masa vegetatif di mana Angel tidak bisa bangun. Walaupun dirinya ingin bangun.
Angel koma, Mario benar-benar sedih mendengarkan kabar tersebut dari dokter yang menangani Angel.
Hati siapakah yang akan mampu menahan rasa kecewa. Ketika orang yang kita cintai berkhianat di belakang kita. Bahkan sampai punya anak.
Hati Angel yang benar-benar terluka tidak sanggup untuk menahan pukulan sebesar itu. Alam bawah sadar Angel menolak untuk bangun sehingga membuatnya koma.
Dokter hanya bisa menasehati kepada keluarganya untuk bersabar dan terus berdoa demi kesembuhan Angel.
Wanita muda yang sangat malang itu yang selama hidupnya selalu menemui penderitaan dan kesakitan. Sekalinya dia mulai berbahagia dengan berkumpul dengan keluarganya. Sekarang Angel harus menerima kenyataan yang begitu pahit. Ketika dia mengetahui suaminya ternyata bermain gila dengan wanita yang sangat Dia benci selama hidupnya.
Tidak ada yang bisa menggambarkan perasaan Angel saat ini. Hancur dan terluka.
Mario terus menangis di samping Angel dan berusaha untuk menjelaskan segalanya kepada sang istri.
Hati Mario benar-benar teriris rasanya. Ketika dia melihat air mata yang menetes di kelopak mata Angel. Walaupun saat ini istrinya sedang koma sudah lebih dari satu minggu.
Sejak saat itu, Mario menyadari bahwa walaupun Angel dalam keadaan koma. Tetapi Angel mengetahui dan dapat merasakan semua yang terjadi di dalam ruangan itu.
Mario kemudian menghubungi si kembar untuk datang ke rumah sakit agar bisa menghibur Ibu mereka.
__ADS_1
Steven dan Bryan sekarang tinggal bersama dengan kedua orang tuanya setelah Angel berada di rumah sakit.
Awalnya Tasya dan Bayu menolak keinginan mertua Angel. Tetapi kedua orang tua Mario mengatakan bahwa mereka pun berhak untuk mengasuh kedua cucu mereka.
Tasya dan Bayu sudah merawat si kembar sejak bayi sampai usia 5 tahun. Jadi sekarang mereka meminta hak mereka untuk bisa mengurusi kembar dalam pengasuhan mereka. Sehingga akhirnya Tasya dan Bayu pun mengalah karena tidak ingin ada keributan. Apalagi saat ini mereka sedang pusing dengan Angel yang masih belum sadarkan diri dari komanya.
Steven dan Bryan merasa sedih sekali melihat keadaan ibunya yang saat ini sedang koma, padahal sang ibu sedang hamil 3 bulan.
" Mama cepatlah kau bangun. Sudah terlalu lama Mama tertidur. Apakah Mama tidak mau memaafkan kami yang sudah membuatmu jatuh dari atas tangga? Maafkanlah kami berdua yang sudah sangat ceroboh dan membuatmu celaka! Hiks hiks!" ucap Steven sambil menggenggam telapak tangan Angel yang terasa begitu dingin.
Bryan yang melihat Steven saat ini mulai menangis tersedu-sedu di samping ibunya dia pun kemudian menegur saudaranya itu.
" Heh! Apakah kau bodoh? Kenapa kau malah menangis di dekat Mama kita huh? Dia pasti akan sedih mendengarkan tangisanmu! Ckckc! Kita dipanggil kemari oleh papa itu adalah untuk membuat Mama bahagia bukan malah membuat dia bersedih!" protes Bryan sambil menatap tajam Steven yang sekarang berderai air mata dengan sangat deras.
" Katakanlah padaku Bryan! Bagaimana caranya untuk aku bisa tertawa? Sementara saat ini hatiku sangat sedih dan sakit karena akulah yang sudah membuat Mama terjatuh dari atas tangga. Kalau bukan karena aku yang mengajaknya bercanda di dekat tangga, pasti Mama kita tidak akan pernah ada di sini sekarang!" ucap Steven dengan air mata yang terus menetes di kelopak matanya yang begitu bening.
Bryan pun akhirnya bobol juga pertahanannya. Karena dia pun ikut andil dalam kejadian itu.
Saat itu Bryan yang mengambil ponsel milik Steven dan kemudian melemparkan kepada ibunya dan Bryan tidak tahu kalau saat itu ibunya sedang berdiri di pinggir tangga yang akhirnya mengakibatkan sang Ibu jatuh ketika berusaha mengambil ponsel milik Steven yang tadi dilemparkan oleh Bryan.
" Semua itu bukan salahmu Steven. Kalau bukan aku yang melemparkan ponsel milikmu ke arah Mama kita, pasti Mama tidak akan pernah jatuh dari atas tangga! Steven ternyata kita berdua yang telah membuat Mama kita berada di sini sekarang dan tidak sadarkan diri sampai saat ini! Kita adalah anak yang jahat Steven! Hiks hiks!" si kembar akhirnya menangis saling berpelukan satu sama lain membuat semua orang yang ada di dalam kamar itu pun akhirnya merasakan kesedihan yang sangat dalam.
Kedua bocah tampan itu yang masih berusia 6 tahun. Sekarang sedang dihantui oleh perasaan bersalah. Karena telah membuat ibunya sekarang terbaring di rumah sakit dalam keadaan koma.
__ADS_1
Mario benar-benar tidak sanggup lagi melihat kesedihan di wajah kedua putranya dia pun kemudian mendekati istrinya dan mencium kening Angel yang begitu pucat pasi.
" Sayang bangunlah! Kenapa kau lama sekali tidur? Hmm? Apakah kau tidak merindukan anak-anak kita?" tanya Mario dengan air mata yang menetes di kelopak matanya.
Telapak tangan Mario yang saat ini sedang menggenggam telapak tangan Angel dan menciumnya dengan begitu syahdu. Menyalurkan segala perasaan cintanya untuk sang istri yang sudah sangat lama koma.
Tiba-tiba saja Mario menangkap jempol dan telunjuk Angel bergerak. Kedua jari yang tadi terkena air mata Mario. Terlihat dari kedua jari itu yang basah oleh air mata Mario.
Mario yang merasa senang sekali melihat Angel yang menggerakkan kedua jarinya dia pun kemudian langsung berlari ke arah luar untuk memanggil dokter yang selama ini menangani Angel.
Sementara itu Tasya dan Bayu yang melihat Mario yang berlari dari kamar Angel dengan terburu-buru. Mereka pun kemudian langsung masuk ke dalam kamar dan melihat keadaan Angel dengan hati yang berdebar-debar dan penuh was-was. Tasya takut terjadi hal yang buruk kepada putrinya.
Dion yang hari ini mendampingi ibunya untuk melihat keadaan Angel pun tidak kalah khawatir dengan kedua orang tuanya.
" Dokter tadi aku melihat kedua jari Angel bergerak ketika air mataku mengalir di kedua jari tersebut!" ucap Mario menjelaskan kepada dokter yang langsung bangkit dari duduknya dan segera pergi ke ruangan perawatan Angel yang sudah ramai oleh banyak anggota keluarga.
" Tolong kalian semua keluar dulu. Karena kami tim Dokter akan segera memeriksa keadaan Nyonya Angel!" ucap dokter meminta semua orang yang berada di dalam ruangan itu untuk keluar agar dirinya bisa konsentrasi memeriksa kondisi Angel saat ini.
Dokter kemudian memeriksa kondisi Angel melalui alat yang tersambung ke dalam tubuh Angel. Alat-alat penopang kehidupannya.
Saat ini kehidupan Angel benar-benar bergantung kepada alat-alat tersebut. Apabila alat-alat itu di cabut dari tubuhnya, maka bisa dipastikan Angel pasti langsung pergi untuk meninggalkan dunia ini.
Dokter sebenarnya sudah menasehati beberapa kali Mario dan keluarganya. Untuk melepaskan Angel. Tetapi mereka tidak ada yang ikhlas untuk melakukan itu. Mereka masih ingin berikhtiar dan berdoa untuk kesembuhan Angel. Siapa tahu akan ada keajaiban yang akan membangunkan Angel kembali dan mengumpulkan Angel bersama dengan mereka seperti dahulu kala.
__ADS_1